{"id":10559,"date":"2024-01-06T23:51:57","date_gmt":"2024-01-06T15:51:57","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=10559"},"modified":"2024-01-06T23:51:57","modified_gmt":"2024-01-06T15:51:57","slug":"pembuatan-eco-enzyme-sebagai-usaha-pengolahan-sampah-organik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pembuatan-eco-enzyme-sebagai-usaha-pengolahan-sampah-organik\/10559\/","title":{"rendered":"Pembuatan Eco-Enzyme Sebagai Usaha Pengolahan Sampah Organik"},"content":{"rendered":"<p><strong>Alfando Yusuf<sup>1<\/sup><\/strong><strong>, <\/strong><strong>Amelia Rizky N<sup>2<\/sup><\/strong><strong>, <\/strong><strong>Anisa Arsila N<\/strong><strong><sup>3<\/sup><\/strong><strong>, Rindiyani<sup>4<\/sup><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Universitas Pamulang<br \/>\ne-mail: alfandoyusuf@gmail.com ameliarizkynugraha@gmail.com arsillanazwa@gmail.com ry479901@gmail.com<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Abstrak\/Abstract<\/strong><\/p>\n<p><em>Eco-Enzyme adalah cairan yang didapat dari fermentasi sampah rumah tangga. Cairan ini berwarna coklat muda dan memiliki bau hasil fermentasi. Eco-Enzyme sering kali dihasilkan melalui fermentasi bahan-bahan alami seperti buah-buahan dan gula merah serta air. Eco-enzyme memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai pupuk organik. Dalam aplikasi pertanian, Eco-Enzyme dapat meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas tanaman, sedangkan dalam pengolahan limbah, Eco-Enzyme dapat membantu dalam penguraian bahan organik. Hal itu pun sejalan dengan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik Industri di Pondok Sukatani Permai. Di Pondok Sukatani Permai sendiri memiliki kendala tentang pengolahan sampah. Sebagian besar masyarakat di desa tersebut hanya ibu rumah tangga, sudah bisa dipastikan jika tedapat banyak sampah limbah organik ataupun sisa masakan berupa kulit buah dan sayuran. Kami melakukan kegiatan tersebut dengan cara memberikan pengetahuan terkait dengan Eco-Enzyme dan juga mengajak tiga ibu ibu untuk berpartisipasi dalam pembuatan Eco-Enzyme. Kegiatan itu pun diikuti dengan begitu antusias, kemudian ibu-ibu juga bertanya mengenai takaran yang tepat dalam penggunaannya sebagai pupuk tanaman<\/em>.<\/p>\n<p>Kata kunci: Eco-Enzyme, sampah organik dan pupuk organik.<\/p>\n<p><strong>1. PENDAHULUAN<\/strong><br \/>\nSampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Candra, 2006). Undang-Undang Pengelolaan Sampah Nomor 18 Tahun 2008 menyatakan sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau dari proses alam yang berbentuk padat. Keadaan yang ada di Indonesia sampah banyak dijumpai di jalan-jalan, fasilitas umum, sekolahan, bahkan banyak juga terdapat di sungai. Sampah di Indonesia merupakan masalah yang sangat serius dan juga menjadi masalah sosial, ekonomi dan budaya.<\/p>\n<p>Menurut Tobing dalam Sari (2016), pencemaran lingkungan yang semakin meningkat disebabkan oleh berbagai hal, seperti bertambahnya populasi manusia yang mengakibatkan meningkatnya jumlah sampah yang dibuang. Hal ini diperburuk dengan kurang memadainya tempat dan lokasi pembuangan sampah, kurangnya kesadaran dan kemauan masyarakat dalam mengelola dan membuang sampah, masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat sampah,<\/p>\n<p>serta keengganan masyarakat memanfaatkan kembali sampah, karena sampah dianggap sebagai sesuatu yang kotor dan harus dibuang. Berbagai hal tersebut menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan yang berdampak negatif bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan menyebabkan pendangkalan sungai yang mengakibatkan timbulnya banjir. Selain itu, sampah dapat mengakibatkan meningkatnya penyebaran penyakit, bau menyengat dan lainlain sehingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan hal tersebut diungkapkan oleh Hakim dalam penelitian Sari (2016). Selain itu juga bahwa sampah yang tidak dikelola sebagaimana mestinya tidak saja menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan alami, tetapi juga terhadap kualitas kesehatan manusia (Gusti, 2015).