Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Sistematik Literatur Review (SLR) Upaya Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah di Lingkungan Masyarakat

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 17 Desember 2023

Zahroddar
Email: [email protected]
Mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Usiono
Dosen Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan  Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

ABSTRAK

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue sebagian besar penularannya berasal dari gigitan nyamuk Aedes, baik aedes aegypti ataupun aedes albopictus, merupakan penyakit demam akut disertai pendarahan di dalam yang memiliki kecenderungan untuk menimbulkan syok atau kejang-kejang dan dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan literature review yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi upaya pencegahan demam berdarah di lingkungan masyarakat. Teknik yang digunakan adalah strategi Systematic Literature Review (SLR). SLR ialah metode penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengkaji, dan menafsirkan data dalam jurnal secara sistematis dengan tahapan yang ditetapkan. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini yakni faktor yang menyebabkan masyarakat terkena penyakit demam berdarah yaitu kurangnya menjaga kebersihan di lingkungan sekitar contohnya membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan air tersumbat sehingga menjadi sarang nyamuk.

Kata Kunci: DBD, Penanggulangan, Masyarakat

ABSTRACT

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus, most of which is transmitted from the bite of the Aedes mosquito, either Aedes aegypti or Aedes albopictus, which is an acute febrile disease accompanied by internal bleeding which has a tendency to cause shock or convulsions and can causing death. The aim of the research is to conduct a literature review, namely to determine the factors that influence efforts to prevent dengue fever in the community. The technique used is the Systematic Literature Review (SLR) strategy. SLR is a research method that aims to identify, study and interpret data in systematic journals in a systematic manner with specified stages. The conclusion obtained from the results of this research is that the factors that cause people to contract dengue fever are the lack of maintaining cleanliness in the surrounding environment, for example throwing rubbish carelessly which causes the air to become blocked and become a nest for mosquitoes.

Keywords: DHF, Prevention, Public

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan salah satu Negara di dunia yang masih berkutat dengan penyakit DBD, hal tersebut dikarenakan kondisi iklim tropis yang ada di Indonesia merupaka kondisi ideal bagi perkembangan nyamuk yang merupakan vektor dari penyakit ini. Angka kejadian penyakit DBD di Indonesia mengalami pergerakan yang fluktuaktif selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2017 kasus angka kejadian DBD mengalami penurunan yang signifikan menjadi 68.407 kasus dan pada tahun 2018 terdapat 53.075 kasus kemudian mengalami peningkatan pada tahun 2019 yaitu 112.954 kasus (Kementerian Kesehatan, 2020).

Tingginya angka kejadian DBD di Indonesia menempatkan Indonesia sebagai daerah endemis DBD pada beberapa wilayah. Beberapa factor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut adalah dari faktor lingkungan, berupa banyaknya genangan air yang menjadi tempat sarang nyamuk, mobilitas penduduk yang tinggi dan percepatan perpindahan antar daerah (Sukesi et al, 2018). Faktor lain yang mendukung tingginya angka kejadian DBD adalah permasalahan iklim yang tidak stabil serta curah hujan yang cukup banyak pada masa penghujan, sehingga menciptakan sarang-sarang baru bagi perkembangan nyamuk sebagai vektor DBD. Dari segi masyarakat yaitu faktor lemahnya PSN yang ada di masyarakat sehingga dapat menyebabkan KLB dan perilaku dalam menjaga kebersihan lingkungan merupaka hal yang masih menjadi permasalahan dalam mengeliminasi penyakit DBD di Indonesia (Sukohar, 2014).

Pemberdayaan masyarakat merupakan proses yang berjalan terus menerus dalam meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehingga akan menciptakan masyarakat yang sejahtera (Sulaeman et al, 2012). Konteks pemberdayaan masyarakat dalam demam berdarah adalah meningkatkan kemampuan masyarakat dengan pendampingan kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiatan tertentu, sehingga timbul kemampuan masyarakat dan sinergisitas dalam mencegah kejadian demam berdarah.

