{"id":10166,"date":"2023-12-30T12:48:22","date_gmt":"2023-12-30T04:48:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=10166"},"modified":"2023-12-31T02:10:16","modified_gmt":"2023-12-30T18:10:16","slug":"evaluasi-tengah-semester-administrasi-pemerintahan-kota-desa-b-kelurahan-jepara-kecamatan-bubutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/evaluasi-tengah-semester-administrasi-pemerintahan-kota-desa-b-kelurahan-jepara-kecamatan-bubutan\/10166\/","title":{"rendered":"EVALUASI TENGAH SEMESTER ADMINISTRASI PEMERINTAHAN KOTA DESA (B) \u201dKELURAHAN JEPARA KECAMATAN BUBUTAN \u201d"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10167\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-54.png\" alt=\"\" width=\"957\" height=\"539\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-54.png 957w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-54-300x169.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-54-768x433.png 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-54-150x84.png 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-54-696x392.png 696w\" sizes=\"(max-width: 957px) 100vw, 957px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dosen pengampu : Dr. Endang Indartuti, M.si.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Disusun oleh : Adhita amalia arimbi 1112100081<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA<br \/>\nFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK<br \/>\nUNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA<\/strong><\/p>\n<p><strong>Manajemen Pengembangan Perindustrian dan Pedagang Kaki Lima di Kelurahan Jepara, Bubutan, Surabaya<\/strong><\/p>\n<p>George R.Terry adalah seorang ahli manajemen yang gagasannya diterima secara luas. Salah satu yang paling terkenal, menurut George R.Terry, adalah fungsi manajemen. Fungsi manajemen berdasarkan George R.Terry menjadi landasan dalam menjalankan aktivitas manajemen. Fungsi manajemen oleh G.R.Terry tercantum dalam bukunya \u201c<em>Principles of Management<\/em>\u201d. Menurut G.R.Terry, fungsi manajemen dibagi menjadi empat fungsi dasar. Fungsi-fungsi tersebut adalah: Prinsip Perencanaan (<em>Principle of Planning<\/em>), Prinsip Organisasi (<em>Principle of Organization<\/em>), Prinsip Pengarahan (<em>Principle of Direction<\/em>), dan Prinsip Pengendalian (<em>Principle of Control<\/em>).<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Prinsip Perencanaan (<em>Principle of Planning<\/em>)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Gambaran umum tentang lokasi Pemerintahan Desa atau Kelurahan<\/strong><br \/>\nLokasi penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian untuk memperoleh data yang berasal dari informan. Penentuan lokasi penelitian sangatlah penting sesuai dengan menentukan penelitian atau mempermudah dalam menentukan penelitian. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya. Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan adalah salah satu dari kelurahan yang ada di kota Surabaya. Kelurahan Jepara ini memiliki luas dengan total wilayah 8 hektar yang meliputi 9 RW (Rukun Warga) dan 97 RT (Rukun Tetangga) yang tersebar di seluruh wilayah Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya. Secara administratif batas-batas wilayah Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya adalah sebagai berikut :<\/p>\n<ol>\n<li>Sebelah Utara : Kelurahan Moro Krembangan<\/li>\n<li>Sebelah Timur : Kelurahan Bubutan<\/li>\n<li>Sebelah Selatan : Kelurahan Gundih<\/li>\n<li>Sebelah Barat : Kelurahan Dupak<\/li>\n<\/ol>\n<p>50 Jumlah penduduk masyarakat Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya terdiri dari 5.099 Kepala Keluarga, 15.105 orang Laki \u2013 laki dan 15.009 orang Perempuan sehingga jumlah keseluruhan dari masyarakat Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya adalah 30.114 orang. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya karena melihat dari beberapa pertimbangan yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Adanya keluhan dari masyarakat sekitar Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya terkait pelayanan yang diberikan oleh petugasnya.<\/li>\n<li>Dari segi keterjangkauan waktu, tempat dan biaya penelitian karena lokasi penelitian berada pada daerah tempat tinggal peneliti.