{"id":10587,"date":"2024-01-08T07:18:21","date_gmt":"2024-01-07T23:18:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=10587"},"modified":"2024-01-08T07:18:21","modified_gmt":"2024-01-07T23:18:21","slug":"ulas-bias-gender-dalam-berita-media-online","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/ulas-bias-gender-dalam-berita-media-online\/10587\/","title":{"rendered":"Ulas Bias Gender dalam Berita Media Online"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-48.jpg\" alt=\"\" width=\"306\" height=\"210\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10588\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-48.jpg 306w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-48-300x206.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-48-150x103.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-48-218x150.jpg 218w\" sizes=\"(max-width: 306px) 100vw, 306px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Berita online sudah menjadi sumber utama informasi bagi banyak orang. Namun di balik keberagaman topik dan laporan yang disajikan terdapat suatu aspek penting yang sering terlupakan, yaitu bias gender dalam pemberitaan. Sampai saat ini bias gender masih marak terjadi. Kasus bias gender itu sendiri menyangkut bagaimana seorang individu maupun sekelompok mendapat perlakuan secara tidak adil atau dihakimi. Perlakuan ini bisa terjadi berdasarkan jenis kelamin Selain itu hal ini biasanya melibatkan stereotip, diskriminasi, dan ketidaksetaraan dalam berbagai aspek kehidupan. <\/p>\n<p>Dalam hal ini media massa mempunyai keterlibatan yang cukup signifikan mengenai bias gender. Media massa memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan informasi yang seimbang dan adil tanpa memandang jenis kelamin. Namun realitanya di beberapa laporan ataupun kasus besar, media tanpa menyadari seringkali terperangkap dalam stereotip gender. Hal ini sangat mempengaruhi bagaimana cara kita memandang dan memahami suatu peristiwa atau topik.<\/p>\n<p>Contoh kasus yang pernah terjadi dan membuat masyarakat gempar yaitu di tahun 2019 terkait keterlibatan seorang artis yang tersandung masalah prostitusi online. Hampir semua media menyiarkan kasus tersebut secara besar-besaran. Namun yang harus disayangkan hasil framing yang dihasilkan oleh media tersebut terbilang kurang fair. Karena dalam pemberitaan yang beredar hanya menitikberatkan kepada artis yang terlibat, secara tidak langsung hal ini menunjukkan kurangnya perspektif gender dalam pemberitaan di media. <\/p>\n<p>Disini laki-laki seolah-olah dianggap wajar ketika berpetualang sex, hal ini membuat pelanggan laki-laki tidak terekspos karena dianggap wajar-wajar saja dengan berperilaku demikian. Dari sini dapat disimpulkan bahwa pemberitaan mengenai kasus prostitusi online cenderung menyudutkan bagi kaum wanita dikarenakan adanya bias gender yang sudah terkait erat dengan suatu budaya patriarki yang hidup ditengah masyarakat. Pemahaman mendalam tentang isu bias gender penting untuk mendorong perubahan menuju masyarakat yang lebih inklusif dan adil secara gender. Dengan adanya komitmen perihal menyajikan informasi secara adil serta mengkampanyekan kesetaraan dalam pemberitaan, setidaknya dapat mereda bias gender yang terjadi sampai saat ini. <\/p>\n<p>Oleh: <strong>Annur Mukhid Trinanda\/1152000234\/Ilmu Komunikasi\/Universitas 17 Agustus Surabaya<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Berita online sudah menjadi sumber utama informasi bagi banyak orang. Namun di balik keberagaman topik dan laporan yang disajikan terdapat suatu aspek penting yang sering terlupakan, yaitu bias gender dalam pemberitaan. Sampai saat ini bias gender masih marak terjadi. Kasus bias gender itu sendiri menyangkut bagaimana seorang individu maupun sekelompok mendapat perlakuan secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10587","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10587"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10587\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}