Penelitian mengenai pemberdayaan masyarakat dalam mencegah dan mengendalikan kejadian DBD telah banyak dilakukan di Indonesia maupun di luar Indonesia. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan studi literatur untuk menganalisis gambaran pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian DBD yang dilakukan di Indonesia dan luar negeri.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini berjenis penelitian dengan metode literature review (telaah pustaka). Literature review dilakukan dengan sistematis sesuai dengan protokol untuk meminimalisir terjadinya bias pada data serta hasil analisis dan sintesis. Sumber data berasal dari jurnal nasional dan jurnal internasional. Pencarian jurnal dilakukan secara online melalui situs internet. Prosedur review yang digunakan pada penelitian ini adalah traditional literature review dengan pendekatan simplified approach, yang dilakuakn secara deskriptif sesuai dengan topic yang sudah ditentukan sebelumnya. Analisis deskriptif tersebut kemudian dijabarkan dalam bentuk tabel dan narasi terkait hasil yang didapat dari artikel yang diperoleh menjadi bentuk literature review.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pencarian pada artikel ini yang dilakukan pada database Google Scholar, ScienceDirect, Garuda dan MEDLINE berdasarkan kata kunci serta penyaringan (filter) sesuai kriteria inklusi, seperti: rentang tahun, jenis artikel yaitu teks penuh (full text) dan artikel yang tergolong dalam penelitian asli dan didapatkan hasil awal sebanyak 259 jurnal. Hasil awal tersebut kemudian diklasifikasikan kembali sesuai topic atau judul, sehingga didapatkan hasil sebanyak 142 artikel. Kemudian dari 142 artikel, artikel tersebut dipilah berdasarkan duplikasi atau kesamaan pada judul dengan mengeluarkan 55 artikel dari 96 artikel, sehingga mendapatkan hasil sebanyak 41 artikel. Berdasarkan 41 artikel yang membahas mengenai pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) maka ditemukan hasil akhir sejumlah 21 artikel yang ditelaah. Hasil dari 21 artikel tersebut dipilih karena paling lengkap dari segi penyajian hasil dan pembahasan. Artikel- artikel tersebut telah mampu menjawab tujuan penulisan dari literature review ini secara detail dan jelas.

  1. Diagram Alir (Flowchart) Literature Review

Berdasarkan hasil literature review yang dilakukan dari 21 (dua puluh satu) artikel/jurnal yang terpilih dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masayarakat yang dilakukan dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) secara umum yaitu

sosialisasi atau penyuluhan mengenai demam berdarah dengue kepada sasaran, pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan sasaran, membentuk kelompok atau kader lingkungan yang bertugas dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN), penanaman tanaman yang dapat berfungsi sebagai repellant, dan monitoring evaluasi serta memberikan pamflet untuk media dalam sosialisasi kepada masyarakat. Keseluruhan penelitian berupa pengabdian masyarakat dilakukan dengan partisipasi masyarakat baik secara keseluruhan atau pada kelompok tertentu (PKK, Karang Taruna, Kader Lingkungan, dan Jumantik) yang nantinya akan melakukan sosialisasi kepada warga agar melaksanakan PSN di tingkat rumah tangga.

Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan baik nasional maupun internasional secara umum sama yaitu melakukan pemahaman terlebih dahulu kepada masyarakat sebelum memberikan pelatihan mengenai pencegahan DBD. Namun terdapat beberapa hal yang menjadi perbedaan yaitu berdasarkan hasil literature review pada negara lain, melakukan analisis mengenai system yang ada terlebih dahulu untuk mengidentifikasi kebutuhan yang akan digunakan dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus menentukan strategi yang tepat dalam berjalannya program. Hal lainnya adalah pada pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di luar negeri dilakukan monitoring dan evaluasi sehingga dapat melihat pada keberhasilan program, sementara di Indonesia belum seluruhnya melakukan monitoring dan evaluasi pasca pemberdayaan masyarakat.

NO Nama Penulis, Judul dan Identitas Jurnal Negara Tempat Publikasi Metode Hasil Penilaian
1 Achmad Farich, Nur Indrawati Lipoeto, Hafni Bachtiar, Hardisman

 

The Effects of Community Empowerment on Preventing Dengue Fever in Lampung Province, Indonesia

 

Macedonian     Journal of Medical Sciences 8 (8). 2020

Balkan Kuasi Eksperimental Pemberdayaan dilakukan melalui intervensi berupa sosialisasi dan inkululturasi untuk mengidentifikasi partisipasi masyarakat, pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam mencegah DBD. Masyarakat juga dibekali dengan capacity building dan penanaman tanaman penolak nyamuk.
2 Sitti      Chadijah, Rosmini, Halimuddin

 

Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD (PSN- DBD) di Dua Kelurahan di Kota Palu, Sulawesi Tengah

 

Media   Litbang Kesehatan Volume 21 Nomor 4. 2011

Indonesia Kuasi Eksperimental Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan melakukan kunjungan ke setiap rumah (KK) untuk kemudian memeriksa Tempat Penampungan Air dengan single larva method, selama seminggu sekali dalam waktu 6 (enam) minggu. Sebelumnya, masyarakat diberikan pelatihan dan materi mengenai DBD serta teknis survei. Hasil yang didapat adalah pendekatan survei oleh jumantik lebih efektif dibandingkan pemberantasan DBD melalui pemberdayaan masyarakat
3 Sulistyawati, Fardhiasih Dwi Astuti, Sitti Rahmah Umniyati, Tri Baskoro Tunggul Satoto, Lutfan Lazuardi, Maria Nilsson, Joacim Rocklov, Camilla Andersson dan Asa Holmner

 

Dengue Vector Control through Community Empowerment: Lessons Learned from a Community- Based Study in Yogyakarta, Indonesia

 

Int. J. Environ. Res. Public Health, 16, 2019.

Switzerland Cross- sectional Pemberdayaan dilakukan dengan memberikan penyuluhan terkait pentingnya pencegahan DBD. Kemudian akan dilakukan pengecekan indikator larva di awal, uji coba dari hasilpemberdayaan para peserta, dan akan dilakukan pengecekan indikator larva yang sama pada tahap akhir untuk dilakukan analisis dan evaluasi.
4 Arta Sapta Rini, Ferry Efendi, Eka Misbahatul M Has.

 

Hubungan Pemberdayaan Ibu Pemantau Jentik (Bumantik) dengan Indikator Keberhasilan Pemberantasan Srang Nyamuk (PSN) di Kelurahan Wonokromo, Surabaya.

 

Indonesian Journal of Community Health Nursing 1(1). 2012.

Indonesia Cross- sectional Masyarakat       diberikan pemberdayaan berupa pemberian pelatihan terkait penanggulangan DBD dengan metode PSN. Masyarakat juga diajarkan cara survei jentik, menghitung ABJ dan CI. Keaktifan partisipan akan diukur dan dijadikan bahan evaluasi.
5 Veerapong Pengvanich

 

Family Leader Empowerment Program Using Participatory Learning Process for Dengue Vector Control

 

J Med Assoc Thai 94(2).2011

Thailand Kuasi

Eksperimental

Pemberdayaan dilakukan dengan memberikan edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan DBD, diskusi dan memberikan masukan terkait program kepada kepala keluarga yang berpartisipasi. Setelah pelatihan, peserta akan diberikan formulir untuk dibawa pulang dan mengimplementasikan yang sudah didapatkan dan menulis laporan pada formulir tersebut satu minggu sekali selama 8 (delapan) minggu.
6 Wiwik Trapsilowati, Sugeng Juwono Mardihusodo, Yayi Suryo Prabandari, Totok Mardikanto

 

Pengembangan Metode Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue di Kota Semarang Jawa Tengah

 

Buletin Penelitian Sistem Kesehatan 18(1). 2015

Indonesia Participato ry Action Research Pemberdayaan   masyarakat dilakukan dengan analisi situasi yang ada untuk menggali permasalahan, dan ditemukan bahwa DBD adalah permasalahan yang akan diangkat dalam pemberdayaan ini. Masyarakat kemudian akan dibentuk dalam tim atau kelompok dengan memberikan edukasi dan survey entomologi untuk melihat ABJ, HI, CI, dan BI setiap bulan selama 6 (enam) bulan.
7 Indah Tri Susilowati, Endang Widhiyastuti

 

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue dengan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Pemanfaatan bahan herbal

 

Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat 3(2).2019.

Indonesia Participato ry Action Research Pemberdayaan dilakukan dengan memberikan ceramah dan diskusi terkait pencegahan dan penularan DBD kepada ibu-ibu, melalui buku pegangan yang dibuat. Selanjutnya peserta diajak untuk membuat repellent spray dengan bahan dasar serai, cengkeh dan daun jeruk. Terdapat kenaikan nilai rerata hasil pretest dan posttest dari 56 menjadi 86. Terdapat ketertarikan responden dengan adanya produk spray

repellent nyamuk yang berasal dari bahan herbal.

