
Surabaya, JurnalPost.com, 13 januari 2024 – Tepat pada hari Minggu pukul 07:00 WIB UNTAG Surabaya melaksanakan upacara pelepasan peserta pengabdian masyarakat ke Mojokerto yang tersebar di seluruh Kecamatan Gondang dan Pacet di depan gedung Graha Wiyata. Sebanyak 611 peserta mengikuti upacara tersebut. Para peserta diminta oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNTAG Surabaya untuk datang pada pukul 06:00 agar menyiapkan segala persiapan di kampus mulai dari loading barang bawaan ke bus dan mengambil beberapa barang yang disediakan oleh LPPM seperti layar proyektor dan LCD, banner, konsumsi, 1 dus air gelas, kalender, brosur, beserta voucher UNTAG yang harus dibagikan kepada seluruh mitra atau masyarakat sekitar. Pengabdian kepada masyarakat ini mengangkat tema “Penerapan Inovasi dan IPTEKS Patriot Merah Putih Bagi Masyarakat”. Pengabdian ini dilaksanakan dari tanggal 13 – 24 Januari 2024 nanti.
Armada yang dipakai untuk menuju lokasi pengabdian telah disediakan oleh pihak LPPM dengan 15 bus dan 6 elf. Armada bus dan elf ini sudah diberi nama sesuai kelompok desa yang akan dituju, contohnya saja seperti kelompok pengabdian masyarakat R13 yang akan menuju Desa Gondang, Kecamatan Gondang Mojokerto. Kelompok ini terdapat 34 anak yang akan menuju desa tersebut. Peserta pengabdian R13 sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini, setelah semua barang-barang dimasukkan ke dalam bus saatnya semua kelompok dari R1 hingga R18 menuju lapangan di depan Graha Wiyata untuk mengikuti upacara pembukaan. Tentunya dalam upacara ini yang paling ikonik adalah seremonial pemasangan topi tanda disahkannya seluruh peserta untuk melaksanakan pengabdian selama 12 hari.

Seremonial pemasangan topi ini diwakilkan oleh 2 anak salah satunya adalah Chyntia, selaku ketua KKN R7 Desa Wonoploso. Seluruh peserta yang mengikuti upacara ini pun serentak memasang topi merah bersama-sama dengan seragam kaos berwarna merah khas UNTAG Surabaya. Setelah upacara selesai dilakukan semua peserta menuju ke belakang Graha Wiyata tempat terparkirnya armada yang akan mengantarkan peserta ke masing-masing tujuan. Kelompok R13 langsung menuju ke bus tetapi tidak langsung naik ke dalamnya melainkan masih melakukan foto bersama dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Ibu Novi Andari. Setelah melakukan sesi foto bersama, kelompok R13 berbaris untuk masuk ke dalam bis dengan anak humas yang siap mendokumentasikan momen tersebut.
Safina Nur Tyas Utami selaku ketua KKN R13 mengambil tempat duduk yang paling depan bersama dengan bendahara kelompok R13 bernama Jihan. Semua anak-anak yang berada dalam rombongan bus mulai bersenda gurau selama perjalanan. Tepat di dalam bus kelompok R13 terdapat fasilitas Tv, anak-anak mulai me-request untuk menyetel lagu favorit mereka selama perjalanan. Tak dipungkiri ternyata ada salah satu anggota dari KKN R13 yang menyetel lagu unik yang mengundang gelak tawa seluruh penumpang di dalam rombongan bus tersebut. Bisa dibilang lagu yang diputar merupakan lagu yang tidak jelas, karena iramanya dan liriknya sangat tidak nyambung dan hal tersebut cukup menghibur kelompok R13. Sempat sesekali bus yang ditumpangi oleh R13 berpapasan dengan bus kelompok lain dan membuat anak perempuan yang duduk di dekat jendela menyapa teman karibnya yang berada di bus sebelah yang berpapasan tadi. Selama perjalanan menuju desa, pihak LPPM meminta seluruh ketua kelompok untuk share live location masing-masing demi memudahkan panitia dari pihak LPPM memantau setiap kelompok yang berangkat.
Tak memakan waktu yang lama kelompok R13 sampai di lokasi desa tujuan disusul dengan kelompok yang lain juga. Sampai di lokasi seluruh anak kelompok R13 melakukan loading out dan mempersiapkan seluruh barang bawaan di posko masing-masing.
Penulis: Safina Nur Tyas Utami