Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Strategi Efektif: Membangun Kreativitas Literasi dan Numerasi melalui Pembelajaran Interaktif di Panti Asuhan Sendoro

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 12 Desember 2023

JurnalPost.com – Suriani Juwita Sianipar 200902079, seorang mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara dengan Supervisior Ibu Emi Triani S.Sos, M.Si dan Dosen Pengampu mata kuliah Praktik Kerja Lapangan 2 yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos, M.Kesos, melakukan kegiatan PKL selama satu semester di Lembaga Keseahteraa Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Sendoro.

Pelaksanaan Praktikum Kerja Lapangan (PKL) merupakan bagian integral dari mata kuliah mahasiwa Ilmu Kesejahteraan Sosial sebagai langkah wajib dalam persiapan mereka sebagai calon pekerja sosial. Kegiatan ini dilakukan mulai dari tanggal 11 September sampai 8 Desember 2023. Melalui kegiatan PKL 2 ini, mahasiswa/mahasiswi Kesejahteraan Sosial diharapkan memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan konsep-konsep teoritis yang telah mereka pelajari selama perkuliahan. Pelaksanaan kegiatan PKL 2 dapat dilakukan di berbagai konteks layanan kesejahteraan sosial, termasuk panti, organisasi, dan masyarakat non-panti.

Kegiatan Praktikum Kerja Lapangan 2 kali ini dilakukan di Panti Asuhan Sendoro. Panti Asuhan Sendoro merupakan panti Asuhan yang berlokasi di Jalan Antariksa no.2 Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia Kota Medan Sumatera Utara yang telah berdiri sejak tahun 2015. Panti ini menampung 20 anak yang terdiri atas 16 putra dan empat putri serta beberapa pengurus, Kisaran umur anak di panti Sendoro dari umur 3 sampai 18 tahun. Keseharian anak anak panti diisi dengan kegiatan belajar formal di sekolah umum, ibadah, bersih-bersih , olahraga dan lain sebagainya untuk Biaya operasional panti Asuhan Sondoro sendiri mengandalkan donasi dari para donatur.

Panti asuhan menjadi tempat perlindungan bagi anak-anak yang kehilangan dukungan keluarga. Pentingnya memberikan pendidikan yang bermutu di lingkungan ini menjadi sebuah tantangan. Salah satu solusi yang muncul adalah penggunaan metode pembelajaran interaktif. Jurnal ini akan membahas bagaimana pendekatan ini dapat memberikan dampak positif pada perkembangan anak-anak di panti asuhan.

Metode Pembelajaran Interaktif adalah suatu pendekatan dalam proses belajar mengajar yang melibatkan anak secara aktif dalam keseluruhan proses pembelajaran. Dalam metode ini, anak tidak hanya berperan sebagai penerima informasi saja, tetapi juga sebagai partisipan aktif yang berinteraksi dengan materi pelajaran, pengajar, dan teman sejawatnya. Pembelajaran interaktif bagi anak-anak, khususnya di panti asuhan, dapat diimplementasikan dengan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan unik mereka.

Mendorong kolaborasi antar-anak adalah kunci dalam pembelajaran interaktif. Aktivitas kelompok, proyek bersama, dan diskusi kelompok dapat memperkuat keterampilan sosial dan pemecahan masalah anak-anak. Pembelajaran interaktif dapat diperluas untuk mencakup pengembangan keterampilan hidup. Anak-anak dapat diajarkan keterampilan manajemen waktu, pemecahan masalah, dan kemampuan berkomunikasi yang akan membantu mereka sukses di masa depan.

Penggunaan pembelajaran interaktif di panti asuhan bukan hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi masa depan. Dengan perhatian yang cermat terhadap kebutuhan individu dan kreativitas dalam implementasinya, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang memicu potensi penuh anak-anak di panti asuhan.

Dalam kegiatan pembelajaran interaktif di Panti Asuhan Sendoro terdapat tahapan yang digunakan yaitu Tahapan Umum (General Method): Engagement, Intake & Contract, Assessment, Planning, Intervensi, Evaluasi dan Terminasi. Metode ini membantu dalam membangun hubungan yang baik dengan anak-anak di panti asuhan dan memastikan bahwa mereka mendapatkan perawatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Berikut penjelasan mengenai tahapan umum yang digunakan :

1. Engagement, Intake & Contract
Tahapan pertama yang saya lakukan sebagai pekera sosial adalah Engagement, Intake & Contract. Pada tahap ini diawali dengan pendekatan terhadap klien mengenai penjelasan maksud dan tujuan dari melakukan kesepakatan kontrak antara klien dan pekerja sosial. Tahap ini merupakan tahap awal di mana pekerja sosial berusaha untuk membangun hubungan positif dan mendalam dengan anak-anak. Pekera sosial berusaha untuk memahami latar belakang pengalaman serta kebutuhan fisik dan emosional masing-masing anak.

