{"id":10398,"date":"2024-01-04T13:30:50","date_gmt":"2024-01-04T05:30:50","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=10398"},"modified":"2024-01-04T13:30:50","modified_gmt":"2024-01-04T05:30:50","slug":"tantangan-dan-manfaat-bermain-game-online-dalam-pengembangan-keterampilan-dan-kreativitas-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/tantangan-dan-manfaat-bermain-game-online-dalam-pengembangan-keterampilan-dan-kreativitas-pada-anak\/10398\/","title":{"rendered":"Tantangan dan Manfaat Bermain Game Online: Dalam Pengembangan Keterampilan dan Kreativitas pada Anak"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Video game merupakan salah satu barang komersil umum yang mudah didapatkan dan dapat dimainkan oleh berbagai kalangan mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Merupakan produk berbayar ataupun gratis, dan berbentuk dalam berbagai hal baik itu fisik yang langsung dimainkan, ataupun program yang memerlukan adanya perangkat untuk memainkannya. Dalam penelitian  Barr (2017), video games dapat digunakan oleh berbagai pihak untuk meningkatkan berbagai keahlian dan kompetensi seperti komunikasi (communication), penggunaan akal (resourcefulness), dan bentuk adaptasi dalam berbagai kondisi (adaptability), hal-hal tersebut disebut \u2018Graduate Attributes\u2019 (Barrie, 2006; Hughes &#038; Barrie, 2010) dan dapat diasosiasikan dengan -salah satunya- kemampuan dalam kelulusan pada jenjang pendidikan yang tinggi. Hal ini sangat bermanfaat karena dalam game, diperlukan pemikiran kritis dan problem solving untuk menyelesaikan sebuah permasalahan dan bagaimana kita dapat memenangkan permainan tersebut. Adapun proses pemahaman bahasa asing seperti bahasa inggris yang selalu digunakan pada video game dan cara komunikasi dengan tim, dapat secara tidak langsung meningkatkan -sedikit banyak- soft skills seseorang tanpa seseorang tersebut harus mendalami pembelajaran terkait hal tersebut.<\/p>\n<p>Mengetahui perkembangan video games yang pesat, banyak industri video games besar yang secara kompetitif berusaha membuat games yang lebih populer dan digemari banyak orang. Ini sebuah hal yang positif karena dari segi employment akan lebih banyak lapangan pekerjaan terkait kebutuhan pekerja yang mumpuni di bidang pembuatan game, dan hal ini juga akan menggerakan roda ekonomi karena apabila games tersebut banyak diminati maka akan banyak yang membelinya. Salah satu contoh lain dalam manfaat perkembangan yang kompetitif ini adalah munculnya bidang professional e-sports yang dimana menjadi salah satu tempat untuk para brand besar mensposori para pemain yang bergelut dibidang ini bahkan dapat disebut sebagai profesi, karena sudah banyak platform dalam bidang video games yang seseorang dapat meraup keuntungan berupa uang dari hasil bermain video games, baik itu dalam sebuah perlombaan, streaming, ataupun hadiah dari publisher game itu sendiri.<\/p>\n<p>Dibalik begitu banyak manfaat video games terhadap berbagai aspek, ternyata banyak media massa yang sering kali memberitakan dampak negatif dari bermain game online tanpa melihat sisi positif dari bermain game online. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan pemikiran masyarakat terhadap game online dan mengabaikan sisi positifnya. Padahal, banyak sisi positif yang dapat diambil dari bermain game online seperti pengembangan keterampilan, kreativitas, keterampilan motorik dan kognitif.<\/p>\n<p>\u200bPada tahun 2021, anak yang kecanduan game online ada pada kisaran usia 15-18 tahun dengan persentase sebesar 77,5% atau 887.003 anak laki-laki dan 22,5% atau 241.989 anak perempuan. Menurut data lainnya, sebanyak 27,46% anak yang bermain game online dengan durasi waktu 4 jam dalam sehari dan 11,94% yang bermain sekitar 2-3 jam sehari. Pernyataan ini dapat diartikan bahwa anak yang bermain game online sudah bisa berusaha dan mengatur waktunya untuk bermain game tanpa mengalami dampak negatifnya secara signifikan. Namun, data ini juga tidak boleh dijadikan acuan untuk bisa bermain game online secara bebas.<\/p>\n<p>Bermain game memiliki dampak negatif bagi anak. Anak akan mengalami penurunan waktu untuk aktivitas dan kesulitan dalam mengatur waktu bermain dan kegiatan sehari-hari. Fenomena ini dapat memperburuk cara anak untuk berinteraksi sosial karena mereka akan memilih untuk bermain game online daripada berinteraksi dengan orang lain (teman sebaya). Manajemen waktu yang buruk dapat mempengaruhi gaya hidup, hal ini juga menjadi salah satu dampak negatif dari ketergantungan bermain game online.