JurnalPost.com – Perkiraan cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Riau cuaca harian beberapa waktu belakangan ini tidak menentu. Perubahan cuaca ini membuat daya tahan tubuh menjadi berkurang dan rentan terserang penyakit. Untuk mengatasi hal tersebut Mahasiswa KUKERTA UNRI membuat inovasi dengan membuat program “Pembuatan Minuman Berkhasiat dari Tanaman Obat Keluarga (TOGA)”. Tujuan dari adanya program ini yaitu agar masyarakat Desa Karya Bhakti dapat mengoptimalkan pemanfaatan TOGA yang ada di desa sebagai penanganan disaat perubahan cuaca yang tidak menentu.
Dan pada tanggal 14 Agustus 2023 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) Desa Karya Bhakti Kec. Kampar Kiri Tengah dari Universitas Riau melakukan pelatihan kepada Ibu Atik selaku anggota PPK Karya Bhakti, yang mana nantinya beliau akan lanjut mengajarkan pembuatan minuman sehat tersebut ke ibu-ibu PKK lainnya.
Hal ini, sejalan dengan program kerja tim KUKERTA 2023 Karya Bhakti tentang “Pemberdayaan Perempuan”. Kedepannya, diharapkan ibu-ibu PKK dapat meneruskan pembuatan minuman sehat ini dengan tujuan dapat mengurangi penggunaan obat kimia. “Utk program kerja cukup bagus, karena kalian bisa menghasilkan produk minuman herbal yg selama ini mungkin banyak yg blm bisa meracik dan mengolahnya secara bagus” tutur Atik selaku peserta pelatihan.

Dalam kegiatan pelatihan ini, tim KUKERTA melakukan sosialisasi terlebih dahulu tentang pemanfaatan hasil Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada ibu-ibu PKK dan Kepala Desa yang turut hadir kala itu.Suwarsih sebagai penggerak PKK desa karya Bhakti mengatakan bahwa sebelumnya masyarakat desa karya Bhakti telah beberapa kali membuat minuman sehat dari hasil toga desa, namun masyarakat desa belum tau cara mengoptimalkan serta mengkreasikan minuman2 sehat tersebut sehingga layak menjadi produk dengan nilai jual tinggi.”Kalau orang sini taunya ya paling sereh, jahe direbus seperti itu saja, dan manfaatnya katanya hanya untuk diet, dan dengan adanya kalian sosialisasi seperti kemarin itu mereka bilang menambah ide sehingga jamunya nggak seperti itu-itu aja”
Hal tersebut membuat tim KUKERTA UNRI 2023 semakin bersemangat untuk mengembangkan inovasi baru tersebut agar semakin bermanfaat untuk masyarakat Desa Karya Bhakti. Program kerja ini juga sangat di apresiasi oleh Kepala Desa Karya Bhakti Bapak Supriyadi, beliau mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada pemanfaatan hasil TOGA oleh masyarakat desa, namun belum ada sosialisasi sehingga masyarakat belum memiliki inovasi terkait pengolahan minuman TOGA “Ya luar biasa kegiatan sosialisasinya, saya apresiasi dan hal ini juga nampanya memiliki prospek yang bagus” ujarnya.