Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Tak Sekadar Hiburan: Stimulasi Kognitif Lansia Melalui Aktivitas Permainan Interaktif

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 28 Mei 2026

Oleh : Leony Elvina Nathanial, Amanda Nurhasanah, Eillen Regina Young, Willy Tasdin, M.Psi., Psikolog

JurnalPost.com – “Di mana saya meletakkan kacamata tadi?” Pertanyaan seperti ini mungkin sering terdengar dari orang tua atau kakek-nenek di sekitar kita. Lupa sesekali memang wajar, tetapi ketika kejadian tersebut semakin sering terjadi, hal itu dapat menjadi tanda adanya penurunan fungsi kognitif pada lansia. Proses penuaan merupakan bagian alami dari kehidupan yang tidak dapat dihindari. Seiring bertambahnya usia, kemampuan otak dalam mengingat, berkonsentrasi, memahami informasi, hingga mengambil keputusan dapat mengalami penurunan secara bertahap (Livingston et.al., 2020). Hal ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari lansia, tidak hanya itu, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada interaksi sosial dan hubungan lansia (Klimova & Maresova, 2021).

Fungsi kognitif merupakan kemampuan otak untuk menerima, mengolah, menyimpan, dan menggunakan informasi dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini berperan penting dalam membantu individu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri dan efektif. Menurut Woods et al. (2023), fungsi kognitif meliputi beberapa aspek, seperti memori, perhatian, bahasa, orientasi, serta kemampuan pemecahan masalah. Ketika fungsi kognitif menurun, lansia dapat mengalami gangguan memori, kesulitan berkonsentrasi, mudah bingung, hingga penurunan interaksi sosial.

Penurunan fungsi kognitif sering kali dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kualitas hidup lansia jika tidak ditangani dengan tepat (Livingston et al., 2020). Kurangnya stimulasi mental dan aktivitas sosial juga dapat mempercepat penurunan kemampuan kognitif pada lansia (Chen et al., 2024). Oleh karena itu, diperlukan berbagai aktivitas sederhana yang mampu membantu menjaga fungsi otak agar tetap aktif (Bahar-Fuchs et al., 2020).

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui aktivitas stimulasi kognitif berbasis permainan sederhana. Permainan sederhana tidak hanya berfungsi sebagai hiburan bagi lansia, tetapi juga dapat menjadi sarana stimulasi kognitif yang efektif. Aktivitas seperti berhitung, mengingat kata, tebak gambar, dan kuis ringan mampu melatih berbagai fungsi otak seperti memori, perhatian, kemampuan bahasa, serta kecepatan memproses informasi (Klimova & Maresova, 2021). Selain membantu menjaga aktivitas kognitif, permainan kelompok juga dapat meningkatkan komunikasi dan interaksi sosial antar lansia.

Manfaat permainan ini juga terlihat dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Proyek Kemanusiaan yang dilakukan Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara di Panti Werdha X pada bulan April hingga Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, stimulasi kognitif lansia dilakukan melalui aktivitas interaktif berupa permainan memory card, membentuk clay, kuis matematika, dan teka-teki. Di awal kegiatan, beberapa lansia terlihat kesulitan menangkap instruksi, lansia cenderung lebih banyak beraktivitas secara mandiri dan belum banyak terlibat dalam interaksi sosial dengan penghuni lainnya. Namun, seiring berjalannya kegiatan, lansia mulai menunjukan adanya perubahan dalam interaksi sosial lansia, penyerapan informasi dan antusiasme. Hasil observasi serta skor pre-test dan post-test juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif pada sebagian besar lansia yang secara rutin dan aktif mengikuti kegiatan stimulasi.

Di balik permainan sederhana yang dilakukan bersama lansia, terdapat manfaat yang cukup besar bagi kesehatan kognitif mereka. Aktivitas seperti permainan berhitung dan mengingat kata membantu lansia tetap aktif berpikir serta melatih daya ingat secara menyenangkan. Kegiatan yang melibatkan perhatian dan konsentrasi juga dapat membantu mempertahankan kemampuan kognitif lansia agar tetap optimal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Suasana permainan yang interaktif juga membuat lansia lebih aktif berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Menjadi tua bukan berarti penurunan fungsi kognitif harus dianggap sebagai hal yang biasa dan tidak perlu diperhatikan. Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa stimulasi kognitif tidak selalu harus dilakukan dengan metode yang rumit. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin dapat menjadi salah satu cara untuk membantu lansia tetap aktif secara mental maupun sosial. Menjaga fungsi kognitif pada lansia bukan hanya tentang mempertahankan daya ingat, tetapi juga membantu mereka tetap percaya diri, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Daftar Pustaka

Bahar-Fuchs, A., Martyr, A., Goh, A. M. Y., Sabates, J., & Clare, L. (2020). Cognitive training and cognitive rehabilitation for people with mild to moderate dementia. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2020(9). https://doi.org/10.1002/14651858.CD013069.pub2

ai, H., Assantachai, P., Akishita, M., Chew, S. T. H., Dumlao, L. C., Duque, G., Woo, J., & Iijima, K. (2024). Cognitive frailty and functional health in older adults: The role of cognitive stimulation and social participation. Geriatrics & Gerontology International, 24(2), 95–104. https://doi.org/10.1111/ggi.14789

Klimova, B., & Maresova, P. (2021). Computer-based training programs for older people with mild cognitive impairment and/or dementia. Frontiers in Human Neuroscience, 15, Article 638695. https://doi.org/10.3389/fnhum.2021.638695

Livingston, G., Huntley, J., Sommerlad, A., Ames, D., Ballard, C., Banerjee, S., Brayne, C., Burns, A., Cohen-Mansfield, J., Cooper, C., Costafreda, S. G., Dias, A., Fox, N., Gitlin, L. N., Howard, R., Kales, H. C., Larson, E. B., Ogunniyi, A., Orgeta, V., … Mukadam, N. (2020). Dementia prevention, intervention, and care: 2020 report of the Lancet Commission. The Lancet, 396(10248), 413–446. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30367-6

Woods, B., O’Philbin, L., Farrell, E. M., Spector, A. E., & Orrell, M. (2023). Cognitive stimulation to improve cognitive functioning in people with dementia. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2023(1), Article CD005562. https://doi.org/10.1002/14651858.CD005562.pub3

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/tak-sekadar-hiburan-stimulasi-kognitif-lansia-melalui-aktivitas-permainan-interaktif/25662/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026 08:21.