Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Surplus Padi Banten: Jangan Sampai Panen Melimpah Dibayar dengan Menurunnya Kesuburan Tanah

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 18 Juni 2026

Oleh: Raudhotul Janah
Mahasiswa Universitas Pamulang

JurnalPost.com – Provinsi Banten sedang menikmati peningkatan produksi padi yang cukup menggembirakan. Menurut BPS Provinsi Banten, pada tahun 2025 luas panen padi mencapai sekitar 345 ribu hektare dengan produksi sebesar 1,77 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 1,01 juta ton beras siap konsumsi. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang menghasilkan sekitar 1,55 juta ton GKG. Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang menjadi sentra produksi padi yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan beras di Banten sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu kekuatan utama Provinsi Banten. Namun, peningkatan produksi tersebut juga menghadirkan tantangan baru.

Meningkatnya produksi padi di Banten tidak terlepas dari penggunaan pupuk kimia, terutama pupuk urea, yang masih menjadi andalan petani untuk meningkatkan hasil panen. Berdasarkan data PT Pupuk Indonesia per 9 Januari 2025, ketersediaan pupuk subsidi di Banten mencapai 14.155 ton yang terdiri atas 9.962,9 ton pupuk urea, 4.032,1 ton pupuk NPK, dan 160 ton pupuk organik. Dominasi pupuk urea yang mencapai sekitar 70 persen dari total stok menunjukkan tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk tersebut. Ketergantungan ini dapat dipahami karena nitrogen dalam pupuk urea merupakan unsur hara makro esensial yang dibutuhkan tanaman padi dalam jumlah besar. Nitrogen berperan dalam pembentukan klorofil untuk proses fotosintesis, merangsang pertumbuhan daun dan batang, serta meningkatkan jumlah anakan produktif. Ketersediaan nitrogen yang cukup juga membantu pertumbuhan tanaman sehingga potensi hasil panen meningkat.

Namun, di balik manfaatnya, penggunaan pupuk urea secara terus-menerus tanpa diimbangi pengelolaan lahan yang baik menyimpan risiko bagi keberlanjutan pertanian. Penelitian Arief Hartono dan tim dari IPB University yang dipublikasikan dalam Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan tahun 2021 menunjukkan bahwa nitrogen dari pupuk urea pada sawah tergenang mudah hilang melalui proses pencucian dan penguapan. Kondisi tersebut menyebabkan efisiensi pemupukan menurun sehingga sebagian pupuk tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tanaman. Akibatnya, petani berpotensi membutuhkan dosis pupuk yang lebih besar pada musim tanam berikutnya. Penelitian lain oleh Feyzar Nur Ichsan dan tim dari Universitas Sumatera Utara pada tahun 2018 juga menemukan bahwa sifat kimia tanah menjadi lebih baik ketika penggunaan urea diimbangi dengan bahan organik seperti kompos. Kompos merupakan pupuk organik yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan alami, seperti sisa tanaman, daun, dan limbah organik.

Temuan tersebut seharusnya menjadi peringatan bagi Banten yang sedang menikmati peningkatan produksi padi. Jika kesuburan tanah terus menurun akibat penggunaan pupuk yang tidak berimbang, maka produktivitas pertanian di sentra-sentra padi seperti Pandeglang, Lebak, dan Serang dapat terancam pada masa depan. Keberhasilan pertanian tidak seharusnya hanya diukur dari bertambahnya tonase gabah setiap tahun, tetapi juga dari kemampuan menjaga kesehatan tanah sebagai modal utama produksi pangan. Karena itu, penerapan pemupukan berimbang, penambahan bahan organik, dan pemantauan kualitas lahan secara berkala perlu menjadi perhatian bersama. Panen yang melimpah hari ini tidak boleh mengurangi kemampuan sawah-sawah di Banten untuk terus menghasilkan pangan bagi generasi mendatang. Selain menjaga produktivitas lahan, upaya tersebut juga dapat membantu petani menggunakan pupuk secara lebih efisien dan mengurangi risiko penurunan kualitas tanah.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/surplus-padi-banten-jangan-sampai-panen-melimpah-dibayar-dengan-menurunnya-kesuburan-tanah/26166/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026 07:03.