Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Rekrutmen Karyawan di Cikarang masih dihantui oleh maraknya Praktik Calo

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 30 Desember 2025

Penulis: Ardilah Santi, Mahasiswa Universitas Paramadina

JurnalPost.com – Keberhasilan dan daya saing perusahaan sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM), terutama di kawasan industri besar seperti Cikarang. Kualitas SDM yang baik sangat bergantung pada proses pengelolaan yang tepat, yang mencakup sistem rekrutmen karyawan yang transparan, adil, dan berbasis kompetensi. Namun, dalam praktiknya, proses rekrutmen di Cikarang masih menghadapi banyak masalah yang rumit. Munculnya praktik calo kerja, yang memanfaatkan tingginya kebutuhan lapangan pekerjaan masyarakat, merupakan salah satu masalah yang masih menghantui industri ketenagakerjaan di daerah tersebut.

Calo merupakan orang yang menjadi perantara untuk mengurus suatu urusan dengan meminta imbalan upah, seringkali memanfaatkan celah birokrasi atau kelangkaan barang untuk mempercepat proses atau mendapatkan keuntungan ekstra, dan praktik ini sering kali ilegal atau tidak resmi meskipun mirip dengan makelar atau broker.

Calo kerja sering muncul di lingkungan industri dengan menawarkan bantuan masuk kerja di pabrik atau perusahaan tertentu melalui jalur yang tidak resmi. Calo biasanya menjanjikan proses cepat, kesempatan kerja yang jelas, dan gaji yang menarik. Banyak pencari kerja terutama lulusan baru dan orang-orang dengan keterbatasan informasi yang tergoda untuk menggunakan jasa calo dengan membayar sejumlah uang karena persaingan kerja yang ketat. Sayangnya, banyak orang yang justru dirugikan karena tidak mendapatkan pekerjaan yang mereka janjikan atau bahkan tidak diproses oleh perusahaan yang bersangkutan.

Praktik percaloan ini membahayakan pencari kerja secara finansial dan psikologis, serta perusahaan dan sistem manajemen tenaga kerja secara keseluruhan. Rekrutmen yang seharusnya

dilakukan berdasarkan kualifikasi, kemampuan, dan kebutuhan perusahaan terdistorsi oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, bisnis dapat mendapatkan tenaga kerja yang tidak memenuhi standar, yang dapat memengaruhi produktivitas, kinerja, dan stabilitas perusahaan dalam jangka panjang.

Selain itu, banyaknya praktik calo menunjukkan kekurangan sistem pengawasan dan ketidakjelasan tentang lowongan pekerjaan. Praktik ini juga berkembang karena pencari kerja tidak dididik tentang prosedur rekrutmen yang benar. Oleh karena itu, perusahaan, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait harus bekerja sama untuk meningkatkan tata kelola sumber daya manusia, membuat proses rekrutmen lebih transparan, dan mendidik masyarakat agar tidak mudah terjerumus dalam praktik percaloan. Dengan sistem rekrutmen yang bersih dan profesional, diharapkan kualitas sumber daya manusia di wilayah industri Cikarang akan meningkat dan mampu mendukung pertumbuhan industri secara berkelanjutan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/rekrutmen-karyawan-di-cikarang-masih-dihantui-oleh-maraknya-praktik-calo/22460/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026 01:06.