2. Assessment
Tahap kedua yaitu asesmen setelah membangun keterlibatan, proses penilaian dimulai ini melibatkan pengumpulan informasi tentang setiap anak yang mencakup data medis psikososial perkembangan dan pendidikan. Penilaian dapat mencakup wawancara dengan anak-anak pengamatan perilaku penilaian kesehatan fisik dan mental serta pemeriksaan dokter jika diperlukan. Pelaksanaan assessment dibantu menggunakan Tools Focus Group Discussion (FGD) dan Diagram Venn.

3. Planning
Setelah penilaian selesai pekerjaan sosial merencanakan tindakan yang akan diambil untuk mendukung anak-anak langkah pertama yang dilakukan adalah menetapkan tujuan yang spesifik dan dapat diukur untuk masing-masing anak. Rencana tindakan kemudian dikembangkan yang mencakup jenis intervensi yang akan diberikan, adwal pelaksaaa serta alkasi sumber daya yang diperlukan.

4. Intervensi
Tahap intervensi di panti asuhan melibatkan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan anak-anak. Kegiatan yang dilakukan yaitu program pendidikan seperti literasi numerasi (dengan akses ke buku, peralatan sekolah, dan sumber belajar lainnya), melakukan kegiatan program seni dan kreativitas (seperti bernyanyi, meggambar dan mewarnai), melakukan kegiatan kebersihan dan pengecekan kesehatan.

5. Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk mengukur dampak dari program-program tersebut melalui observasi, wawancara, atau tes tertentu. Kegiatan yang dilakukan yaitu melibatkan wawancara dengan anak-anak, karyawan panti asuhan. Kemudian menyusun kuesioner untuk mengumpulkan masukan dan tanggapan mengenai program panti asuhan. Lalu mengamati interaksi antar anak-anak di panti asuhan. Serta menilai efektivitas program seni kreativitas dalam metode pengajaran atau intervensi melalui pengamatan langsung.

6. Terminasi.
Terakhir, terminasi dilakukan untuk menetapkan waktu akhir program, memberikan evaluasi akhir, dan memberikan saran atau rencana tindak lanjut setelah anak-anak meninggalkan panti asuhan. Proses ini membantu memastikan bahwa intervensi memberikan dampak positif, diukur secara objektif, dan disusun dengan rapi untuk pemulihan dan perkembangan optimal anak-anak di panti asuhan.

Penggunaan pembelajaran interaktif di Panti Asuhan Sendoro bukan hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi masa depan. Dengan perhatian yang cermat terhadap kebutuhan individu dan kreativitas dalam implementasinya, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang memicu potensi penuh anak-anak di panti asuhan terutama Panti Asuhan Sendoro.

Hasil yang diperoleh dalam pembelajaran interaktif di panti asuhan yaitu dapat menghasilkan sejumlah dampak positif yang signifikan bagi anak-anak yang tinggal di sana. Pertama-tama, pendekatan interaktif cenderung meningkatkan tingkat keterlibatan anak-anak dalam proses belajar. Dengan memanfaatkan metode yang melibatkan partisipasi aktif, seperti permainan pendidikan, diskusi kelompok, dan kegiatan kreatif, anak-anak dapat merasa lebih terlibat secara langsung dengan materi pembelajaran.

Selain itu, pembelajaran interaktif di panti asuhan dapat berperan dalam meningkatkan kemampuan belajar anak-anak. Dengan menyajikan informasi melalui berbagai media, termasuk multimedia dan teknologi interaktif, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan kritis, pemecahan masalah, dan pemahaman konsep secara lebih mendalam. Pendekatan ini juga membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan merangsang kreativitas.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/strategi-efektif-membangun-kreativitas-literasi-dan-numerasi-melalui-pembelajaran-interaktif-di-panti-asuhan-sendoro/8554/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 15:59.