
Oleh : Zhafira Nur Syahfa
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Malang
JurnalPost.com – Saat ini semua dilanda dan disibukkan oleh yang namanya Media Sosial, Media sosial merupakan platfrom untuk saling berinteraksi dengan makhluk sosial lainnya namun kalau telalu sering menggunakan media sosial akan berdampak baik ataupun buruk, tergantung dari bagaimana cara kita menyikapi hal tersebut. Saat ini membaca berita di koran akan terkalahkan dengan membaca berita di Instagram ataupun melalui media massa, mendengarkan lagu dari Radio akan terkalahkan dengan program yang ada di Spotify. Lantas ? apakah jejak digital itu ada? Jawabannya ada. Bagaimana pun kita dalam bermedia sosial akan meninggalkan suatu jejak yang bernilai baik atau bernilai buruk. Karna setiap individu akan meninggalkan jejak diantara platform-platform tersebut.
Jejak digital merupakan suatu jejak yang ditinggalkan saat kita bermain dalam media sosial, salah satunya ialah memberikan sebuah “like” pada postingan tertentu, memberikan “good comment/bad comment”, atau memposting tentang sesuatu. Dalam hal ini jika kita salah mengambil Langkah data privasi kita akan terancam. Dan saat ini mencari informasi tentang sesuatu akan lebih mudah terutama informasi pribadi. Jika meninggalkan komenan buruk selain privasi kita akan terancam dan informasi kita akan lebih cepat tersebar ada juga dampak yang lebih terancam yaitu dampak Kesehatan mental. Karena semakin sering kita bermedia sosial, sering mengkomen maka kita akan mendapatkan sebuah cyberbullying atau tekanan sosial.
Dampak negatif media sosial semakin memperhatinkan. Tekanan mental, cyberbullying, dan masalah kesehatan mental semakin merajalela. Para ahli memiliki pendapat bahwa privasi sering kali terancam dan data pribadi diekspoitasi. Penyebaran berita palsu dan disinformasi melalui berbagai aplikasi atau platform juga menjadi perhatian yang serius. Selain itu juga ada dampak media sosial yaitu terganggunya waktu tidur karena sangat asik dengan media sosial atau gadget hingga melupakan waktu tidur. Padahal menggunakan media sosial sebelum tidur tidak baik untuk Kesehatan mata, karena cahaya biru dari layar perangkat dapat menganggu kualitas tidur. Dalam penggunaan media sosial yang berlebih akan membuat kita semakin bergantung pada Gadget. Yang dapat menganggu produktivitas, pekerjaan, dan juga interaksi sosial di dunia nyata. Selain itu juga dapat menimbulkan beberapa dampak lainnya, seperti dampak pada hubungan pribadi, dampak pada anak-anak dan remaja, pembodohan dari media sosial, dampak dari sisi budaya dan aspek kehidupan sehari-hari.
Media sosial telah banyak merubah manusia salah satunya ialah merubah cara manusia dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan berbagi informasi. Apalagi media sosial ini sangat luas dan tak terbatas maka harus melakukan pengawasan lebih ketat terutama kepada anak-anak dibawah umur. Karena dapat beresiko menirukan perilaku yang kurang baik dari media sosial. Dengan begitu penting bagi kita untuk menggunakan media sosial dengan bijak jangan sampai kita terbawa arus media sosial. Adapun cara dalam mengatasi penggunaan media sosial yaitu, menggunakan media sosial 1 – 2 jam saja dan membuka hal yang penting, menghindari bermain saat jam-jam penting seperti jam belajar, jam bekerja, jam makan dan juga pada saat akan tidur, mematikan notifikasi media sosial saat jam-jam tertentu seperti jam akan tidur malam. Dan sering menghabiskan waktu bersama teman/keluarga/sahabat daripada bermain media sosial.
Penting bagi masyarakat untuk meningkatkan rasa kepedulian, mengedepankan Kesehatan mental, dan juga mengatur tata kata. Pemerintah dan perusahaan teknologi pun juga harus menerapkan peran dalam melindungi privasi masyarakat, dan mengatasi berbagai penyalahgunaan media sosial demi keberlangsungan serta kebaikan masyarakat kedepannya. Tanpa ada gangguan mental ataupun dampak yang ditimbulkan dari penggunaan media sosial yang sangat luas tanpa terjaga. Mengelola penggunaan media sosial itu merupakan langkah penting untuk menjaga keseimbangan hidup online maupun offline, dalam media sosial pun memiliki koneksivitas global, berbagi informasi, dan dapat mempengaruhi budaya secara signifikan namun kita pun tidak boleh lengah akan dampak-dampaknya. Pentingnya pendidikan dan kesadaran tentang penggunaan media sosial yang sehat dapat membantu individu meminimalisir dampak dari media sosial ini.