Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Perlindungan Hak Asasi Manusia

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 22 April 2024

Oleh: Bela Ayu Kusuma Astuti dari UIN Sunan Kalijaga

JurnalPost.com – TNI merupakan komponen utama pertahanan Negara yang memiliki tanggung jawab untuk melindungi hak-hak warga negara Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, TNI berperan penting dalam menjaga kedaulatan bangsa di darat, laut, dan udara. Bagi Komnas HAM RI (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia), fungsi TNI sangat relevan dalam menjaga pertahanan Negara dan situasi dalam negeri yang seringkali penuh gejolak.

Akan tetapi masih banyak yang menyepelekan TNI dalam tugasnya. Tugas TNI sangatlah berbahaya dan penuh resiko, menjadi pasukan siap mati demi membela tanah air tercinta. TNI menyerahkan jiwa dan raganya untuk kedaulatan NKRI. TNI membawa misi untuk kesatuan dengan berdasarkan HAM. Namun, TNI sendiri sering diperlakukan tidak sama selayaknya manusia, disiksa dan dibunuh.

“Kawan kami mati dalam sebuah perintah dan tanggung jawab kami karena tugas untuk negara kami. Kami tugas tanpa HAM kawa. Kami dipukul dan dibunuh dianggap resiko dalam tugas Tapi jika kita lawan dianggap melanggar HAM ingat kami juga manusia biasa mempunyai batas kesabaran. Dokterin kami masih tetap sama membunuh dan dibunuh. Kami bisa saja buta dengan adanya Hukum”. Curhatan hati seorang prajurit TNI untuk HAM. Namun, TNI tidak akan melanggar itu semua. TNI memiliki peraturan disetiap tugasnya.

Berbicara tentang hak asasi manusia (HAM), TNI memiliki peran yang signifikan. Berikut beberapa poin yang menunjukkan bagaimana TNI juga berkontribusi dalam pemenuhan HAM:

• Pemenuhan Hak Kesehatan: TNI terlibat dalam penanganan bencana alam, konflik, dan situasi darurat lainnya. Dalam hal ini, pemenuhan hak kesehatan dan kemanusiaan bagi warga negara harus menjadi prioritas. TNI harus memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan bantuan darurat.

• Pendidikan dan Layanan Dukungan Logistik: TNI juga memastikan pendidikan dan layanan dukungan logistik bagi masyarakat. Ini merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi manusia.

• Reformasi Kelembagaan: TNI perlu terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. Standar, norma, dan nilai-nilai hak asasi manusia harus diperkenalkan dalam pendidikan dan pelatihan para personil TNI. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap TNI akan semakin tinggi.

• Pendekatan Dialogis dan Persuasi: TNI memiliki potensi untuk melakukan pendekatan dialogis dan persuasi terhadap elemen-elemen masyarakat yang bergejolak. Terlibat dalam misi perdamaian dunia juga menjadi modalitas yang baik.

• Pendekatan Humanis: TNI harus mengadopsi pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat. Menghormati martabat manusia, menghindari kekerasan berlebihan, dan memastikan perlakuan yang adil adalah prinsip yang harus dipegang teguh.

Penting untuk diingat bahwa TNI juga harus berpegang teguh pada profesionalisme, kepatuhan hukum, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dari jajaran tertinggi hingga prajurit yang bertugas di lapangan. Semua ini membuktikan bahwa melindungi HAM adalah bagian integral dari peran TNI dalam menjalankan tugas negara.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/tentara-nasional-indonesia-tni-dan-perlindungan-hak-asasi-manusia/13743/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026 22:58.