
JurnalPost.com – Aceh Tamiang, Bencana banjir bandang yang melanda Desa Mesjid menyebabkan permukiman warga terendam hingga ±2 meter di beberapa titik. Dampak bencana tidak hanya merusak rumah dan peralatan rumah tangga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama warga.
Merespons kondisi tersebut, Universitas Samudra melalui Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan Tanggap Darurat Bencana sebagai wujud konkret implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan program dilakukan secara terkoordinasi oleh tim PKM yang diketuai Nurviana, S.Pd., M.PMat bersama mahasiswa, diawali dengan koordinasi dan sinkronisasi data bersama perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat guna memastikan validitas penerima manfaat, ketepatan sasaran, dan kesesuaian jenis bantuan dengan kebutuhan riil masyarakat terdampak.
Bantuan yang disalurkan berupa paket logistik kebutuhan dasar yang terdiri atas beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan, dan bahan pangan pendukung lainnya. Distribusi dilakukan secara langsung kepada masyarakat terdampak dengan prinsip tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Ketua tim pelaksana, Nurviana, S.Pd., M.PMat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan akademik perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat pada masa tanggap darurat. “Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi berbasis kepedulian dan kolaborasi. Melalui program ini, kami berupaya meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat sinergi kampus dan desa,” ujarnya.
Selain distribusi bantuan, tim juga melaksanakan pendampingan singkat dan evaluasi lapangan untuk memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal serta mengidentifikasi kebutuhan lanjutan masyarakat pascabencana.
Kegiatan ini mempertegas komitmen Universitas Samudra dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana serta kontribusi perguruan tinggi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pemerintah desa, diharapkan proses pemulihan awal masyarakat Desa Mesjid dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.