Penulis: Raissa Sekar Nurpuri
Universitas Negeri Surabaya
JurnalPost.com – Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Di Indonesia, konsep pendidikan terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan zaman dan tuntutan kemajuan global. Salah satu inovasi terkini yang tengah menjadi sorotan adalah implementasi Kurikulum Merdeka.
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum baru yang diusung oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Indonesia. Kurikulum ini bertujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia dengan mengedepankan nilai-nilai ke-Indonesiaan dan kearifan lokal. Salah satu konsep penting dalam Kurikulum Merdeka adalah konsep pembelajaran.
Konsep pembelajaran dalam kurikukulum Merdeka mengacu pada pendekatan yang berpusat pada peserta didik. Artinya, siswa akan dijadikan jurusan dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya diajarkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga diberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan pribadi dan kreativitasnya. Pendekatan pembelajaran kurikulum merdeka ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang lebih mandiri, kreatif dan inovatif. Prinsip pendekatan pembelajaran kurikulum merdeka antara lain:
1. Pendidikan berpusat pada peserta didik
Pendidikan bukan hanya tentang guru yang memberikan ilmu pengetahuan tetapi juga tentang siswa yang belajar untuk mengembangkan diri. Guru dijadikan sebagai fasilitator untuk membantu peserta didik dalam mencapai potensi diri dengan maksimal.
2. Pengalaman belajar yang menyenangkan
Pembelajaran yang menyenangkan dapat meningkatkan minat dan motivasi peserta didik dalam belajar. Oleh karena itu, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas tetapi juga di luar kelas dengan mengadakan kegiatan yang menarik dan bermanfaat.
3. Mengembangkan kreativitas dan inovasi
Peserta didik didorong untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan masalah. Pembelajaran dilakukan dengan cara yang interaktif sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan bekerja sama.
4. Pembelajaran kontekstual
Pembelajaran disesuaikan dengan konteks kehdiupan peserta didik. Kurikulummerdeka mengutamakan pembelajaran yang berbasis pada pegalaman dan kearifan local. Peserta didik akan belajar tentang nilai-nilai local dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
5. Pembelajaran inklusif
Pembelajaran tidak hanya dilakukan untuk peserta didik yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi tetapi juga untuk peserta didik yang memilii kemampuan yang berbeda-beda. Pembelajaran dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan menyediakan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik untuk mengembangkan potensi diri.
Dengan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menghasilkan generaso yang lebih berkualitas dan mampu menghadapi tantangan di masa depan. Pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan inovatif akan membuat peserta didik lebih tertarik dalam belajar dan mengembangkan diri. Semoga dengan adanya Kurikulum Merdekan ini dapat memberikan perubahan baik dalam dunia pendidikan di Indonesia.