Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Sinergi Green Building dan Teknologi Bersih untuk Menekan Dampak Lingkungan Industri Tambang

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 26 Mei 2025

Pendahuluan

Industri pertambangan, meskipun vital bagi perekonomian global, seringkali menjadi penyumbang signifikan terhadap degradasi lingkungan. Proses ekstraksi dan pengolahan mineral dapat menyebabkan deforestasi, pencemaran air, dan emisi gas rumah kaca yang tinggi. Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, muncul kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan konsep bangunan hijau (green building) dan teknologi bersih dalam operasi pertambangan guna memitigasi dampak negatif terhadap lingkungan.

Isi

Integrasi prinsip green building dalam industri pertambangan mencakup penerapan desain dan konstruksi yang efisien energi, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Sebagai contoh, perusahaan pertambangan dapat membangun fasilitas operasional yang memanfaatkan pencahayaan alami, sistem ventilasi yang efisien, dan instalasi panel surya untuk mengurangi konsumsi energi fosil.

Selain itu, adopsi teknologi bersih, seperti penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi dalam tambang dan penerapan sistem pengolahan air limbah yang canggih, dapat secara signifikan mengurangi jejak karbon industri ini. Studi oleh Wahyuni et al. (2019) menunjukkan bahwa implementasi green accounting dalam perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia berdampak positif terhadap kinerja lingkungan, terutama melalui penggunaan material daur ulang dan energi terbarukan.

Di tingkat global, perusahaan seperti Fortescue Metals Group telah berinvestasi dalam proyek-proyek energi terbarukan dan teknologi hidrogen hijau untuk mendekarbonisasi operasi mereka, menunjukkan bahwa transformasi menuju praktik pertambangan yang lebih hijau bukan hanya memungkinkan tetapi juga menguntungkan secara ekonomi.

Penutup

Penggabungan konsep green building dan teknologi bersih dalam industri pertambangan bukan hanya strategi untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga langkah proaktif menuju keberlanjutan jangka panjang. Implementasi pendekatan ini dapat meningkatkan efisiensi operasional, memenuhi regulasi lingkungan yang semakin ketat, dan memperkuat reputasi perusahaan di mata pemangku kepentingan. Dengan demikian, sinergi antara desain bangunan hijau dan teknologi bersih menjadi kunci dalam transformasi industri pertambangan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Penulis : Ahmad Farhan – Teknik Industri

Daftar Pustaka
AP News. (2024, February 13). Vale Indonesia Operates Green Smelter in Sorowako Using Hydropower. Associated Press. https://apnews.com/article/6b0c2da3633bafc2f1db1563dcafd888

Diharjo, E., & Manik, R. (2024). Analisis Efisiensi Energi dan Konsumsi Air dalam Proses Penambangan Batu Bara di Kalimantan Timur. Jurnal Sains dan Teknologi, 18(1), 33–42. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JST/article/view/68103

Sopiana, D., Ramdani, F., & Kurniawan, B. (2024). Pengaruh Teknologi Hijau dan Reklamasi Tambang terhadap Stabilitas Ekosistem di Kalimantan. West Science Journal, 5(2), 115–128. https://wsj.westscience-press.com/index.php/wsis/article/view/1032

Susanto, T., & Sujana, I. K. (2023). Barrier of Green Building Implementation in Construction Projects in Indonesia. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/370490325_Barrier_of_Green_Building_Implementation_in_Construction_Projects_in_Indonesia

Time. (2024, April 25). Green Energy Billionaire Bets on Hydrogen to Clean Up Mining. Time Magazine. https://time.com/7260055/green-energy-andrew-forrest-fortescue/

Wahyuni, E. T., Fitria, D., & Rusdiyanto. (2019). Pengaruh Green Accounting terhadap Kinerja Lingkungan dan Nilai Perusahaan pada Sektor Tambang dan Energi di Indonesia. Binus Business Review, 10(1 39–47. https://journal.binus.ac.id/index.php/BBR/article/view/5767

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/sinergi-green-building-dan-teknologi-bersih-untuk-menekan-dampak-lingkungan-industri-tambang/18826/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 06:21.