Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Terorisme masih menjadi ancaman di INDONESIA

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 22 September 2024

Oleh: Fazan Althaf

JurnalPost.com – Di mulai dari gerakan terorisme sejarah yang panjang pada tahun 1976, Komando jihad dengan masa yang panjang , sampai sekarang ini dengan gerakan jamaah atau singkatnya di sebut dengan ISIS. Ratusan aksi yang sudah terjadi dan ada 48 aksi terorisme pada tahun 2014-2018 di lakukan oleh jamaah yang berafiliasi dengan ISIS.
Berikut isue terorisme di indonesia mencatatkan yang dianggap dan sebagai pelaku terorisme di indonesia

1. Darul Islam Negara Islam Indonesia (D NII)
2. Jamaah islamiyah (JI)
3. Jamaah Anshar Tauhid (JAT)
4. Mujahidin Indonesia Barat (MIB)
5. Mujahidin Indonesia Timur (MIT)
6. Jamaah Ansar Daulah (JAD)

Mereka adalah jamaah yang menginginkan hal yang sama untuk mendirikan tujuan mengubah suatu kekuasaan menjadi ajaran islam dan menegakkan syariah islam dan kepemimpinannya di ubah menjadi khilafah islamiyah dengan pemikiran ghuluw takfir atau sikap yang berlebihan melampaui batas dalam beragama sehingga menganggap pemerintah indonesia adalah sebagai musuh yang di perangi oleh ajaran mereka sendiri.

Ancaman terorisme di indonesia tidak lepas dari tatanan politik global. Selain itu, sistem politik dalam negeri pun ikut memicu aksi terorisme. Dengan dua konteks itu, ancaman terorisme di indonesia akan terus mengganggu keamanan nasional, regional, dan intornasiol.

Para anggota gerakan itu menilai bahwa sistem politik yang kini diterapkan di berbagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim, termaksuk di Indonesia tidak sesuai dengan syariat islam karena itu mereka sangat ingin memperjuangkan untuk diubah agar sejalan dengan ajaran islam dan menerapkan syariat islam bagian dari cita-cita perjuangan gerakan-gerakan itu.
Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, Indonesia hampir tak pernah henti dari ancaman dan serangan terorisme. Diketahui sudah beberapa para anggota pelaku teror telah di tangkap dan dipenjarakan, namun disinyalir bahwa kader-kader mereka masih banyak yang bertebaran dan di duga tengah mengonsolidasikan gerakannya untuk melakukan teror baru.

Maka dari itu, untuk aparat keamanan dalam negeri untuk terus lebih waspada lagi, mengingat para aksi teror yang tidak di ketahui akan terus minginginkan perubahan dengan bermacam cara melakukan aksi yang tiba-tiba akan muncul kapan saja. Salah satu pengaruhnya ialah mereka juga tetap aktif melakukan konsolidasi, indoktrinasi dan propaganda di medsos, sehingga proses rekrutmen dan perencanaan amaliah teror akan terus berlangsung. Serangan teror dengan bahan sederhana dan cara-cara yang praktis seperti dorongan alamiah menggunakan pisau, gunting, golok, racun, dan alat-alat lain yang melekat dan dapat di lakukan di mana pun dan kapan pun di tempat mereka berada. Selama mereka masih ada dan belum tertangkap maka ancaman itu tetap ada.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/terorisme-masih-menjadi-ancaman-di-indonesia/16989/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 03:08.