JURNALPOST.COM – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran“ Jawa Timur (UPNVJT) merupakan bagian aktivitas pendidikan sekaligus pengabdian kepada masyarakat yang terprogram dalam kurikulum dan pedoman akademik Fakultas. Kegiatan KKN ini sangat penting bagi mahasiswa karena membantu mereka memahami masalah masyarakat dan memecahkan masalah. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghubungkan teori akademis dengan praktik lapangan. Kegiatan KKN diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk turut berkontribusi secara aktif dalam pembangunan nasional.
Kumpulan Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan UPN “Veteran” Jawa Timur, Kelompok 4 yang terdiri dari 10 Anggota melakukan kegiatan KKN bersama anak panti asuhan & non panti Asuhan Assalafiyah yang terletak di Jl. Kedung Asem No.87, Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 19 November 2023. Pada program ini kami mengusung tema GreenCycle: Mewujudkan Lingkungan Bersih melalui Pemanfaatan Barang Bekas, dimana program pembelajaran ini bukan hanya melihat buku dan pena, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan serta keterampilan masing-masing individu anak-anak di panti asuhan sehingga terciptanya karakter yang baik berupa keberanian, ketekunan, dan rasa percaya diri. Proses pembelajaran ini tidak sekedar transfer pengetahuan akan tetapi proses dalam pengembangan diri, membuka wawasan dan membimbing anak-anak untuk menghadapi dunia dengan kepala tegak.
Pemilihan kerajinan dengan pemanfaatan barang bekas dikarenakan barang bekas menjadi salah satu kontributor utama sampah di berbagai wilayah. Terdapat dua jenis asal barang bekas, yaitu dari sampah organik (mudah terurai dan berasal dari sisa-sisa makanan dan dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos suatu bahan untuk menyuburkan tanaman) dan sampah anorganik (sulit terurai). Pembuangan barang bekas secara tidak teratur atau tidak terkelola dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara. Dengan memproses dan mendaur ulang barang bekas dapat menciptakan peluang bisnis baru dan mengurangi sampah. Kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa tersebut berupa sosialisasi dan pembuatan produk kerajinan dengan memanfaatkan limbah anorganik yang berupa limbah cermin dan kardus bekas. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan anak-anak panti asuhan dengan keterampilan baru melalui pembuatan kerajinan, yang tidak hanya mengembangkan kreativitas mereka tetapi juga membantu dalam peningkatan keterampilan teknis. Selain itu, interaksi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga memungkinkan terbentuknya ikatan emosional yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak tersebut.
Adapun peralatan dan bahan yang digunakan untuk membuat cermin Aesthetic antaralain: Gunting, Cutter, Pensil, Penggaris, alat lem tembak, cermin bekas, kardus bekas, Stik Bambu/Lidi/Tusuk Sate, Tali Rami, Lem Fox, dan isi lem tembak. Adapun langkah-langkah pembuatan kerajinan tersebut sebagai berikut: Pertama, menyiapkan alat dan bahan. Kedua, Membentuk pola pada kardus sesuai bentuk dan ukuran cermin, lalu gunting sesuai pola. Ketiga, menyusun stik bambu di atas kardus yang telah dibentuk dengan pola/motif sesuai yang diinginkan, Stik bambu disusun sembari direkatkan menggunakan lem fox. Selanjutnya, setelah stik bambu direkatkan pada kardus, berikan tambahan kardus dengan ukuran dan bentuk yang sama pada sisi atas bambu yang telah direkatkan dengan lem fox. Keempat, merekatkan kaca di atas kardus dengan lem tembak lalu melilitkan tali rami mengelilingi kaca cermin secukupnya hingga rapi sebagai hiasan. Tali rami tersebut selain sebagai hiasan, juga dapat digunakan sebagai gantungan cermin dengan cara mengikatkannya pada bagian atas cermin. Lalu cermin siap digunakan.