Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Stereotip dan Konstruksi Budaya Patriarki dalam Kehidupan Rumah Tangga

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 9 November 2024

JurnalPost.com – Adanya stereotip terhadap perempuan bahwa mereka menyandang label cengeng, tidak logis, dan didominasi oleh perasaan sepertinya memengaruhi pola pikir dan cara pandang sosial terhadap perempuan. Strata perempuan di mata masyarakat juga sangatlah rendah sehingga mereka hanya memiliki sedikit kekuatan yang bahkan tidak diperhitungkan. Kondisi ini menyebabkan perempuan sulit untuk menyuarakan kepentingannya karena mereka seakan dituntut untuk bungkam. Pembahasan tentang gender melibatkan eksplorasi tentang bagaimana karakteristik tertentu terkait dengan laki-laki dan perempuan didefinisikan, dipahami, dan diterima dalam konteks sosial dan budaya masyarakat.

Stereotip umum sering kali menempatkan perempuan sebagai individu yang bersifat lembut, sopan, sensitif, dan cenderung memiliki sifat keibuan, sementara laki-laki sering dipandang memiliki karakteristik yang lebih kuat, tegas, dan rasional, Meskipun stereotip ini bisa menjadi panduan sosial yang kuat, penting untuk diingat bahwa gender tidaklah baku atau alamiah. Karakteristik ini dapat bervariasi di antara individu-individu. Pentingnya memahami ini adalah karena hal tersebut menyoroti bahwa tidak ada satu cara yang benar untuk menjadi laki-laki atau perempuan. Beberapa laki-laki bisa menunjukkan sifat-sifat yang biasanya dianggap feminin, seperti kelembutan atau emosionalitas, sementara beberapa perempuan bisa menunjukkan sifat-sifat yang sering dianggap maskulin, seperti kekuatan atau ketegasan. Namun, hal itu bukan berarti mereka keluar dari identitas jenis kelamin mereka.

Patriarki merupakan sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama yang sentral dalam organisasi sosial. Posisi laki-laki lebih tinggi daripada perempuan dalam segala aspek kehidupan sosial, budaya dan ekonomi. Budaya patriarki memiliki dampak yang signifikan terhadap perempuan dalam kehidupan keluarga maupun kehidupan sosial, sampai saat ini perempuan masih terperangkap dalam peran tradisional sebagai ibu dan istri yang bertanggung jawab dalam ranah domestik. Perempuan selalu terjebak dalam pilihan dan tidak pernah benar-benar menjadi subjek.

Laki-laki adalah standar dunia, dan perempuan hanya bisa diterangkan sejauh berkaitan dengan laki-laki Lepas dari itu, eksistensi perempuan tidak bermakna. Singkatnya, budaya patriarkis telah menjadikan imanensi tubuh perempuan sebagai identitasnya. Di dalam budaya patriarkis, mitos tentang tubuh perempuan menghalanginya untuk mengembangkan kekuatan tubuhnya, juga untuk belajar berjuang mengatasi aspek imanensi tubuhnya.

Perempuan seperti halnya laki-laki adalah sama sebagai manusia. Dalam sistem kehidupan yang diterapakan dalam masyarakat, laki-laki dan perempuan banyak menyimpan perbedaan serta masih menyimpan beberapa masalah, baik dari segi substansi kejadian maupun peran yang diemban dalam masyarakat. sebagai bentuk perjuangan perempuan untuk menjadi bebas ialah perempuan yang mampu menetapkan pondasi dirinya sendiri dimana manusia adalah kebebasan itu sendiri. Ketika seorang mampu bebas dalam setiap pilihannya dia tidak akan jatuh dalam tindakan yang dipilihnya sendiri. Hidup perempuan adalah miliknya dan sudah menjadi tanggung jawabnya dan hanya dirinya sendiri yang mampu menegaskan keberadaannya.

Penulis :
Xiqoyu freety margaretha Mahasiswa semester 7 prodi Ilmu komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 surabaya. Saat ini sedang menempuh mata kuliah Komunikasi gender dibawah bimbingan Dr. Merry Fridha Tri Palupi,M.Si.

Daftar Pustaka :
‘Afifah, N. (2024). Mengkaji Ulang Stereotip Gender: Eksplorasi Stereotip Gender dalam Konteks Budaya Matrilineal Minangkabau . Jurnal Dinamika Sosial Budaya , 93.
KODARYANI, D. (2023). IMPLIKASI BUDAYA PATRIARKI TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA (STUDY PEMIKIRAN SIMONE DE BEAUVOIR). 93.
Natha, G. (2017). Representasi Stereotipe Perempuan Dan Budaya Patriarki Dalam Video Klip Meghan Trainor “All About That Bass”. JURNAL E-KOMUNIKASI , 9.
Syuhudi, M. I. (2022). BERBAGI KUASA: KESETARAAN PERAN SUAMI ISTRI DALAM RUMAH TANGGA. Jurnal Agama dan Kebudayaan , 30.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/stereotip-dan-konstruksi-budaya-patriarki-dalam-kehidupan-rumah-tangga/17481/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 04:16.