Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Refleksi Dr. Edy Suseno: Bukti Nyata Integrasi Kompetensi Bahasa Inggris Dosen dengan Pengabdian Global Selama Perjalanan Spiritual Umroh

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 1 Oktober 2025

Jeda Akademik dan Panggilan Jiwa

Pergantian periode akademik rutin sering kali menawarkan jeda yang esensial bagi pemulihan energi dan perencanaan strategis. Bagi Dr. Edy Suseno, S.Pd., M.Pd., seorang Dosen Tetap mata kuliah Bahasa Inggris di IKIP Widya Darma Surabaya, jeda pada September 2025 ini dimanfaatkan untuk memenuhi sebuah panggilan jiwa yang lebih fundamental, yakni melaksanakan ibadah Umroh. Perjalanan suci yang dimulai pada 18 September 2025 ini bukan sekadar rutinitas keagamaan; ia dirancang sebagai ziarah spiritual yang bertujuan untuk menyegarkan batin, sekaligus menguji dan mengafirmasi relevansi keilmuannya di tengah konteks mobilitas dan pergerakan global.

Perjalanan ke Tanah Suci dimulai dengan tantangan logistik yang menuntut ketahanan fisik. Dari kediamannya di Sidoarjo, perjalanan darat menggunakan kereta api menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menjadi prolog yang mendahului penerbangan panjang menuju Jeddah. Di Jakarta, Dr. Edy bergabung dengan rombongan agen travel Haikal, bertemu dengan jemaah dari berbagai wilayah (Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta). Kebersamaan ini dengan cepat menransformasi perbedaan geografis menjadi ikatan persaudaraan seiman yang kuat. Kehadiran jemaah (komunitas) ini sangat krusial, berfungsi sebagai landasan emosional dan dukungan kolektif yang memperkuat makna dan meringankan pelaksanaan ibadah.

Madinah: Ketenangan dan Makna Historis

Madinah Al-Munawwarah menjadi destinasi spiritual pertama yang menawarkan ketenangan di sekitar Masjid Nabawi. Kegiatan di Madinah difokuskan pada ibadah intensif dan refleksi historis. Puncak dari kerinduan spiritual terpenuhi melalui ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW, sebuah penghormatan yang mendalam.

Selain itu, Dr. Edy terkesan dengan sebuah masjid bersejarah yang digunakan untuk memohon turunnya hujan. Kunjungan ini berfungsi sebagai pengingat akan kesederhanaan spiritual dan kedekatan para pendahulu dalam memohon Rahmat Ilahi. Dukungan energi kolektif dari rombongan jemaah sangat menenangkan, memampukan jiwa yang terbebani rutinitas akademik untuk berfokus pada kekhusyukan dan pemulihan spiritual.

Mekkah: Klimaks Ibadah dan Spirit Persatuan

Perjalanan kemudian berlanjut ke Mekkah Al-Mukarramah, lokasi di mana rangkaian inti ibadah Umroh dilaksanakan. Bersama rombongan, Dr. Edy melaksanakan thawaf mengelilingi Ka’bah dan sa’i. Setiap putaran thawaf dimaknai sebagai simbol penghambaan total kepada Tuhan. Kehangatan persaudaraan dalam rombongan menjadi faktor penyempurna pengalaman batin.

Rasa persatuan dan refleksi diperkuat melalui kunjungan ke situs-situs bersejarah seperti Gunung Uhud dan Jabal Nur. Situs-situs ini memberikan pelajaran tentang strategi, kesetiaan, dan perjuangan historis. Secara fisik, di tengah kondisi cuaca padang pasir yang panas, akses tak terbatas terhadap air Zamzam yang disediakan oleh Kerajaan Arab Saudi menjadi berkah yang sangat menyegarkan, sekaligus berfungsi  sebagai metafora bagi limpahan berkah spiritual yang berkelanjutan.

Aktualisasi Kompetensi Profesional: Peran Linguistik dalam Pengabdian Global

Aspek paling unik dari perjalanan Dr. Edy adalah bagaimana kompetensi Bahasa Inggris yang ia ajarkan di kampus menemukan relevansi praktis yan g fundamental di Tanah Suci. Perjalanan ini secara efektif menjadi perwujudan tak terduga dari Tridarma Perguruan Tinggi di luar konteks akademis formal.

Situasi kritis terjadi ketika guide leader rombongan mengalami hambatan komunikasi yang signifikan dengan petugas bandara internasional di Arab Saudi. Kesulitan ini berpusat pada pemahaman petunjuk, navigasi alur bandara, dan konfirmasi gate keberangkatan. Melihat situasi ini, Dr. Edy mengambil inisiatif. Dengan kemampuan Bahasa Inggris yang mumpuni, ia berperan sebagai mediator linguistik yang menjembatani komunikasi. Kontribusinya memastikan rombongan dapat bergerak secara efisien, menghindari kebingungan, dan terhindar dari potensi masalah logistik.

Peran ini adalah manifestasi nyata Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk kontribusi keahlian linguistik. Keilmuan yang secara rutin diajarkan di IKIP Widya Darma terbukti menjadi alat praktis global yang krusial dan bermanfaat bagi banyak orang. Kisah ini menegaskan bahwa kompetensi akademis memiliki nilai aktualisasi yang tinggi di arena internasional.

Reintegrasi Spiritual dan Profesional

Dr. Edy Suseno kembali ke Tanah Air pada 29 September 2025. Masa-masa di Madinah dan Mekkah berfungsi sebagai reset spiritual dan mental yang efektif. Ia kembali dengan hati yang lebih tenang, energi yang pulih, dan semangat profesional yang membara.

Refleksi mendalam dari perjalanan ini adalah penegasan bahwa ilmu yang ia miliki—kemampuan Bahasa Inggris—memiliki nilai praktis global yang vital. Pengalaman Umroh ini membuktikan bahwa panggilan spiritual dan profesional dapat berjalan secara sinergis, saling menguatkan dalam perjalanan hidup seorang akademisi. Dr. Edy Suseno siap untuk melanjutkan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dengan perspektif baru, menjunjung tinggi semangat bahwa setiap ilmu yang diajarkan harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Sekilas info:

  1. Tentang IKIP Widya Darma: https://edunitas.com/kampus/ikip-widya-darma/
  2. Sekilas Kegiatan: https://extraikipwd.blogspot.com/2018/04/sekilas-tentang-ikip-widya-darma.html
  3. Link Pendaftaran mahasiswa baru: https://s.id/fkipmaba2025

Penulis
Dr. Edy Suseno, S.Pd.,M.Pd.
Agung Pratama, M.Pd

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/refleksi-dr-edy-suseno-bukti-nyata-integrasi-kompetensi-bahasa-inggris-dosen-dengan-pengabdian-global-selama-perjalanan-spiritual-umroh/20103/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 21:34.