8 Mahalul Azam, Muhammad Azinar, dan Arulita Ika Fibriana

 

Analisis Kebutuhan dan Perancangan “Ronda Jentik” sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat dalam

Pemberantasan Sarang Nyamuk

 

Unnes Journal of Public Health 5(4).2016.

Indonesia Cross- sectional Pemberdayaan dilakukan dengan pendekatan PRECEDE- PROCEEDE untuk merancang model   “Ronda             Jentik”, mengembangkan draft model dan uji coba di lapangan untuk kemudian di evaluasi. Praktik pemberantasan sarang nyamuk oleh masyarakat mayoritas masuk dalam kategori baik (67 responden atau 53,2%)
9 Dhina Widayati dan Nian Arfian Nuari

 

Pengembangan Model Health Participative Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Dengue dan PHBS

 

Proseding Seminar Nasional Hasil Pengabdian Masyarakat (SENIAS). 2017

Indonesia Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan masyarakat yang dibagi menjadi empat yaitu pembentukan dan sosialisasi Pokjalin (Kelompok Kerja Lingkungan),    pelatihan pengembangan Model Health Participative, dan pelatihan Pokjalin, dan pelatihan pembuatan Repellent Gel Aromatic Freshner.

Pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan berkaitan dengan pengertian penyakit DBD dan

pemahaman mengenai pencegahan DBD

10 Retno Hestiningsih

 

Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Pencegahan dan Penanganan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Keluarga di Desa Lebak, Kecamatan Grobogan,Kabupaten Grobogan

 

Proseding Seminar Nasional Kolaborasi            Pengabdian Masyarakat UNDIP-UNNES 2019

Indonesia Penelitian ini mengguna kan desain sosialisasi program pemberday aan masyarakt dalam pencegahan dan

Penanganan penyakit demam berdarah berbasis

keluarga

Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan adalah dengan melakukan ceramah dan pembagian larvasida.

Peningkatan      pengetahuan masyarakat mengenai DBD.

Masih banyak masyarakat yang tidak membersihkan bak sehingga terdapat jentik.

 

 

Sampai saat ini permasalahan DBD masih belum teratasi dengan baik. Berbagai faktor yang mendukung meningkatnya penyakit ini, antara lain yaitu perubahan iklim, urbanisasi yang tidak terkendali, kemiskinan, terjadinya degradasi lingkungan. Analisis menunjukkan bahwa keterlibatan dan kontribusi masyarakat adalah metode yang paling efektif dalam mencegah dan mengendalikan penyakit DBD. Masyarakat diajak berdiskusi untuk menemukan solusi setelah mengetahui berbagai permasalahan dalam pengendaliaan DBD di masyarakat. Hal tersebut merupakan penerapan dari proses pemberdayaan masyarakat dimana masyarakat diajak dan dilibatkan secara langsung untuk mengidentifikasi permasalahan DBD, menentukan solusi dan membuat kesepakatan bersama, dan melaksanakan program-program yang telah disepakati.

Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian DBD dipengaruhi banyak faktor pendukung dan faktor penghambat. Hal ini tergantung dari kondisi masyarakat itu sendiri. Gagalnya beberapa upaya pengendalian DBD sampai saat ini dapat dijadikan suatu pembelajaran bahwa proses pencegahan dan pengendalian DBD tidak dapat berjalan dengan baik jika dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada hubungan kerja sama yang baik antara pemerintah beserta jajarannya dan masyarakat dimana pemerintah yang memiliki pogram dan masayarakat yang menjalankan program tersebut. Tetapi jika masyarakat tidak diberikan bekal yang cukup untuk menjalankan dan melaksanakn program tersebut, maka program-program yang telah dibuat tidak akan berjalan dengan baik. Namun, untuk keberhasilan program yang berkelanjutan, modifikasi perilaku jangka panjang pada tingkat individu sangat penting.

Masyarakat juga harus mengetahui dan memahami tentang DBD serta bahaya dari penyakit DBD jika ingin program yang dilaksanakan berhasil. Untuk itu perlu untuk meningkatkan pengetahuan tentang DBD di masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit DBD. Misalnya jika seseorang terkena penyakit DBD maka orang itu akan

mengalami sakit dan jika parah akan menyebabkan kematian. Jika seseorang terkena DBD maka akan menambah biaya pengeluaran untuk berobat. Hal-hal inilah yang dapat digunakan untuk meningkatkan sikap waspada masyarakat terhadap DBD. Apabila pengetahuan masyarakat baik maka sedikit demi sedikit perilaku masyarakat juga akan berubah menjadi lebih baik, sehingga masyarakat tidak akan membiarkan penyebaran DBD.

