
Ditulis oleh Alya Az Zahra Iriana Putri Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University
JurnalPost.com – Komunikasi merupakan fondasi utama dalam membangun dan menjaga hubungan yang sehat dan harmonis. Baik itu hubungan percintaan, persahabatan, maupun hubungan keluarga. Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif menjadi kunci utama dalam menciptakan kedekatan, pemahaman, dan kepercayaan antara individu.
Tidak selamanya komunikasi antar pribadi berjalan dengan baik, dalam setiap hubungan seringkali dihadapkan dengan konflik karena kurangnya kualitas komunikasi. Banyak kejadian pertengkaran baik dengan teman, keluarga, ataupun pasangan dipicu oleh rasa takut untuk menyampaikan perasaan dengan sejujurnya atau takut akan respon yang akan di dapat dari lawan bicaranya.
Fakta Data Pentingnya Komunikasi
Berdasarkan poling yang dilakukan oleh situs gaya hidup YourTango pada tahun 2019 yang dilakukan kepada 100 pakar di bidang kesehatan mental, dari poling tersebut terungkap sebanyak 65% partisipan mengaku bahwa perceraian pasien mereka berlatarkan faktor komunikasi antarpasangan yang selalu berujung pada pertengkaran. Dapat kita ambil kesimpulan bahwa faktor utama keterpurukan hubungan suami istri disebabkan karena kegagalan dalam berkomunikasi.
Hubungan dapat terjalin melalui proses komunikasi yang terus berkembang. Ketika komunikasi berlangsung secara efektif, hubungan tersebut cenderung berkembang dengan cara yang positif dan harmonis. Namun, banyak dari kita jarang melakukan pemeliharaan hubungan untuk menjaga kestabilan kualitas hubungan, sehingga memicu hubungan yang tidak sehat dan rawan terjadi konflik yang dapat berujung pada pemutusan hubungan.
Pentingnya Komunikasi Dalam Hubungan
Berikut ini sejumlah alasan mengapa komunikasi dalam sebuah hubungan itu penting yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Mempererat rasa saling percaya
Alasan yang pertama dari pentingnya komunikasi dalam hubungan, yaitu untuk memperkuat rasa saling percaya. Komunikasi yang konsisten dan jujur adalah fondasi dari kepercayaan dalam sebuah hubungan. Ketika kita dapat berkomunikasi secara terbuka dan transparan, kita menghilangkan keraguan dan ketidakpastian dalam hubungan tersebut.
2. Menumbuhkan Kepahaman dan Empati
Komunikasi yang efektif memungkinkan setiap individu untuk saling memahami dan merasakan empati satu sama lain. Dengan berbagi pikiran, perasaan, dan pengalaman, kita dapat mendekatkan diri kepada pasangan atau orang yang kita cintai, memperkuat ikatan emosional dan mental.
3. Membuat hubungan lebih intim
Komunikasi yang terbuka dan intim memungkinkan lawan bicara kita merasa dekat secara emosional dan fisik. Berbicara tentang perasaan, keinginan, dan kebutuhan kita memungkinkan kita untuk lebih memahami satu sama lain, yang selanjutnya dapat meningkatkan kedekatan dan keintiman dalam sebuah hubungan.
4. Mengatasi Konflik
Konflik adalah bagian alami dari setiap hubungan, namun, cara kita mengelola konflik tersebut sangat menentukan keberlangsungan hubungan. Komunikasi yang terbuka dan jujur membantu kita untuk mengatasi perbedaan pendapat atau masalah yang muncul dengan cara yang baik dan damai. Dengan mendengarkan dengan baik dan berbicara dengan saling menghormati, kita dapat mencapai solusi yang memuaskan bagi kedua belah pihak.
5. Mendorong Pertumbuhan Pribadi
Komunikasi yang efektif tidak hanya tentang mendengarkan dan berbicara, tetapi juga tentang pembelajaran dan pertumbuhan diri pribadi. Dengan menerima masukan dari lawan bicara, kita memiliki kesempatan untuk merenungkan diri, mencari potensi diri yang dapat dikembangkan, dan bekerja sama untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.
Dalam banyak kasus komunikasi yang tidak baik dapat menjadi sumber berbagai masalah dalam hubungan. Ketika komunikasi gagal atau terganggu, hubungan cenderung mengalami ketegangan, kesalahpahaman, dan konflik yang tidak perlu.
Akibat Komunikasi Yang Buruk
Berikut adalah beberapa akibat yang timbul akibat dari komunikasi yang buruk dalam sebuah hubungan:
1. Ketidakpercayaan
Komunikasi yang buruk sering kali membuat kita meragukan kejujuran dan niat satu sama lain. Ini dapat mengarah pada perasaan tidak aman dan menimbulkan ketidakpercayaan dalam hubungan, karena lawan bicara mungkin merasa bahwa mereka tidak dapat bergantung satu sama lain untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur.
2. Konflik yang Meningkat
Komunikasi yang buruk dapat menyebabkan meningkatnya konflik dalam hubungan. Ketika kita dan lawan bicara tidak dapat berkomunikasi secara efektif untuk menyelesaikan masalah atau mencapai kesepakatan bersama, konflik cenderung meningkat dan bisa berkembang menjadi pertengkaran yang lebih serius.
3. Ketidakstabilan Hubungan
Akibat keseluruhan dari semua masalah yang disebabkan oleh komunikasi yang buruk, yaitu hubungan akan menjadi tidak stabil dan rentan terhadap keretakan atau bahkan berakhirnya hubungan. Ketidakmampuan untuk memperbaiki masalah komunikasi dapat mengarah pada ketidakpuasan yang berkelanjutan dan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dalam hubungan.
Dalam sebuah hubungan, komunikasi yang baik adalah proses yang terus-menerus dan dinamis. Hal ini membutuhkan komitmen dari kedua belah pihak untuk mendengarkan dengan penuh perhatian, berbicara dengan jujur dan terbuka, serta bersedia untuk belajar dan berkembang bersama. Komunikasi yang efektif bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan karena adanya perbedaan cara pandang, pola pikir, dan sifat dari setiap individu. Dengan memprioritaskan komunikasi yang sehat dan efektif, kita dapat membangun hubungan yang kuat, intim, dan berkelanjutan dengan orang-orang yang kita cintai.