{"id":10583,"date":"2024-01-07T20:47:20","date_gmt":"2024-01-07T12:47:20","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=10583"},"modified":"2024-01-07T20:47:20","modified_gmt":"2024-01-07T12:47:20","slug":"pemanfaatan-teknologi-dan-media-pembelajaran-bahasa-indonesia-pasca-pandemi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pemanfaatan-teknologi-dan-media-pembelajaran-bahasa-indonesia-pasca-pandemi\/10583\/","title":{"rendered":"Pemanfaatan Teknologi Dan Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Pasca Pandemi"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-47.jpg\" alt=\"\" width=\"1178\" height=\"663\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10584\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-47.jpg 1178w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-47-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-47-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-47-768x432.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-47-150x84.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-47-696x392.jpg 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-47-1068x601.jpg 1068w\" sizes=\"(max-width: 1178px) 100vw, 1178px\" \/><\/p>\n<h3>Pemanfaatan Teknologi<\/h3>\n<p>Biasanya teknologi di sekolah hanya digunakan pada saat magang dan ujian, namun kini teknologi seperti telepon seluler dan laptop digunakan sebagai alat penting dalam proses pembelajaran (Yosi Intan Pandini Gunawan dan Asep Amaludin, 2021). Teknologi yang biasanya hanya digunakan pada saat magang dan ujian, namun kini telah menjadi alat penting dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan zaman dimana teknologi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran juga harus diimbangi dengan pengawasan dan pembatasan agar tetap memberikan manfaat yang optimal terhadap proses pembelajaran.<\/p>\n<p>Berdasarkan pengalaman siswa saat pertama kali melaksanakan pembelajaran secara daring saat masa pandemi Covid-19, muncul berbagai masalah dan hambatan yang dialami diantaranya yaitu: (Siti Sultonah dan Septi Kuntari, 2021).<\/p>\n<ol>\n<li>Tidak semua siswa mempunyai <em>smartphone<\/em> yang canggih sehingga tidak semua siswa mempunyai keterbatasan sarana dan prasarana. Hal ini, tidak semua siswa memiliki akses perangkat yang memadai untuk mengakses pembelajaran daring.<\/li>\n<li>Akses internet tidak merata di setiap tempat, dan internet merupakan masalah bagi sebagain besar masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil. Hal ini, akses internet tidak merata dapat menjadi kendala dalam pembelajaran daring.<\/li>\n<li>Mengingat terbatasnya kuota internet, tidak bisa dipungkiri bahwa belajar di rumah menggunakan teknologi informasi merupakan penggunaan kuota yang sangat boros dan menghabiskan banyak biaya. Hal ini, penggunaan kuota internet yang besar dapat menjadi kendala bagi siswa dan orang tua.<\/li>\n<li>Penyediaan materi tidak terencana dengan baik.<\/li>\n<li>Kurangnya interaksi dalam pembelajaran memerlukan interaksi yang baik antara guru dan siswa agar guru dapat menilai kemampuan siswa secara keseluruhan, termasuk kemampuan kognitif, emosional, dan psikomotorik.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Mengingat masih banyak orang tua yang belum memahami tentang teknologi dan mata pelajaran sekolah, maka dari itu diperlukan kerja sama yang baik antara orang tua dan guru untuk mencapai proses pembelajaran di masa pandemi covid-19 (Yosi Intan Pandini Gunawan dan Asep Amaludin, 2021). Namun, masih banyak orang tua yang belum memahami teknologi dan kurang memahami mata pelajaran sekolah. Oleh karena itu, kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sangat diperlukan untuk mencapai proses pembelajaran yang optimal. Orang tua berperan sebagai guru di rumah dan ikut serta dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada anaknya.