<\/p>\n<p>Inovasi Eco-Enzyme merupakan produk hasil fermentasi yang memiliki manfaat besar untuk kesehatan dan lingkungan. Eco-Enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah Eco-Enzyme dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai permbersih organik. Eco-Enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran. Eco-Enzyme dibuat dari limbah organik berupa limbah buah atau sayur atau serasah daun, gula dan juga air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Eco-Enzyme ramah lingkungan yang dapat menjadi cairan multiguna dan aplikasinya termasuk rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Eco-Enzyme mempercepat reaksi bio kimia di alam untuk menghasilkan enzyme yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran. Eco-Enzyme dari sampah ini adalah salah satu manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk sesuatu yang sangat bermanfaat. Cairan ini bisa menjadi pembersih rumah, atau sebagai pupuk alami dan pestisida yang efektif.<\/p>\n<p>Di Pondok Sukatani Permai sendiri memiliki kendala tentang pengolahan sampah. Sebagian besar masyarakat di desa tersebut hanya ibu rumah tangga, sudah bisa dipastikan jika tedapat banyak sampah limbah organik ataupun sisa masakan berupa kulit buah dan sayuran. Alasan inilah mendorong mahasiswa\/i Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang (UNPAM) KELOMPOK 4 menyelenggarakan pelaksanaan pembuatan produk Eco-enzyme yang berjudul \u201cPembuatan Eco\u2013Enzyme Sebagai Usaha Pengolahan Sampah Organik\u201d kepada masyarakat Pondok Sukatani Permai Kecamatan Rajeg, tepatnya berada di masjid Pondok Sukatani Permai. Sehingga dalam hal ini masyarakat memiliki peran penting untuk menjaga lingkungan agar tetap sehat dan bersih, Salah satunya dengan cara melakukan pengolahan sampah organik menjadi Eco-Enzyme serbaguna.<\/p>\n<p><strong>2. METODE PENGABDIAN<\/strong><br \/>\nMetode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam kegiatan ini adalah melalui metode komunikasi dan praktek terkait inovasi pembuatan Eco-Enzyme kepada Masyarakat Desa Sukatani, Rajeg, Kabupaten Tangerang yang dikemas dengan nama kegiatan \u201cPembuatan Eco\u2013Enzyme Sebagai Usaha Pengolahan Sampah Organik\u201d. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari skema berikut.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10560\" aria-describedby=\"caption-attachment-10560\" style=\"width: 337px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10560\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Capture-4.jpg\" alt=\"\" width=\"337\" height=\"478\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Capture-4.jpg 337w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Capture-4-212x300.jpg 212w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Capture-4-150x213.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Capture-4-300x426.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 337px) 100vw, 337px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10560\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1. Kerangka Pemecahan Masalah<\/figcaption><\/figure>\n<p>Berikut ini adalah tahapan pelatihan yang dilakukan:<\/p>\n<p>1. Tahap Persiapan<br \/>\nBerikut Prosedur Pembuatan Eco-Enzyme :<\/p>\n<p>a. Bersihkan wadah dari sisa<br \/>\nsabun atau bahan kimia, kemudian masukkan air bersih maksimum sebanyak 60% dari volume wadah.<br \/>\nb. Masukkan gula sesuai takaran, yaitu 10% dari berat air.<br \/>\nc. Masukkan potongan sisa buah dan sayuran mentah yaitu 30% dari berat air, lalu aduk rata.<br \/>\nd. Aduk 2 menit setiap hari pada minggu 1, sekali 2 hari pada minggu ke 2, sekali pada minggu ketiga dan tutup sangat rapat pada minggu keempat hingga minimal 2 bulan ke depan. Terakhir beri label tanggal pembuatan dan panen.<br \/>\n2. Tahap Penyuluhan<br \/>\nKegiatan yang dilakukan menggunakan 3 metode yaitu:<br \/>\na. Metode Komunikasi, yaitu menyampaikan informasi tentang manfaat pengolahan sampah organik secara sosial dan ekonomis, jika diolah menjadi Eco-Enzyme.<br \/>\nb. Metode Praktek, yaitu tahap pelaksanaan atau implementasi dari konsep, teori, atau pengetahuan yang diperoleh melalui pemateri terkait Eco-Enzyme.<br \/>\nc. Metode Tanya Jawab, metode ini memungkinkan para peserta menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang proses penerapan inovasi Eco-Enzyme itu sendiri. Dalam metode tanya jawab ini masyarakat bisa konsultasi langsung dengan para pemateri mengenai tahapan dan proses apa saja yang dilakukan.