Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

RADIKALISME DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 28 September 2024

JurnalPost.com – Radikalisme adalah paham atau ada aliran yang radikal dalam politik: paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis: sikap ekstrem dalam aliran politik. Radikalisme merujuk pada paham atau sikap yang mendorong perubahan drastis dalam masyarakat, sering kali melalui metode ekstrem atau kekerasan. Ini bisa muncul dalam berbagai konteks, termasuk politik, pendidika, agama, atau ideologi.

Radikalisme dapat memengaruhi pendidikan anak muda di Indonesia dengan mengubah cara berpikir mereka, mengurangi toleransi, dan mendorong pemisahan dari nilai-nilai pluralisme. Di beberapa kasus, kurikulum dapat dipengaruhi oleh ideologi ekstrem, yang mengarah pada pembentukan pola pikir yang tidak inklusif. Ini bisa menjadi tantangan bagi upaya menciptakan generasi yang memiliki perspektif terbuka dan kritis. Pemuda yang sudah terpapar paham radikal dapat di lihat dari perubahan sikapnya yang menjadi lebih intoleran terhadap perbedaan agama atau pandangan, menggunakan istilah atau ungkapan yang mendukung kekerasan atau merendahkan orang lain, menarik dii dari pergaulan dengan teman-teman yang berbeda pandangan atau keyakinan, dan sering mengungkapkan kekecewaan atau ketidakpuasan yang berlebihan terhadap kebijakan pemerintah atau sistem yang ada.

Contoh kasus pemuda terpapar paham radikalisme di Indonesia bisa dilihat pada beberapa individu yang terlibat dalam aksi terorisme, seperti yang terjadi di Surabaya pada 2018. Beberapa pelaku merupakan anak muda yang terpengaruh oleh ideologi ekstrem melalui media sosial dan jaringan kelompok radikal. Kasus ini menunjukkan bagaimana pemuda dapat terpapar dan terjerat dalam paham tersebut, yang berdampak pada keselamatan dan keamanan masyarakat.

Untuk mengubah pemikiran radikalisme dalam pendidikan, penting untuk menerapkan kurikulum yang menekankan nilai-nilai toleransi, Mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang mempromosikan kerjasama, kepemimpinan, dan keterlibatan sosial. Misalnya, debat, kegiatan sosial, atau proyek lingkungan, dan pemikiran kritis. Selain itu, melibatkan orang tua dan masyarakat dalam dialog terbuka dapat membantu membangun kesadaran. Pelatihan bagi pendidik untuk mengenali tanda-tanda radikalisasi juga krusial, agar mereka bisa memberikan dukungan yang tepat bagi siswa.

Oleh: Clarissa Setyowati

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/radikalisme-dalam-dunia-pendidikan/17031/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 03:08.