
JurnalPost.com, Kabupaten Malang – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa atau disingkat dengan PMM menjadi wadah bagi para mahasiswa menyalurkan berbagai macam kegiatan positif pada masyarakat. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Tim PMM UMM Bhaktiku Negeri gelombang 01 kelompok 17 yang beranggotakan Baihaqi F. Q, Dhimas D. F, Shafira D. K, Nasyithatun F. K, Nurul A, didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) Ilyas Nuryasin, S.Kom., M.Kom melangsungkan kegiatan PMM. Kegiatan tersebut berlangsung pada 30 Januari 2024 di Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Tim PMM UMM gelombang 01 kelompok 17 mengusung sub kegiatan di bidang gizi.
Gizi seimbang adalah konsep mengenai asupan makanan yang mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang sesuai termasuk karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Tim PMM gelombang 01 kelompok 17 mengajak para siswa SDN 4 Ketindan untuk memahami pentingnya gizi seimbang melalui penayangan kartun favorit mereka, Nusa dan Rara. Nusa dan Rara adalah serial kartun kakak beradik yang menceritakan tentang keseharian dunia anak-anak, selain menghibur, terdapat penanaman nilai-nilai edukasi, pesan moral serta pendidikan karakter khususnya bagi anak-anak. Pada episode gizi seimbang, karakter Nusa menjelaskan kepada Rara bahwa mengkonsumsi sayur itu sangat penting karena sayuran mengandung berbagai vitamin di dalamnya. Selain penayangan video kartun, sosialisasi dilakukan dengan pemberian materi dengan media poster tentang pentingnya gizi seimbang disini kami juga melakukan tanya jawab bersama anak-anak.

Tim PMM UMM gelombang 01 kelompok 17 berharap sosialisasi gizi seimbang melalui penayangan kartun Nusa dan Rara membawa manfaat ganda: anak-anak belajar sambil bersenang-senang. Dengan cara ini, dunia gizi yang sehat tidak lagi terasa membosankan, melainkan sebagai bagian dari petualangan seru yang akan dikenang oleh anak-anak. Diharapkan juga anak-anak bukan hanya mendapatkan pengetahuan tentang gizi seimbang, tetapi juga merasa terlibat dalam proses pembelajaran. Mereka dapat membawa pesan ini pulang ke keluarga mereka dan menjadi agen perubahan kebiasaan makan di rumah.