Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Radikalisme di Zaman Digital: Mencegah Ancaman Nyata Bangsa di Balik Dunia Maya

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 28 September 2024

JurnalPost.com – Radikalisme sudah menjadi salah satu tantangan serius di era digital. Penyebaran informasi yang cepat dan luas melalui media sosial serta internet telah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal untuk menyebarkan propaganda dan merekrut anggota baru. Istilah era digital dapat diartikan sebagai suatu masa yang kondisinya sebagian besar dari masyarakatnya menggunakan sistem digital dalam kehidupan sehari-harinya.

Era ini juga terjadi aliran informasi yang cepat melalui media-media seperti media berita,blog ataupun sosial media. Perkembangan informasi di era digital ini menyebabkan paham radikalisme yang mudah sekali tersebar perlu untuk adanya tindakan dalam menangkalnya agar hal tersebut tidak terus terjadi. Banyaknya penyalahgunaan media sosial yang dilakukan kelompok radikal bisa ditangkal dengan beberapa cara. Salah satunya cara yang telah dilakukan pemerintah saat ini adalah menutup akun-akun radikal. Radikalisme juga bisa ditangkal oleh masing-masing individu dengan cermat memilih informasi dengan cara menginformasikan terlebih dahulu informasi yang diterima sebelum menyerap dan menyebarkan kepada orang lain.

Upaya-upaya juga dilakukan dari berbagai cara untuk mengurangi penyebaran radikalisme seperti dari pemerintah dan juga dari masyarakat. Upaya Dari pemerintah terdapat dua pendekatan yang disiapkan oleh pemerintah guna menghadapi radikalisme, yaitu hard approach dan soft approach. Hard approach melibatkan aparat dilakukan bersenjata dengan guna menghadapi langsung para oknum-oknum yang melakukan tindak radikal maupun teror. Sedangkan soft approach adalah dilakukan oleh pemerintah yang bekerja sama dengan seluruh masyarakat dengan melakukan pertahanan baik secara fisik maupun mental sebagai upaya pencegahan paham radikalisme yang meluas.

Masyarakat juga berupaya untuk mencegah dengan cara menghindari ajaran keagamaan yang bersifat fanatisme. Ajaran agama atau ceramah yang mengarah ke paham radikalisme bagi umat beragama yang biasa terjadi di media sosial. Kemudian, menyebarkan potensi atau ajaran untuk mencegah radikalisme dengan ajaran ruang berpikir menggunakan logika menjunjung prinsip perdamaian melalui konten positif di dunia maya. Selanjutnya melalui narasi perdamaian tulisan menggunakan bertemakan ideologi Pancasila. Tulisan yang akan menjadi konten positif di dunia maya. Dan yang terakhir dengan cara mengajak influencer untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya radikalisme serta memberikan ajaran positif penerapan tentang ideologi perdamaian, Pancasila serta menjaga diri dari berita hoax.

Mencegah berkembangnya paham radikalisme di era digital merupakan tantangan yang kompleks. Namun, dengan upaya bersama dari berbagai pihak, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Penting untuk diingat bahwa pencegahan radikalisme bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita sebagai individu dan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dampak dari media sosial dalam penyebaran radikalisme, dan melakukan tindakan pengamanan yang tepat untuk mencegah terjadinya hal tersebut.
Dalam rangka memerangi radikalisme, kita semua harus bersama-sama menentang segala bentuk perilaku bersifat intoleransi dan radikalisme yang tersebar di media sosial.
Pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait harus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenali, mencegah, dan mengatasi radikalisme di media sosial agar lingkungan di media sosial tetap aman dan menghindari terjadinya aksi kekerasan yang merusak persatuan dan kesatuan negara.

Sebagai individu yang berakhlak, kita bisa membantu dengan tidak menyebarkan informasi yang belum dijamin kebenarannya, dan me-report setiap informasi yang mengandung SARA, dan selalu berpegang teguh pada nilai-nilai demokrasi dan toleransi, ingatlah jati diri masyarakat Indonesia yang berpegang teguh pada Ideologi Negara yaitu Pancasila.
Sebagai negara, pemerintah harus memperketat pengawasan dan kontrol terhadap media sosial, serta melaksanakan undang-undang yang tegas untuk mencegah penyebaran radikalisme agar dapat melindungi diri dari ancaman terorisme dan intoleransi di dalam masyarakat.

Penulis : Adam Iswara

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/radikalisme-di-zaman-digital-mencegah-ancaman-nyata-bangsa-di-balik-dunia-maya/17042/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 03:18.