Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Rahasia Lansia Tetap Bugar Tanpa Khawatir Jatuh Kenalan dengan Latihan Aerobik Kursi

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 19 Desember 2025

Penulis: Ni Wayan Angelia Pradnyani

JurnalPost.com – Indonesia kini menghadapi pergeseran demografi yang signifikan dimana terjadi peningkatan tajam populasi lanjut usia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa persentase penduduk lansia telah mencapai 12,5% dari total populasi. Angka ini bukan sekedar statistik, melainkan sebuah sinyal bahwa Indonesia akan segata menjadi negara menua (aging population). Peningkatan ini, meskipun merupakan cerminan dari meningkatnya harapan hidup, tetapi dapat membawa implikasi serius, terutama bagi sistem kesehatan nasional kita. Kelompok ini sanggatlah rentang terhadap berbagai masalah kesehatan kronis.

Krisis Kualitas Hidup Lansia: Bergerak Semakin Sulit
Proses penurunan fungsi fisiologis terus terjadi seiring bertambahnya usia seseorang. Penurunan fungsi fisik, terbatasnya mobilitas, dan hal tersebut sering kali berujung pada penurunan drastis kualitas hidup. Fakta mencengangkan dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa proporsi lansia yang memiliki aktivitas kurang mencapai 67%! Artinya, mayoritas lansia di Indonesia tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik minimal.

Mengapa ini terjadi?

  • Beban pada sendi

Masalah kesehatan lansia sering berkaitan langsung dengan kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas standar seperti jalan cepat atau senam aerobik menjadi sulit dilakukan. Gerakan berintensitas tinggi sering kali membebani sendi-sendi yang telah mengalami degenerasi.

  • Lingkaran setan in aktivitas

Kebutuhan untuk berolahraga yang tidak sebanding dengan kemampuan untuk melakukannya yang rendah. Keadaan ini menciptakan lingkaran setan, dimana semakin in aktif seseorang, semakin rendah kemampuan fisiknya.

Solusi Inovatif: “Chairobics” – Aerobik Kursi untuk Lansia
Menghadapi tantangan ini, diperlukan program latihan fisik yang aman, mudah dilakukan, dan ramah bagi lansia. Intervensi berbasis kursi (Chair-based exercise) muncul sebagai solusi yang semakin banyak diteliti dan dianggap efektif. Konsep ini memungkinkan lansia dapat berolahraga meskipun memiliki keterbatasan mobilitas, tanpa memberikan beban besar pada persendian. Chairobics atau aerobik kursi merupakan bentuk latihan ritmis yang dimodifikasi, di mana semua gerakan dilakukan dalam posisi duduk di kursi yang stabil.

4 Keunggulan Utama Program Chairobics
Program Chairobics menawarkan manfaat yang luar biasa dengan risiko yang minimal:

  1. Keamanan tinggi dan anti jatuh

Dengan duduk, beban pada sendi kaki dan lutut dihilangkan. Risiko kehilangan keseimbangan dan jatuh, yang merupakan ancaman utama bagi lansia, juga berkurang drastis.

  1. Meningkatkan daya tahan kardio-pernapasan

Latihan ini fokus pada gerakan anggota tubuh bagian atas yang dipadukan dengan gerakan kaki yang ringan. Hal ini efektif meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru tanpa stres berlebihan pada tubuh.

  1. Memperkuat fungsi harian

Menurut Widianti & Proverawati (2010) menunjukkan bahwa latihan duduk teratur mampu meningkatkan keseimbangan duduk dan kekuatan otot ekstremitas atas. Kekuatan lengan dan bahu sangat penting untuk aktivitas sehari-hari seperti berpakaian, meraih benda, atau mandi.

  1. Kualitas tidur lebih baik

Selain manfaat fisik, program aerobik sambil duduk ini juga terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur lansia, yang merupakan indikator kunci dari kesehatan secara keseluruhan.

Masa Tua yang Aktif Dimulai dari Kursi Anda
Meningkatnya populasi lansia di Indonesia adalah tantangan, namun juga peluang. Dengan intervensi seperti Chairobics, kita dapat mengubah fase usia lanjut dari masa penuh keterbatasan menjadi masa yang aktif dan berdaya. Olahraga tidak harus sulit; ia hanya perlu cerdas dan aman.

Lansia dengan mobilitas terbatas kini tidak punya alasan untuk tidak berolahraga!

Referensi:
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Penduduk Lanjut Usia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Widianti, A. T., & Proverawati, A. (2010). Senam Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/rahasia-lansia-tetap-bugar-tanpa-khawatir-jatuh-kenalan-dengan-latihan-aerobik-kursi/22053/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 10:33.