
ACEH TAMIANG, JurnalPost.com – Dampak bencana banjir bukan hanya menyisakan kerusakan infrastruktur, melainkan juga meninggalkan jejak trauma psikologis, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Menanggapi kondisi tersebut, tim dosen melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada pemulihan pasca-bencana di Desa Tanjung Neraca, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan yang bertajuk ini hadir sebagai upaya nyata dunia akademik dalam menyentuh langsung persoalan sosial di masyarakat.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa pemilihan perlengkapan sekolah bukan sekadar bantuan logistik biasa. Dalam perspektif trauma healing, memiliki perlengkapan sekolah yang baru dan layak dapat mengembalikan rasa normal (sense of normalcy) bagi anak-anak.
“Kehilangan alat sekolah akibat banjir seringkali membuat anak-anak merasa kehilangan identitas dan semangat untuk kembali ke rutinitas belajar. Dengan pendekatan humanis, kami hadir bukan hanya untuk memberi, tetapi untuk mendampingi dan meyakinkan mereka bahwa masa depan tetap cerah meskipun ujian bencana baru saja lewat,” ujarnya.
Peralatan yang didistribusikan meliputi tas, buku tulis, hingga alat tulis lengkap. Harapannya, bantuan ini menjadi stimulan psikologis agar anak-anak kembali bersemangat menuntut ilmu di sekolah.
Kepala Desa (Datok Penghulu) Desa Tanjung Neraca menyambut baik inisiatif ini. Beliau menyampaikan bahwa bantuan psikososial seperti ini sangat dibutuhkan untuk melengkapi pemulihan fisik desa yang sedang berjalan.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian para dosen. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian memberikan harapan baru bagi orang tua dan keceriaan bagi anak-anak kami yang sempat sedih karena perlengkapan sekolahnya rusak terendam banjir,” ungkapnya.