
JurnalPost.com – Industri tekstil merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Tumbuhnya sektor industri ini tentu akan meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita, yang kemudian menjadi motor penggerak ekonomi bangsa. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan industri tekstil adalah optimalisasi persediaan bahan baku.
Persediaan bahan baku yang optimal dapat membantu industri tekstil untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan keuntungan mereka. Dalam dunia industri, pengelolaan bahan baku yang efisien dapat menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah bisnis. Khususnya di industri tekstil lokal, di mana variasi bahan baku sangat luas dan kompleks. Sehingga metode analisis ABC dapat menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan manajemen pengelolaan yang lebih efektif dan efisien.
Menurut Iyan Supriyadi, metode analisis ABC adalah proses klasifikasi produk berdasarkan nilai dan tingkat kritisnya terhadap operasi bisnis, dimana kelompok A terdiri dari bahan baku yang memiliki nilai paling tinggi dan tingkat kritis paling tinggi, kelompok B terdiri dari bahan baku yang memiliki nilai menengah dan tingkat kritis menengah, dan kelompok C terdiri dari bahan baku yang memiliki nilai paling rendah dan tingkat kritis paling rendah.
Penerapan Metode Analisis ABC pada Industri Tekstil Lokal
Langkah pertama dalam menerapkan metode analisis ABC adalah mengidentifikasi semua bahan baku yang digunakan oleh industri tekstil lokal. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat daftar lengkap bahan baku yang digunakan, beserta informasi seperti nama, spesifikasi, dan sumber pemasok. Selanjutnya, pelaku industri tekstil lokal harus menentukan nilai bahan baku yang digunakan dengan memperhatikan faktor harga beli, biaya penyimpanan, serta dampaknya terhadap operasi bisnis.
Setelah menentukan nilai bahan baku, langkah selanjutnya adalah menentukan tingkat urgensi dari tiap-tiap bahan baku. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat ketersediaan bahan baku di pasaran, waktu tunggu pemesanan, serta dampak bahan baku tersebut terhadap proses produksi. Sehingga dari Setelah menentukan nilai dan tingkat kritis bahan baku, bahan baku dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu:
• Kelompok A: Kelompok ini terdiri dari bahan baku dengan nilai tinggi dan tingkat kritis tinggi. Bahan baku dalam kelompok ini harus mendapat perhatian dan kontrol yang lebih ketat. Untuk bahan baku dalam kelompok A, strategi pengelolaan persediaan yang tepat adalah dengan menerapkan sistem persediaan “just-in-time”. Sistem ini memastikan bahwa bahan baku hanya tersedia di gudang ketika dibutuhkan, sehingga meminimalkan biaya penyimpanan. Dalam industri tekstil, bahan baku yang termasuk dalam kelompok ini adalah kain, benang, dan pewarna.
• Kelompok B: Kelompok ini terdiri dari bahan baku dengan nilai tinggi dan tingkat kritis rendah. Bahan baku dalam kelompok ini masih memerlukan perhatian dan kontrol, tetapi tidak seketat bahan baku dalam kelompok A. Untuk bahan baku dalam kelompok B, strategi pengelolaan persediaan yang tepat adalah dengan menerapkan sistem persediaan “periodic review”. Sistem ini melibatkan tinjauan persediaan secara berkala untuk menentukan berapa banyak bahan baku yang perlu dipesan. Pada kelompok ini, bahan baku yang termasuk di dalamnya adalah kancing, ritsleting, dan aksesoris lainnya.
• Kelompok C: Kelompok ini terdiri dari bahan baku dengan nilai rendah dan tingkat kritis rendah. Bahan baku dalam kelompok ini tidak memerlukan banyak perhatian dan kontrol. Untuk bahan baku dalam kelompok C, strategi pengelolaan persediaan yang tepat adalah dengan menerapkan sistem persediaan “fixed order quantity”. Sistem ini melibatkan pemesanan bahan baku dalam jumlah yang tetap pada interval waktu yang teratur. Dari strategi tersebut, yang bahan baku yang termasuk dalam kelompok ini adalah lem, kertas pola, dan bahan baku lain yang kurang esensial.
Analisis ABC merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bahan baku dalam industri tekstil lokal. Penerapan metode ini dapat membantu industri tekstil lokal untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan keuntungan yang mereka dapatkan. Dengan penerapan analisis ABC yang tepat, industri tekstil lokal dapat meningkatkan daya saingnya di pasar global serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Penulis : Larasati Herefa Kun Anadiana (Universitas Airlangga, FTMM, Teknik Industri)
Daftar Referensi:
https://www.linkedin.com/pulse/analisis-klasifikasi-abc-dalam-management-inventory-iyan-supriyadi/
Setiawan, Jandu. “Pengendalian Bahan Baku dengan Metode Analisis ABC pada Pt. Soelystyowaty Kusuma Tekstile Sragen.” (2010).