<\/p>\n<p><strong>3. HASIL DAN PEMBAHASAN<\/strong><br \/>\nMateri yang dijelaskan dalam kegiatan kepada Masyarakat di Pondok Sukatani Kecamatan Rajeg ini adalah tentang \u201cPembuatan Eco-Enzyme sebagai usaha pengolahan sampah organik\u201d. Dibawah ini merupakan gambar pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10561\" aria-describedby=\"caption-attachment-10561\" style=\"width: 510px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10561\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-46.jpg\" alt=\"\" width=\"510\" height=\"385\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-46.jpg 510w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-46-300x226.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Gambar1-46-150x113.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 510px) 100vw, 510px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10561\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 2. Kegiatan Pelaksanaan PKM<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat adalah untuk<br \/>\nmemberi pengarahan dan membantu masyarakat Pondok Sukatani Kecamatan Rajeg bagaimana cara mengolah dan mengelola sampah dengan melakukan pembuatan Eco-Enzyme. Pembuatan Eco-Enzyme ini ditujukan sebagai salah satu solusi atau alternatif yang digunakan untuk mengurangi penumpukan sampah yang terjadi di pondok sukatani kecamatan rajeg. Adapun cara pembuatan Eco-Enzyme, sebagai berikut:<\/p>\n<p>1. Siapkan gula merah dan kulit buah, dengan perbandingan 1:3.<br \/>\n2. Kemudian kumpulkan semua sampah dapur organik yang sudah disiapkan, pastikan tak ada bahan kimia yang ikut tercampur.<br \/>\n3. Potong kulit dan sisa daging buah ke dalam irisan-irisan kecil agar proses<br \/>\nfermentasi tak terlalu lama.<br \/>\n4. Masukkan potongan buah dan gula ke dalam wadah seperti botol plastik, dan tuangi dengan air bersih hingga semua bahan terendam.<br \/>\n5. Tutup wadah dengan rapat menggunakan tutup yang longgar atau penutup kain berongga sehingga cairan bisa bernapas. Letakkan wadah di tempat yang sejuk dan gelap, terhindar dari sinar Matahari langsung.<br \/>\n6. Biarkan cairan selama beberapa minggu atau bulan, aduk cairan secara teratur semisal seminggu sekali.<br \/>\n7. Saat fermentasi sudah sempurna, saring cairannya.<br \/>\nEco-Enzyme merupakan solusi pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Solusi ini juga berdampak baik bagi lingkungan. Selain itu, manfaat Eco-Enzyme bisa mencakup dibidang pertanian, peternakan, rumah tangga, dan kesehatan. Adapun manfaat-manfaat Eco-Enzyme, yaitu :<\/p>\n<p>1. Sebagai Cairan Pembersih Serbaguna<br \/>\n2. Pupuk Tanaman<br \/>\n3. Pengusir Hama<br \/>\n4. Melestarikan Lingkungan<br \/>\n5. Hemat<br \/>\n6. Mengurangi Polusi<br \/>\n7. Penyaring Udara<\/p>\n<p>Dari hasil pelatihan dan penyuluhan yang dilakukan di Pondok Sukatani Kecamatan Rajeg bahwa selama proses pelatihan masyarakat terlihat antusias mengikuti pelatihan. Selanjutnya, didalam pelatihan ini juga masyarakat diajarkan secara teori maupun praktek oleh Tim PKM tentang manfaat dan kegunaan Eco-Enzyme sebagai produk yang ramah lingkungan dan aman digunakan.<\/p>\n<p><strong>4. KESIMPULAN <\/strong><br \/>\nBerdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, kami mendapatkan kesimpulan sebagai berikut:<br \/>\n1. Inovasi Eco-Enzyme merupakan produk hasil fermentasi yang memiliki manfaat besar untuk kesehatan dan lingkungan.<br \/>\n2. Eco-Enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran. Eco-Enzyme dibuat dari limbah organik berupa limbah buah atau sayur atau serasah daun, gula dan juga air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.<br \/>\n3. Eco-Enzyme dari sampah ini adalah salah satu manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk sesuatu yang sangat bermanfaat. Cairan ini bisa menjadi pembersih rumah, atau sebagai pupuk alami dan pestisida yang efektif.<br \/>\n4. Adapun manfaat-manfaat Eco-Enzyme, Sebagai Cairan Pembersih Serbaguna, Pupuk Tanaman, Pengusir Hama, Melestarikan Lingkungan, Hemat, Mengurangi Polusi dan Penyaring Udara.