JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Gadingkulon Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan pendampingan ini merupakan kegiatan di bawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang.
Dengan Dosen Pembimbing (DPL) yaitu, Bapak Luqman Dzul Hilmi, SE., MBA. Para Mahasiswa bimbingan dosen Bapak Luqman Dzul Hilmi, SE., MBA yaitu Kelompok 47 Gelombang 3 yang beranggotakan lima orang di antaranya Maulana Rayya Fahreza, Arida Prihatini, Naila Putri Yuaninda, Dewi Nur Maulida, Reza Farisa Febrianti.
Di tengah upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal, sebuah inisiatif unik melibatkan mahasiswa dan masyarakat desa sedang mengemuka. Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menjalin kolaborasi dengan pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa gadingkulon untuk membantu mereka dalam proses pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB).

Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada UMKM dalam mengatasi hambatan administratif yang seringkali menjadi kendala dalam pengembangan bisnis mereka. Salah satu hambatan utama yang dihadapi oleh banyak UMKM adalah proses pendaftaran NIB yang rumit dan memakan waktu.
Dengan keahlian dan pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam hal administrasi bisnis dan regulasi, serta kebutuhan mendesak untuk membantu pengusaha lokal, PMM UMM menjadi jembatan yang ideal untuk memfasilitasi kolaborasi ini.
Salah satu contoh keberhasilan dari program ini terlihat di Desa Gadingkulon, di mana sekelompok mahasiswa dari jurusan Administrasi Bisnis bekerja sama dengan beberapa UMKM setempat. Mereka tidak hanya membantu dalam proses pendaftaran NIB, tetapi juga memberikan pelatihan dan konsultasi mengenai manajemen bisnis dan pemasaran.
“Kolaborasi antara mahasiswa dan UMKM membawa manfaat ganda,” kata Bu Suminah, salah seorang pemilik UMKM di Desa Gadingkulon. “Kami mendapatkan bantuan yang kami butuhkan untuk mengurus administrasi bisnis, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengaplikasikan pengetahuan yang mereka pelajari di kelas ke dalam situasi nyata.”