<\/p>\n<p>Orang tua menghadapi banyak kendala dalam pembelajaran <em>online<\/em>, termasuk kenyataan bahwa tidak semua orang tua dapat membagi waktu antara bekerja dan mengurus anak di rumah (Rudi Haryadi dan Fitria Selviani, 2021). Misalnya, orang tua dapat mengatur jadwal fleksibel yang memungkinkan mereka membagi waktu antara bekerja dan mengurus anak. Tantangan yang dihadapi orang tua saat mendukung pembelajaran <em>online<\/em> memang nyata, namun dengan langkah yang tepat, orang tua dapat mendukung pembelajaran <em>online<\/em> anak Anda.<\/p>\n<h3>Media Pembelajaran<\/h3>\n<p>Media yang banyak digunakan dalam kegiatan pembelajaran adalah slide (Power Point). Slide memungkinkan guru untuk menulis teks, menyisipkan gambar, dan menyisipkan video (Subudhi dan Pradhan, 2013). Slide PowerPoint memiliki banyak manfaat. Membuat slide dengan mudah untuk menjaga alur pembelajaran dan menarik perhatian siswa. Namun, perlu diingat bahwa kurangnya pemahaman tentang topik atau teknologi sekolah dapat menghambat penggunaan slide PowerPoint. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru untuk mencapai proses pembelajaran di masa pandemi COVID-19.<\/p>\n<p>Media daring digunakan berbagai media online seperti <em>WhatsApp<\/em>, <em>Google Classroom<\/em>, dan <em>website<\/em>. Namun, ini akan lebih spesifik untuk <em>Google Classroom<\/em> (Komalasari 2020). Google Kelas terus menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan materi dan melibatkan siswa, terutama selama<\/p>\n<p>pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu, diperlukan Kerjasama yang baik antara orang tua dan guru untuk menjamin proses pembelajaran berjalan dengan baik dan efisien.<\/p>\n<p><em>Quizizz<\/em> juga bertujuan untuk menjadi aplikasi berbasis permainan yang menghadirkan pemain (<em>multiplayer<\/em>) ke dalam kelas sebagai latihan yang menyenangkan dan interaktif (Purba, 2019). Aplikasi ini juga menyediakan kemampuan untuk melacak kemajuan belajar siswa dan memberikan umpan balik instan. Dengan <em>Quizizz<\/em>, guru dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif kepada siswa, sehingga memotivasi mereka untuk lebih bersenang-senang saat belajar. Oleh karena itu, <em>Quizizz<\/em> merupakan media pembelajaran online yang efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar.<\/p>\n<p>Namun masih banyak guru yang kurang kreatif. Kebanyakan guru hanya mengajar dan menggunakan apa yang sudah mereka miliki. Salah satu tantangan dalam dunia pendidikan adalah mendorong kreativitas pada diri guru (Pentury, 2017). Hal ini untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pelatihan dan pengembangan diri, kolaborasi dan berbagi pengalaman.<\/p>\n<h3>Dampak Positif dan Dampak Negatif Pembelajaran Secara Pasca Pandemi<\/h3>\n<p>Berikut adalah beberapa dampak positif yang terjadi selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di masa pandemi (Aulia Alifeira Munandar, 2021).<\/p>\n<ol>\n<li>Berkembangnya pendidikan berbasis teknologi. Pandemi Covid-19 memaksa seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran untuk berpikir kreatif dalam memanfaatkan teknologi. Hal ini mendorong berkembangnya pendidikan berbasis teknologi yang memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan digital siswa.<\/li>\n<li>Munculnya kreativitas di dunia pendidikan. Perkembangan teknologi di bidang pendidikan telah memunculkan banyak kreativitas, termasuk maraknya kursus <em>online<\/em> gratis dan kelas berbasis rumah.<\/li>\n<li>Terjadinya hubungan baik dalam peningkatan pendidikan. selama pandemi covid-19, semua pihak baik guru, siswa, maupun orang tua dipaksa terlibat bersama-sama dalam kemajuan pendidikan. Misalnya, ketika pembelajaran jarak jauh terjadi, siswa tidak hanya mengandalkan buku cetak sebagai sumber informasi, tetapi juga orang tua bersama-sama terlibat dalam keberlangsungan pendidikan di masa pandemi.<\/li>\n<li>Membangun mental positif. Karena aktivitas belajar di sekolah lebih sedikit, biasanya lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk persiapan sekolah hingga sepulang sekolah. Hal ini mempunyai dampak positif. Salah satunya adalah membangun mentalitas positif, seperti memotivasi siswa untuk belajar dari diri sendiri dan mengajarkan pentingnya tanggung jawab pribadi.