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Di Kelurahan Jepara ini masuk ke dalam Kawasan yang industti\u00a0 dikarenakan ada beberapa potensi yang dapat menunjang atau yang dapat membantu wisata tersebut semakin berkembang lebih baik. Potensinya yang termasuk ke dalam Kawasan industri adalah sebagai berikut ini:<\/p>\n<p><strong>Pendidikan \u00a0<\/strong>: tk bhakti islam , sdn jepara surabaya , mi darussalam bubutan surabaya, sd roudlotul ulum surabaya, sd islam pandansari surabaya, sd dumas<\/p>\n<p><strong><u>Kesehatan \u00a0<\/u><\/strong><strong><u>:<\/u><\/strong> <u>RSUD Husada Prima, <\/u>IBI Surabaya , <u>Bidan Zulfiyah<\/u><\/p>\n<p><strong>Industri<\/strong><u> : \u00a0Jaya Logam UD<\/u>, <u>Jawa Metalindo Prima Industri. PT<\/u><\/p>\n<p><strong>Perdagangan : <\/strong>kategori industri pengolahan, kategori\u00a0<em><strong>perdagangan<\/strong><\/em>\u00a0dan reparasi mobil sepeda motor,<\/p>\n<p><strong>Pemukiman pekerja : <\/strong>Kos kos an , mess pekerja , asrama polisi<\/p>\n<p><strong>Fungsi<\/strong><\/p>\n<p>Kelurahan Jepara yang berada di Pusat kota memiliki peran penting dalam sektor ekonomi dengan menyediakan pusat bisnis, perdagangan, dan jasa. dengan potensi yang ada sebaik mungkin di fungsikan dengan baik seperti meningkatkan peluang usaha dan industri lokal, melakukan pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi penduduk setempat, Bangun hubungan baik dengan komunitas setempat dan libatkan mereka dalam proses pengembangan usaha. selain itu juga menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang memadai serta mengadakan program \u00a0pelestarian lingkungan agar wilayah tersebut tetap terjaga ke asriannya.<\/p>\n<p><strong>Tujuan<\/strong><br \/>\nTentu saja ini merupakan bidang yang sangat strategis dalam pengelolaan dan operasional usaha, dan tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekitar melalui penyediaan layanan kesehatan dan fasilitas umum lainnya.Memastikan pengelolaan perekonomian kecamatan dikembangkan dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak berdampak pada ekosistem setempat. Menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal. Mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dengan mendukung usaha kecil dan menengah (UKM), koperasi dan pengusaha lokal untuk mengembangkan usaha.<\/p>\n<p><strong>KONTRIBUSI KELURAHAN DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Membantu masyarakat dalam hal ekonomi, masyarakat dapat berjualan di area.<\/li>\n<\/ol>\n<p>2.Mengembangkan infrastruktur<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Meningkatkan Keterlibatan dan Kesadaran Masyarakat<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>MANAJEMEN<\/strong><br \/>\nDi dalam beberapa potensi tersebut yang dapat membantu untuk berkembangnya wisata tersebut atau yang dapat menunjang potensi wisata tersebut terdapat juga beberapa fungsi manajemennya yaitu:<\/p>\n<p><strong>Planning:<\/strong>Penggunaan sertifikat Halal dan label BPOM, digitalisasi promosi melalui e-commerce dan media sosial, investasi pada mitra lain pendukung UMKM .Pengembangan inovasi Sandal \u00a0dan pengembangan infrastruktur industri.Selain itu, program pelatihan dan pendidikan akan dikembangkan bagi industri untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar dapat berkontribusi pada sektor industri yang sedang berkembang. Memperkuat kemitraan industri lokal Pengorganisasian: Beberapa pemangku kepentingan utama berperan dalam perencanaan kegiatan. Di bawah ini adalah orang-orang utama yang menjadi pemegangnya, seperti lurah, sekretaris lurah, ketua PKK<\/p>\n<p>Rahasia sukses mengembangkan industry \u00a0adalah perencanaan yang matang. Tahap selanjutnya adalah merancang pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter setelah potensi desa sudah dikenal dan melibatkan masyarakat serta pemangku kepentingan terkait. Berikut adalah beberapa faktor yang harus dipertimbangkan ketika merancang dan mengembangkan infrastruktur:<\/p>\n<ul>\n<li>Pengelolaan Lingkungan, memastikan keramahan dan kelestarian lingkungan yang akan menjadi pertimbangan saat mengembangkan desa wisata. Agar kawasan tersebut tetap menarik bagi wisatawan.<\/li>\n<li>Peningkatan Aksesibilitas, memperhatikan peningkatan aksesibilitas jalan dan transportasi umum menuju<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Organizing<\/strong><\/p>\n<p>Mengembangkan berkelanjutan memerlukan keterlibatan aktif masyarakat serta kerjasama pemangku kepentingan terkait lainnya. Melibatkan masyarakat sejak awal akan menumbuhkan rasa akuntabilitas dan kepemilikan terhadap pertumbuhan kota pariwisata. Berikut beberapa tindakan yang dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Diskusi dan Konsultasi, selenggarakan diskusi terbuka dengan penduduk setempat untuk mengetahui kebutuhan dan tujuan mereka dalam mengembangkan desa wisata.<\/li>\n<li>Pendekatan Partisipatif, berpartisipasi dalam perencanaan melibatkan masyarakat, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan program pengembangan<\/li>\n<li>Kemitraan, untuk membantu pengembangan desa wisata, jalin aliansi dengan berbagai kelompok terkait, seperti lembaga pemerintah, sektor swasta, LSM, dan akademisi.<\/li>\n<li>Sosialisasi, Memberikan informasi kepada penduduk setempat tentang bagaimana mereka dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan desa wisata, serta keuntungan dan dampak positif yang menyertainya.<\/li>\n<li>Usaha home industri produk inovatif yang berasal dari hasil laut, sudah cukup banyak dilakukan oleh banyak masyarakat di desa-desa, namun tanpa adanya bimbingan, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dari pihak-pihak lain yang ahli di bidangnya, maka akan mustahil usaha home industry akan dapat berhasil dengan baik. Oleh karena itu untuk mengawalinya perlu dibentuk Kelompok-Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang nantinya bisa berkembang ke masyarakat yang lain yang lebih intensif.