<\/p>\n<p>Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk bermain game online dapat menimbulkan rasa enggan untuk terlibat dalam kegiatan sosial di luar lingkup game online. Ini dapat merugikan perkembangan anak, karena anak lebih suka untuk berinteraksi secara virtual (melalui smartphone atau laptop) daripada berinteraksi secara sosial. Jika hal ini tidak dicegah, anak akan kesulitan untuk membangun relasi, membangun hubungan interpersonal dengan orang lain, dan hanya bisa fokus pada game online saja.<\/p>\n<p>Adapun tantangan yang dialami saat anak bermain game adalah kesulitan dalam mengatur waktu bermain dan belajar. Terlalu banyak waktu dihabiskan untuk bermain game dapat mengurangi interaksi sosial di dunia nyata. Komunikasi menjadi salah satu hal penting untuk berinteraksi, jika anak sudah kesulitan dalam berinteraksi secara sosial maka akan timbul rasa enggan untuk terlibat dalam kegiatan sosial.<\/p>\n<p>Meskipun bermain game online memiliki dampak negatif, tetap saja kita harus mengetahui dan menyadari akan sisi positifnya dari bermain game online. Game online dapat merangsang keterampilan kognitif dan motorik anak melalui berpikir kritis untuk menyelesaikan misi, membuat strategi untuk melawan musuh, meningkatkan kinerja otak dan tangan, mengontrol karakter, serta mengendalikan permainan.<\/p>\n<p>\u200bSelain memiliki dampak negatif, bermain game juga memiliki dampak positif bagi perkembangan anak. Dampak positif saat anak bermain game dapat meningkatkan perkembangan kognitif, kreativitas, motorik, dan kerjasama antar tim. Perkembangan kognitif dapat meningkat karena anak dapat berpikir kritis untuk menyelesaikan misi, menciptakan strategi, dan memecahkan masalah. Kreativitas juga dipergunakan saat bermain game, contohnya seperti game mendekorasi rumah, membuat rumah, menciptakan karakter, dan membuat strategi yang unik. Hal ini dapat meningkatkan kreativitas anak, karena anak dilatih untuk berinovasi sesuai dengan imajinasinya.<br \/>\n\u200b<br \/>\n\u200bPerkembangan motorik anak terasah saat anak bermain game. Game yang membutuhkan keseimbangan gerak mata dan tangan membantu anak untuk melatih motorik kasarnya, sedangkan untuk motorik halus anak dapat mengontrol karakter dan objek dalam permainan. Bermain game tidak lepas dari kerjasama tim, hal ini dapat membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan kerjasama, berkomunikasi dalam game dapat membangun keterampilan kerjasama yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Bermain game online yang berlebihan dapat mengganggu kehidupan yang seharusnya dapat digunakan untuk hal-hal positif, seperti olahraga, belajar, dan kesulitan untuk mengatur waktu. Namun, kita juga tidak boleh mengabaikan potensi positif dari bermain game online. Beberapa game online juga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan kognitif anak, meningkatkan kerjasama antar tim, dapat mempelajari bahasa asing lewat game online, dan meningkatkan kreativitas anak, serta melatih anak untuk dapat memecahkan masalah. Dengan demikian, penting bagi kita untuk memandang bermain game sebagai kegiatan yang kompleks dengan potensi positif selagi digunakan dengan bijak dan membatasi waktu bermain game untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan nyata dan kehidupan di dunia maya. Oleh karena itu, walaupun video games memiliki sisi positif dan negatif, dibutuhkan kesadaran diri terhadap dampak bermain yang menyenangkan itu apakah memengaruhi kinerja dan progress kita di kehidupan kita sehari-hari baik itu dalam hal pendidikan, pekerjaan, komunikasi, maupun gaya hidup.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Video game merupakan salah satu barang komersil umum yang mudah didapatkan dan dapat dimainkan oleh berbagai kalangan mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Merupakan produk berbayar ataupun gratis, dan berbentuk dalam berbagai hal baik itu fisik yang langsung dimainkan, ataupun program yang memerlukan adanya perangkat untuk memainkannya. Dalam penelitian Barr (2017), video [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10398","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10398"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10398\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}