Pelaksanaan suatu intervensi di masyarakat bukanlah suatu hal yang mudah tetapi bukan berarti hal ini tidak dapat dilakukan. Proses pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan beberapa tahapan, antara lain yaitu :

  1. membangun kepercayaan masyarakat dengan menjadikan masyarakat sebagai subyek yang akan melaksanakan program.
  2. meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap DBD. Untuk dapat meningkatkan kepeduian masyarakat harus ada edukasi yang berkesinambungan di masyarakat.
  3. mengembangkan program yang dikembangkan secara bersama oleh masyarakat.
  4. pengorganisasian masyarakat inisiasi perbaikan program.

 

KESIMPULAN

Pencegahan dan pengendalian DBD tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri tetapi merupakan kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian DBD dilakukan dengan membangun kepercayaan masyarakat, memberikan edukasi kepada masyarakat, pengorganisasian masyarakat, dan melaksanakan program bersama masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan kondisi dari masyarakat. Masyarakat diajak berdiskusi untuk mengidentifikasi permasalahan DBD, menetukan solusi, membuat program dan melaksanakan program sampai monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian DBD.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Azam, M., Azinar, M., & Fibriana, A.I. 2016. Analisis Kebutuhan dan Perancangan “Ronda Jentik” Sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk. Unnes Journal of Public Health 5(4), 294-305.
  2. Candra, A. (2010). Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis dan Faktor Risiko Penularan. ASPIRATOR Journal of Vector-borne Disease Studies 2(2).
  3. Castro, M., Sanchez, L., Perez, D., Carbonell, N., Lefevre, P., Vanlenberghe, V., Stuyft, PVd. (2012). A community empowerment strategy embedded in a routine dengue vector control programme: a cluster randomized controlled trial. Transaction of The Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene 106.
  4. Chadijah, S., Rosmini, Halimuddin. 2011. Peningkatan Peranserta Masyarakat dalam Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD(PSN-DBD) di Dua Kelurahan di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Media Litbang Kesehatan 21 (4), 183-190.
  5. Farich, A., Lipoeto, N.I., Bachtiar, H., & Hardisman. 2020. The Effects of Community Empowerment on Preventing Dengue Fever in Lampung Province, Indonesia. Macedonian Journal of Medical Sciences 8 (8), 194-197.
  6. Hestiningsih, R. (2019). Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Pencegahan dan Penanganan Penyakit DemamBerdarah Dengue (DBD) Berbasis Keluarga di Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Prosiding Seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian Masyarakat UNDIP-UNNES 2019.
  7. Juwita, D.A.P.R., Pradnyawati, L.G., Sukmawati, L.N.H., Pratiwi, A.E., Cahyawati, P.N., Aryastuti, A.A.S.A., Wiryantini, N.N. 2017. Pemberdayaan Kader dan Dasawisma Dalam Pencegahan Kasus Demam Berdarah Dengue Di Banjar Menak, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Warmadewa Medical Journal 2(2). 60-70.
  8. , Hestiningsih, R., Wurjanto, M.A., Yuliawati, S., & Hariyanto, S. (2019). Pendampingan Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue pada Kelompok PKK di Kecamatan Banyumanik. Prosiding Seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian Masyarakat UNDIP-UNNES 2019.
  9. Masyeni, S., Indranigrat, A.A.G., Suryanditha, P.A, & Santosa, A. (2020). Pemberdayaan Kelompok Ibu PKK di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali sebagai Pemantau Jumantik untuk Mencegah Infeksi Demam Berdarah Dengue. WICAKSANA Juenal Lingkungan dan Pembanguan 4(1).
  10. Pertiwi, K.D. (2019). Combat Dengue: Kegiatan Kreatif berbasis Penguatan Maysrakat dalam Upaya Penanggulangan DBD di Desa Gebugan. Jurnal emberdayaan Masyarakat Mandiri Indonesia 2(3), 57-62.

 

 

 

 

 

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/sistematik-literatur-review-slr-upaya-penanggulangan-penyakit-demam-berdarah-di-lingkungan-masyarakat/9163/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 14:41.