
JurnalPost.com – Kolaborasi tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Kemitraan Masyarakat Terintegrasi dengan Kegiatan Mahasiswa (PKM-TKM) Universitas Andalas (Unand) Tahun 2024 bersama mahasiswa KKN Nagari Malalak Utara melakukan pengenalan dengan masyarakat sambil mensosialisasikan kegiatan pengabdian yang akan dilakukan beberapa pertemuan kedepan, Selasa, 13 Agustus 2024.
Nagari Malalak Utara terkenal dengan hasil kulit kayu manisnya, sebagian besar masyarakat di 4 jorong yang ada di nagari tersebut berprofesi sebagai petani kayu manis disamping bercocok tanam padi.
Sejauh ini kulit kayu manis yang dihasilkan hanya dijual dalam bentuk mentah kepada penadah. Padahal jika dilakukan pengolahan lebih lanjut akan dapat meningkatkan nilai tambah kulit kayu manis tersebut dan dapat meningkatkan nilai ekonomisnya melalui diversifikasi produk olahan kulit kayu manis sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.
Masalahnya adalah tidak semua petani di Nagari Malalak mengetahui cara pengolahan kayu manis menjadi produk yang bernilai tambah seperti mengolahnya menjadi minyak atsiri, teh herbal daun kelor dengan penambahan kayu manis, sirup kayu manis, teh celup, kopi celup kayu manis dan sebagainya. Untuk itulah tim pengabdian PKM-TKM Unand hadir mensosialisaikan kegiatan yang akan dilakukan dengan tujuan membantu masyarakat dan mensosialisasikan kegiatan di beberapa pertemuan ke depan, meliputi sosialisasi tentang produk lokal kayu manis dan pengolahan produknya serta mendata UMKM yang bisa mengembangkannya kedepan.
Hasil pengumpulan data ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang akurat terkait kondisi pengembangan UMKM di Nagari Malalak Utara. Selanjutnya, kegiatan workshop pembuatan produk-produk olahan kayu manis. Disamping juga memperkenalkan bahan berupa daun kelor yang akan diolah menjadi teh herbal daun kelor dengan penambahan bubuk kayu manis sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk olahan kayu manis sebagai minuman kesehatan yang dapat mengatasi malnutrisi dan mencegah stunting yang prevalensinya cukup tinggi di Kecamatan Malalak yaitu 25,6%.
Setelah dibuka oleh Wali Nagari Abdul Hamid, S.Pd.I, beliau memaparkan keadaan warga nagari setempat terkait kondisi produksi komoditas kayu manis yang langsung dijual setelah dikeringkan tanpa ada pengolahan apapun.
Tim yang diketuai Dr. Fitriani Kasim, S.TP, M.Si, dari Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian yang dibantu oleh anggota tim Dr. Syahrial, SKM, M. Biomed, dari Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Vioni Derosya, PhD dari Departemen Teknologi Industri Pertanian bersama 2 orang mahasiswa Fadla dan Dhea Firsha Aprillia, dan mahasiswa KKN, pada kunjungan awal ini memberikan semangat agar masyarakat setempat dapat memanfaatkan teknologi dalam mengolah komoditas kayu manis (cassiavera).
Hal ini diharapkan agar petani kayu manis dan masyarakat nagari setempat dapat menikmati nilai tambah dari komoditas kayu manis tersebut dengan melakukan pengembangan produk. Beliau juga mengusulkan dan menargetkan agar Nagari Malalak Utara mempunyai pusat galeri “Si Manis dari Malalak Utara” sebagai pusat informasi dan edukasi dan pengembangan produk kayu manis yang menjadi ciri khas nagari tersebut.
Dr. Syahrial, SKM, M. Biomed juga menyarankan agar pengembangan produk berbasis kayu manis dapat sekaligus mencegah bahaya stunting untuk masyarakat setempat dengan mengkombinasikannya dengan daun kelor.
Wali Nagari Abdul Hamid, S.Pd.I beserta jajarannya yang terdiri dari wali jorong dan Bamus, kader PKK, kader Posyandu dan masyarakat menyambut baik dan berkeinginan agar Nagari Malalak Utara memiliki produk unggulan sehingga bisa ditampilkan di galeri milik Nagari Malalak Utara. Diharapkan dalam kunjungan berikutnya, pengembangan produk berbasis kulit manis cassiavera dapat dibina dan dikembangkan di Nagari Malalak Utara sebagai produk unggulan.
(Penulis : Dr. Fitriani Kasim, S.TP, M.Si)