
ACEH TAMIANG, JurnalPost.com — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir ditunjukkan oleh Universitas Samudra melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Bencana dengan menghadirkan teknologi ultrafiltrasi sebagai solusi penyediaan air bersih di Desa Matang Ara Jawa, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan yang mengusung judul “Implementasi Alat Ultrafiltrasi untuk Penyediaan Air Bersih Pascabencana Banjir di Desa Matang Ara Jawa, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang” ini dilaksanakan oleh dosen Teknik Industri, Sastika Amalia, S.T., M.T., bersama tiga mahasiswa Teknik Industri.
Program ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sosialisasi pada 15 Februari 2026 dan implementasi alat pada 8 Maret 2026. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi pascabanjir yang menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.
Air yang tersedia umumnya keruh dan tidak layak digunakan, sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat. Kondisi tersebut mendorong tim PKM untuk menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang dapat digunakan secara langsung di lapangan.
Pada tahap sosialisasi, tim memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih pascabencana. Masyarakat juga diperkenalkan dengan alat ultrafiltrasi yang dapat digunakan tanpa listrik serta mudah dioperasikan.
Selain itu, masyarakat diberikan edukasi terkait cara penggunaan alat, perawatan, serta penggantian komponen agar alat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini turut disertai dengan pembagian nasi kotak dan kue kepada masyarakat setempat.
Kepala dusun Alur Nyamuk menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Setelah banjir, kami memang kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan adanya alat ini, masyarakat sangat terbantu,” ujarnya.
Sementara itu, ketua tim PKM, Sastika Amalia, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan. “Kami ingin masyarakat mampu menggunakan dan merawat alat ini secara mandiri, terutama saat kondisi darurat,” jelasnya.

Pada tahap implementasi, alat ultrafiltrasi dipasang di fasilitas umum seperti mushala dan pesantren. Masyarakat dapat langsung memanfaatkan alat tersebut untuk mengolah air dari berbagai sumber menjadi air bersih yang layak digunakan.
Alat ini dirancang khusus untuk kondisi darurat, tidak memerlukan listrik, dan mudah dioperasikan. Dengan sistem penyaringan menggunakan membran ultrafiltrasi dan karbon aktif, alat ini mampu menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, serta aman digunakan.
Melalui kegiatan ini, tim PKM Universitas Samudra berharap dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat di masa mendatang.
Link video kegiatan PKM Tanggap Bencana :