<\/p>\n<p><strong>5. SARAN<\/strong><\/p>\n<p>Dalam penggunaan Eco-Enzyme harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:<br \/>\n1. Penggunaan 100% pada Eco-Enzyme sebagai pupuk organik cair tanpa adanya campuran air maka akan mengakibatkan tanaman mati, karena tanaman tersebut terbakar oleh cairan asam dari Eco-Enzyme.<\/p>\n<p><strong>UCAPAN TERIMA KASIH<\/strong><\/p>\n<p>Kami mengucapkan terima kasih Kepada Pimpinan Universitas Pamulang, Ketua Prodi Teknik Industri Universitas Pamulang Ibu Rini Alfatiyah, S.T., M.T., Lembaga Pendidikan Mahasiswa (LPM) Universitas Pamulang, Dosen Pembimbing kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Ibu Junaenah, S.T., M.M., Ketua RT setempat Bapak Saefulloh, Perwakilan Karang Taruna saudara Rahmad, juga kepada teman-teman 05TIDP001 yang telah bekerja sama dalam mewujudkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berjalan dengan lancar.<br \/>\nDAFTAR PUSTAKA<\/p>\n<p>Dewi, S. P., Devi, S., &amp; Ambarwati, S. (2021). Pembuatan dan Uji Organoleptik Eco-Enzyme dari Kulit Buah Jeruk. Jurnal SEMINAR NASIONAL &amp; CALL FOR PAPER HUBISINTEK, 650-651.<br \/>\nFajri, I. A., Elvis, P. A., Fitri, S. R., Sari, D. P., &amp; Karlinda, A. E. (2022). MENGENAL PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECO ENZYME DIKAMPUNG TEMATIK KELURAHAN ANDALAS. Jurnal Communnity Development, 948-950.<br \/>\nLarasati, D., Astuti, A. P., &amp; Maharani, E. T. (2020). UJI ORGANOLEPTIK PRODUK ECO-ENZYME DARI LIMBAH KULIT BUAH (STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG). Seminar Nasional Edusainstek, 278-279.<br \/>\nLusiah, Suryani, W., &amp; Margery, E. (2019). Pelatihan Pembuatan Eco Enzym dari Sampah Rumah Tangga Buah dan Sayuran dan Pemasaran Produk yang Dihasilkan dari Eco-Enzyme Melalui Media Sosial. JURNAL PUBLIKASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, 6-9.<br \/>\nNurfajriah, I Mariati, F. R., Waluyo, M. R., &amp; Mahfud, H. (2021). Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme Sebagai Usaha Pengolahan Sampah Organik Pada Level Rumah Tangga. JURNAL IKRAITH-ABDIMAS, 195-196.<br \/>\nNurhayati, L., Purba, L. P., Sahelangi, M. M., &amp; Kristiani, P. M. (2023). PELATIHAN ECO ENZYME UNTUK MELESTARIKAN BUMI DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI RUMAH TANGGA DI LINGKUNGAN PERUMAHAN TAMAN ALOHA SIDOARJO. Jurnal ADIMAS, 3-6.<br \/>\nPakki, T., Adawiyah, R., Yuswana, A., Namriah, Dirgantoro, M. A., &amp; Slamet, A. (2021). PEMANFAATAN ECO-ENZYME BERBAHAN DASAR SISA BAHAN ORGANIK RUMAH TANGGA DALAM BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI PEKARANGAN. Jurnal Prosiding PEPADU 2021, 126-129.<br \/>\nRambe, T. R. (2021). SOSIALISASI DAN AKTUALISASI ECO-ENZYME SEBAGAI ALTERNATIF PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS MASYARAKAT DI LINGKUNGAN PERUMAHAN CLUSTER PONDOK II. JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JPKM), 37-40.<br \/>\nWuni, C., Husaini, A. H., &amp; Wulandari, P. (2021). PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZYME DARI LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI ALTERNATIF CAIRAN PEMBERSIH ALAMI. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 590-592.<br \/>\nYanti, R. N., Lestari, I., &amp; Ikhsani, H. (2018). Membuat Eco Enzym dengan Memanfaatkan Limbah Organik Rumah Tangga di Bank Sampah Berkah Abadi Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Timur. PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LANCANG KUNING, 8-9.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alfando Yusuf1, Amelia Rizky N2, Anisa Arsila N3, Rindiyani4 Universitas Pamulang e-mail: alfandoyusuf@gmail.com ameliarizkynugraha@gmail.com arsillanazwa@gmail.com ry479901@gmail.com Abstrak\/Abstract Eco-Enzyme adalah cairan yang didapat dari fermentasi sampah rumah tangga. Cairan ini berwarna coklat muda dan memiliki bau hasil fermentasi. Eco-Enzyme sering kali dihasilkan melalui fermentasi bahan-bahan alami seperti buah-buahan dan gula merah serta air. Eco-enzyme memiliki banyak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-10559","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-makalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10559"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10559\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}