{"id":10148,"date":"2023-12-30T10:23:53","date_gmt":"2023-12-30T02:23:53","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=10148"},"modified":"2023-12-30T10:23:53","modified_gmt":"2023-12-30T02:23:53","slug":"penjual-keripik-singkong-di-usia-yang-masih-muda-tembus-hingga-ratusan-pcs-setiap-harinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/penjual-keripik-singkong-di-usia-yang-masih-muda-tembus-hingga-ratusan-pcs-setiap-harinya\/10148\/","title":{"rendered":"PENJUAL KERIPIK SINGKONG DI USIA YANG MASIH MUDA TEMBUS HINGGA RATUSAN PCS SETIAP HARINYA"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-240.jpg\" alt=\"\" width=\"673\" height=\"654\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10150\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-240.jpg 673w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-240-300x292.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-240-150x146.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 673px) 100vw, 673px\" \/><\/p>\n<p>Oleh : <strong>MEYLINDA APRILIA <\/p>\n<p>Martapura JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Dapat dibilang penjual keripik singkong sukses di usia yang masih muda, Siti Ruqayyah (20) yang akrab disapa Qayah atau Amay. Merupakan mahasiswa UIN (Universitas Islam Negeri) Antasari Banjarmasin semester 5 yang sukses menjadi pelaku UMKM di usia muda.<\/p>\n<p>Amay merupakan pemilik usaha keripik singkong \u201ckeripik singkong daun purut Pakde\u201d yakni bisnis yang bergerak dalam produk makanan ringan atau cemilan. Memulai bisnis ini pada 12 desember 2019 dan setiap harinya keripik ini di olah hanya dibantu kedua orang tuanya. <\/p>\n<p>Menjadi seorang mahasiswa yang aktif dan sembari melakukan usahanya sendiri, amay sendiri memiliki tantangan yang sangat luar biasa mrembagi waktu. Hal tersebut juga dapat membuatnya ingin menunjukkan kepada pemuda dan pemudi diluaran sana bahwa kita bias produktif di usia muda. <\/p>\n<p>\u201cAwal mula waktu itu coba \u2013coba bikin sama ibu karena dirumah bapak lagi panen singkong banyak, bingung mau bikin apa dan dirumah waktu itu lagi ngga ada cemilan. Akhirnya aku bilang sama ibu \u2018gimana singkongnya kita bikin keripik aja bu\u2019. <\/p>\n<p>Akhirnya ibu bilang iya bikin keripik singkong saja, singkongnya terlalu banyak takut busuk kalo ngga dibikin apa-apa dan mubajir juga kalo dibuang gitu aja. Waktu itu kondisinya aku butuh biaya buat kuliah dan disaat itu juga Bapak sama Ibu aku lagi tidak punya biaya buat kuliah, akhirnya aku berpikir buat jualan keripik singkong. <\/p>\n<p>Mulanya jualan keripik singkong itu online saja dan memberi nama keripik itu \u201cKeripik singkong daun purut Pakde\u201d, tidak lama keripik aku banyak peminatnya dan setiap hari orderan membludak. Karna waktu itu juga banyak yang tidak kebagiaan sama keripik aku waktu pembelian online, dan akhirnya aku berpikir untuk jualan keripik aku di offline. Waktu itu aku taruh jualan aku ditoko sembako teman aku lumayan banyak peminatnya dan setiap minggunya kalo di hitung-hitung keripik aku laku sekitar 300 pcs untuk setiap minggunya\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Amay juga mengatakan mengembangkan bisnis keripik ini sangat tidak mudah, karena berpikir persaingan penjualan keripik sangat banyak tapi soal itu tidak ada kata menyerah. Demi membahagiakan diri sendiri dan orang tua, uang hasil itu juga biasa membiayai perkuliahan hingga saat ini.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-104.jpg\" alt=\"\" width=\"821\" height=\"506\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10149\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-104.jpg 821w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-104-300x185.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-104-768x473.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-104-150x92.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-104-696x429.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 821px) 100vw, 821px\" \/><\/p>\n<p>Kemudian disaat wawancara itu juga saya menemui Lailati (52), yakni Ibunya Amay. Beliau juga mengaku sangat bangga terhadap anak bungsu perempuannya ini yang sudah membuka usaha sendiri diusia yang masih muda demi membiayai keperluannya sendiri mulai membeli kebutuhan pribadi dan membayar UKT untuk kuliahnya. Lailati juga mengaku sering membantu Amay membuat pengolahan keripiknya karena kesian melihat anaknya melakukannya itu sendirian.<\/p>\n<p>\u201cDari dulu saya selalu mendukung kegiatan anak saya selagi kegiatan itu positif, saya juga sebagai seorang Ibu siap sedia membantu anak saya selagi ada waktu luang dan tidak sedang berjualan dipasar\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Amay mengaku ini adalah langkah awal kariernya saat ini sebagai puncak bisnisnya, ia juga mengaku langkah awal bisnisnya adalah awalan dari menuju masa depan dan menghantarkannya sebagai pembisnis muda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : MEYLINDA APRILIA Martapura JurnalPost.com \u2013 Dapat dibilang penjual keripik singkong sukses di usia yang masih muda, Siti Ruqayyah (20) yang akrab disapa Qayah atau Amay. Merupakan mahasiswa UIN (Universitas Islam Negeri) Antasari Banjarmasin semester 5 yang sukses menjadi pelaku UMKM di usia muda. Amay merupakan pemilik usaha keripik singkong \u201ckeripik singkong daun purut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-10148","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10148"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10148\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}