JurnalPost.com – Stunting adalah masalah serius yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis anak-anak. Dalam upaya pencegahan stunting, pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif pada bayi selama 6 bulan merupakan langkah kunci. Mahasiswa KKN TIM II Undip turut serta dalam mengatasi permasalahan ini dengan mengadakan sosialisasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif, pelatihan cara menyusui yang benar, serta sosialisasi mengenai stunting di Desa Bade.
Pada tanggal 2 Agustus 2023, mahasiswa KKN TIM II Undip akan melaksanakan rangkaian kegiatan di Balai Desa Bade. Kegiatan di Balai Desa Bade tersebut meliputi sosialisasi, pelatihan, dan sesi tanya jawab. Tempat ini dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena dapat menampung cukup banyak peserta dengan nyaman. Mahasiswa KKN TIM II Undip akan menjadi penyelenggara utama dalam kegiatan ini. Kader posyandu dan ibu-ibu hamil serta ibu menyusui di Desa Bade juga akan berpartisipasi dalam sosialisasi dan pelatihan.
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah langkah penting dalam pencegahan stunting. Namun, masih banyak ibu hamil dan ibu menyusui yang belum memahami pentingnya praktik ini. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang benar dan akurat mengenai ASI eksklusif serta dampak positifnya dalam mencegah stunting. Kegiatan akan dimulai dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif. Selanjutnya, akan dilakukan pelatihan kepada ibu hamil dan menyusui mengenai posisi dan perlekatan menyusui yang benar. Kemudian, akan ada sesi sosialisasi mengenai stunting dan dampaknya pada pertumbuhan anak. Kegiatan akan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana peserta dapat bertanya langsung kepada narasumber.

Upaya mahasiswa KKN TIM II Undip dalam melakukan pembinaan pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan sebagai langkah pencegahan stunting merupakan langkah positif dan diharapkan memberi manfaat. Edukasi yang diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui di Desa Bade diharapkan akan meningkatkan kesadaran mereka mengenai pentingnya praktik ini. Kolaborasi antara mahasiswa dan kader posyandu mencerminkan semangat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui edukasi dan aksi