
JurnalPost.com Klaten, 6 Mei 2026 – Tim magang UNS hibah jarpak LPTP Surakarta menggelar sosialisasi dan upskilling model korporasi petani di Desa Pundungan, yang terletak di kecamatan juwiring, kab Klaten. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis 6 Mei 2026, di kantor Kepala Desa Pundungan ini dihadiri oleh perangkat desa, PPL-BPP Kecamatan Juwiring, perwakilan dari LPTP Surakarta, Pengurus dan Anggota Gapoktan, serta Pengurus KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) Desa Pundungan. Acara ini bertujuan memperkuat kapasitas petani dalam mengelola korporasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pundungan.
Program korporasi petani yang dikembangkan di Desa Pundungan merupakan hasil inisiasi dari LPTP Surakarta sebagai lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, LPTP Surakarta bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Sebelas Maret melalui program Magang Hibah Jarpak dalam melakukan pendampingan, penguatan kelembagaan, serta pengembangan program korporasi petani di Desa Pundungan.
Kepala Desa Pundungan, Bapak Danang Setiawan S.E., membuka acara dengan seruan semangat. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh warga untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga bergerak bersama. “Ayo, kita lakukan bersama-sama, bukan hanya wacana. Dengan komitmen ini, saya yakin desa kita bisa maju,” ujarnya.
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah kehadiran Bapak Edi Narwanto, tokoh inspiratif dari korporasi petani Sari Agung di Sragen. Beliau menceritakan perjalanan korporasinya, yang berawal dari hanya 20 anggota, kini berkembang pesat menjadi 750 anggota dengan aset total mencapai 300 juta rupiah. “Kunci keberhasilan kami adalah kekompakan. Anggota tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung,” jelas Pak Edi, yang dijadikan role model dalam sosialisasi ini.
Sementara itu, PPL-BPP Kecamatan Juwiring menyampaikan apresiasi, karena Desa Pundungan menjadi desa pertama di Klaten yang menyelenggarakan sosialisasi semacam ini. Mereka berharap model yang dikembangkan di Pundungan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Klaten. “Desa ini punya potensi besar. Kami berharap model korporasi petani ini bisa diadopsi dan memperkuat ekonomi desa-desa lain,” kata Bu Anik PPL BPP Juwiring.
Pak Danang juga menjelaskan bahwa model korporasi di Pundungan melibatkan berbagai pihak, seperti petani, BUMDes, Lumbung Pangan, serta KDMP (Koperasi Desa Merah Putih). Dengan integrasi ini, diharapkan petani tidak lagi menjual gabah ke tengkulak, tetapi ke Lumbung Pangan yang menjamin harga lebih tinggi. Selain itu, korporasi ini juga memberikan akses modal bagi petani melalui KDMP, di mana mereka bisa meminjam sarana produksi pertanian tanpa dibebani uang tunai.
Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para petani terlihat antusias menyampaikan berbagai kendala yang selama ini mereka hadapi, mulai dari harga gabah yang tidak stabil hingga keterbatasan akses permodalan. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya kerja sama antarpetani dalam membangun kelembagaan ekonomi desa yang lebih kuat dan mandiri.
Sebagai penutup, Pak Edi juga kembali menegaskan bahwa keberhasilan tidak diraih dalam kesendirian. “Kita harus kompak, kita harus saling mendukung, baru kita bisa makmur bersama,” ujarnya. Dengan semangat ini, Desa Pundungan siap menjadi pionir dalam pengembangan korporasi petani di Klaten, membawa harapan baru bagi petani dan kesejahteraan desa.
Penulis: Tim Magang UNS Hibah Jarpak LPTP Surakarta