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Menurut Muhammad Heryan (2020) adapun dampak negatif sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Berkembangnya teknologi yang tidak menutup kemungkinan adanya celah pada sistem aplikasi karena mengakibatkan kejahatan-kejahatan dan penipuan.<\/li>\n<li>Kegiatan belajar mengajar yang tidak efektif dengan pembelajaran tatap muka karena pembelajaran yang tidak efektif banyaknya mahasiswa yang kurang mengerti dan kurangnya penjelasan dari pengajar.<\/li>\n<li>Tugas yang semakin menumpuk. Saat pembelajaran daring, siswa dihadapkan pada tugas yang semakin banyak sehingga dapat menimbulkan stres dan ketidaknyamanan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi guru dan orang tua untuk memastikan bahwa tugas yang diberikan kepada siswa sesuai dengan kemampuan dan tingkat keterlibatannya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Solusi: Meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi, meningkatkan keterampilan dan kualitas guru, meningkatkan kolaborasi antara orang tua dan guru, meningkatkan pengetahuan tentang teknologi dan mengatasi keterbatasan akses internet, mengembangkan keterampilan mandiri, mengatasi keterbatasan <em>smarphone<\/em>, kuota dan jaringan internet, mengatasi keterbatasan pekerjaan dan pendampingan anak.<\/p>\n<p>Biodata Penulis:<\/p>\n<p>Balqis Meira Salwa, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.<\/p>\n<p><strong>\u00a0DAFTAR PUSTAKA <\/strong><\/p>\n<p>Gunawan, Y. I. P., &amp; Amaludin, A. (2021). Pemanfaatan teknologi pembelajaran dalam jaringan di masa pandemi covid-19. <em>Madaniyah<\/em>, 11(2), 133-150.<\/p>\n<p>Sultonah, S., &amp; Kuntari, S. (2021). Adaptasi siswa dalam pembelajaran daring di era 4.0 pada masa pandemi covid-19. <em>Sistema: Jurnal Pendidikan<\/em>, 2(1), 27-32.<\/p>\n<p>Haryadi, R., &amp; Selviani, F. (2021). Problematika pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. <em>Academy of Education Journal<\/em>, 12(2), 254-261.<\/p>\n<p>Hudaa, S., Bahtiar, A., &amp; Nuryani, N. (2020). Pemanfaatan Teknologi untuk Pengajaran Bahasa Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa.<\/p>\n<p>Elpana, E., Riswandi, R., &amp; Fitriawan, H. (2022). Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam penggunaan platform pembelajaran untuk peningkatan mutu blended learning pasca pandemi covid-19. <em>JEMS: Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains<\/em>, 10(2), 221-231.<\/p>\n<p>Loupatty, F. D., &amp; Saragih, M. J. (2021). Pemanfaatan media quizizz pada latihan soal untuk mendorong keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran daring [the utilization of quizizz media in problems to improve students\u2019 learning activeness in online learning]. Johme: Journal of Holistic Mathematics Education, 5(2).<\/p>\n<p>Winda, R., &amp; Dafit, F. (2021). Analisis kesulitan guru dalam penggunaan media pembelajaran online di sekolah dasar. <em>Jurnal Pedagogi Dan Pembelajaran<\/em>, 4(2), 211-221.<\/p>\n<p>Munandar, A.A. (2021). Dampak positif pembelajaran jarak jauh.<\/p>\n<p>Andini, N. F. (2020). Dampak Pembelajaran Daring Bagi Mahasiswa Masa Pandemi Covid-19.<\/p>\n<p><em>Academia<\/em>. <em>Edu<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemanfaatan Teknologi Biasanya teknologi di sekolah hanya digunakan pada saat magang dan ujian, namun kini teknologi seperti telepon seluler dan laptop digunakan sebagai alat penting dalam proses pembelajaran (Yosi Intan Pandini Gunawan dan Asep Amaludin, 2021). Teknologi yang biasanya hanya digunakan pada saat magang dan ujian, namun kini telah menjadi alat penting dalam proses pembelajaran. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-10583","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-makalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10583","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10583"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10583\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}