
JurnalPost.com – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama dalam struktur perekonomian nasional Indonesia, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perdesaan. Keberadaan UMKM tidak hanya berperan sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi sarana pemerataan ekonomi, pengurangan angka pengangguran, serta penguatan ketahanan ekonomi berbasis komunitas. Namun demikian, di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat, masih banyak UMKM perdesaan yang menghadapi berbagai kendala struktural, terutama keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital serta lemahnya pembangunan identitas usaha yang profesional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada rendahnya daya saing UMKM, keterbatasan jangkauan pasar, dan minimnya interaksi dengan konsumen secara berkelanjutan.
Realitas tersebut menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Pemberdayaan UMKM Dapur Berkah Melalui Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Rebranding sebagai Media Promosi Terpadu. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2026 dan berlokasi di Dusun Wonosari, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sasaran utama kegiatan adalah UMKM Dapur Berkah, sebuah usaha katering rumahan milik Ibu Zaenab yang sebelumnya dikenal dengan nama Berkah Catering. Usaha ini telah berjalan cukup lama dan memiliki kualitas produk yang baik, namun belum didukung oleh strategi pemasaran yang efektif dan identitas merek yang kuat, sehingga potensi pengembangan usahanya belum dapat dimaksimalkan secara optimal.
Pada kegiatan yang tersebut dilakukan oleh Muhamad Hifmi Maulana dan dengan dosen pendamping lapangan Ibu Novi andriani, S.S, M.Pd, mengawali rangkaian program dengan tahapan observasi dan wawancara mendalam. Tahapan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi usaha mitra, mulai dari sistem produksi, pola pemasaran yang selama ini digunakan, tingkat pemahaman terhadap teknologi digital, hingga kendala dan kebutuhan pengembangan usaha yang paling mendesak. Pendekatan partisipatif ini dipilih agar program yang dirancang benar-benar sesuai dengan karakteristik dan kapasitas UMKM mitra.
Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui bahwa keterbatasan dalam pemasaran digital dan lemahnya identitas merek merupakan faktor utama yang menghambat perkembangan UMKM Dapur Berkah. Selama ini, pemasaran masih dilakukan secara konvensional melalui relasi personal dan promosi dari mulut ke mulut, tanpa dukungan media digital yang terstruktur. Selain itu, penggunaan nama usaha dan tampilan visual yang belum konsisten menyebabkan usaha sulit dikenali dan dibedakan dari usaha sejenis. Menanggapi permasalahan tersebut, tim pelaksana merancang dan melaksanakan pelatihan digitalisasi pemasaran dengan menitikberatkan pada pemanfaatan media sosial serta pengembangan linktree sebagai media promosi digital terpadu.
Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung, sehingga pelaku UMKM tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan teknis dalam mengelola akun media sosial, menyusun konten promosi, serta mengintegrasikan berbagai kanal informasi usaha dalam satu tautan digital. Pendekatan ini dinilai efektif karena mendorong kemandirian pelaku UMKM dalam menjalankan aktivitas pemasaran secara berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain aspek digitalisasi, pendampingan rebranding juga menjadi strategi utama dalam program ini. Nama usaha diubah menjadi Dapur Berkah untuk menciptakan kesan yang lebih sederhana, modern, dan mudah diingat oleh konsumen.

Proses rebranding tidak hanya terbatas pada perubahan nama, tetapi juga mencakup pembuatan logo baru, penyusunan buku menu dalam bentuk cetak dan digital, serta pengembangan media promosi dengan tampilan visual yang konsisten. Rebranding ini dirancang sebagai upaya membangun identitas usaha yang profesional dan kredibel, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka. Dengan identitas merek yang lebih jelas, UMKM Dapur Berkah diharapkan dapat memperluas segmen pasar dan meningkatkan nilai tambah produknya.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM terkait pemasaran digital, terbentuknya identitas merek yang lebih profesional, serta meluasnya jangkauan promosi dan interaksi dengan konsumen. Pelaku UMKM juga menunjukkan sikap yang lebih percaya diri dalam mengelola usahanya dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha. Pengalaman UMKM Dapur Berkah menegaskan bahwa digitalisasi pemasaran dan rebranding merupakan instrumen strategis dalam pemberdayaan UMKM perdesaan apabila dilaksanakan secara sistematis, partisipatif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, model kegiatan ini dinilai layak untuk direplikasi sebagai upaya penguatan ekonomi lokal berbasis komunitas di wilayah perdesaan lainnya.