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Actuacting \/Tugas Pokok dan Fungsi<\/strong><\/p>\n<p>Untuk mengembangkan potensi wisata di Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan. Beberapa contoh actuating yang dapat membantu mengembangkan potensi wisata di wilayah tersebut antara lain:<\/p>\n<p>a.Pengembangan Infrastruktur: Meningkatkan infrastruktur pariwisata seperti jalan, trotoar, dan fasilitas umum lainnya untuk memudahkan akses wisatawan.<\/p>\n<ol>\n<li>Pengembangan industri : Mendorong pengembangan yang ada di sekitar Kelurahan Kelurahan , seperti mempromosikan potensi wisata alam, sejarah, budaya, dan kuliner.<\/li>\n<li>Pelatihan dan Pendidikan: Memberikan pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat setempat mengenai pelayanan wisata, pelestarian lingkungan, dan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Lurah : <\/strong>Melaksanakan tanggung jawab serta pengawasan dalam program, Memberikan hasil laporan program kepada Camat . Melakukan pengelolaan dalam pelaksanaan program, Mendanai dan memfasilitasi pelaksanaan program<\/p>\n<p><strong>Sekretaris lurah : <\/strong>Kelola dokumen dan surat penting yang terkait dengan program Anda. Memberikan laporan hasil \u00a0program kepada \u00a0lurah dan menyiapkan usulan dan laporan hasil program .<\/p>\n<p><strong>Ketua Kelompok PKK : <\/strong>Memberikan kepemimpinan yang kuat untuk memandu anggota, Mengoordinasikan semua kegiatan guna memastikan semua anggota berpartisipasi aktif, Mengelola hubungan kerjasama dengan antar mitra<\/p>\n<p><strong>Controlling :<\/strong>Berikut kriteria atau indikator keberhasilan yang diharapkan setelah pelaksanaan program: industri sandal dan cookies mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan mendorong pengembangan pasar produk olahan dengan mengadopsi teknologi modern; Meningkatkan produktivitas \u00a0sandal dan cookies .Melalui strategi pemasaran yang efektif dan peningkatan kualitas produk, kami akan menyediakan produk makanan khas kelurahan Jepara. Melalui pelatihan dan dukungan dari Tim Pengabdian khususnya dalam produksi pengemasan produk (packaging dan labeling), niat dan semangat anggota kelompok berangsur-angsur meningkat. Selain itu, juga menerima partisipasi dan dorongan dari kepala desa untuk secara aktif mengambil dan membeli hasil produksi kelompok, berapapun jumlah hasil produksinya.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan:<\/strong><\/p>\n<p>Melalui pemanfaatan teknologi UMKM, diversifikasi industri pertanian dan pemberdayaan masyarakat, dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam mencapai visi pembangunan berkelanjutan.Upaya bersama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal dapat menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan menambah nilai \u00a0produk lokal.<\/p>\n<p>Kelurahan Jepara tidak hanya terbatas pada sumber daya alamnya, namun juga \u00a0kemampuan \u00a0beradaptasi terhadap perubahan dan memanfaatkan teknologi.Dengan inovasi berkelanjutan, pendekatan berkelanjutan, dan keterlibatan aktif masyarakat, Kelurahan Jepara \u00a0berpotensi menjadi model pembangunan desa yang sukses dan inspiratif.Perbaikan yang berkelanjutan di sektor pedagang dan industri akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan penduduknya, dan Kelurahan Jepara akan menjadi contoh perubahan positif dalam peta pembangunan.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Saran<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Berdasarkan\u00a0 pembahasan dan kesimpulan, peneliti memberikan saran sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Diharapkan pemerintah dapat menentukan kebijakan yang tepat untuk mengatasi permasalahan PKL dengan mengeluarkan peraturan terkait untuk mengembalikan operasional perkeretaapian secara baik. jalur hijau\u00a0 dan keselamatan penumpang. Pedagang dan pembeli bisa lebih percaya diri.<\/li>\n<li>Pengurus Pasar atau Direktur Pasar Dupak Magersar diharapkan mampu meyakinkan para pedagang untuk tidak memajang barang dagangannya terlalu dekat dengan jalan raya dan lebih memperhatikan kebersihan pinggir jalan agar tidak mengganggu jalannya kereta. lalu lintas<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dosen pengampu : Dr. Endang Indartuti, M.si. Disusun oleh : Adhita amalia arimbi 1112100081 PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Manajemen Pengembangan Perindustrian dan Pedagang Kaki Lima di Kelurahan Jepara, Bubutan, Surabaya George R.Terry adalah seorang ahli manajemen yang gagasannya diterima secara luas. Salah satu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-10166","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-makalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10166"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10166\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}