Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Proyek PAM membuat kemacetan diwilayah Pesanggrahan

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 14 Juni 2026

Penulis:Dewi Farikha Kumala Sari, Feby Nur Anisa

JurnalPost.com – Bagi masyarakat Jakarta, air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar. Di balik air yang mengalir ke rumah-rumah, ada jaringan pipa panjang yang terus diperbaiki dan diperluas agar layanan semakin baik. Namun, bagi warga Pesanggrahan, proyek pemasangan dan peremajaan pipa air bersih atau proyek PAM sering kali menghadirkan konsekuensi yang sangat terasa: kemacetan yang menguras waktu dan energi.

Pesanggrahan merupakan salah satu wilayah strategis di Jakarta Selatan dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Kecamatan ini berada di jalur penghubung antara Jakarta Selatan, Tangerang, dan Tangerang Selatan, sehingga lalu lintas di kawasan ini memang sudah padat pada jam sibuk. Pesanggrahan Ketika proyek penggalian jalan untuk pemasangan pipa dilakukan, ruas jalan yang sempit menjadi semakin terbatas dan antrean kendaraan pun sulit dihindari.

Di sejumlah titik, pengendara harus melambat karena adanya alat berat, tumpukan tanah, serta jalur yang menyempit. Situasi ini terasa lebih berat pada pagi hari ketika warga berangkat kerja dan sore hari saat mereka pulang. Waktu tempuh yang biasanya singkat bisa bertambah dua hingga tiga kali lipat.

Bagi sebagian orang, kemacetan bukan sekadar soal keterlambatan. Para pekerja harus berangkat lebih pagi, pelaku usaha menghadapi distribusi yang tersendat, dan pengemudi ojek online kehilangan waktu produktif. Aktivitas harian yang sederhana berubah menjadi perjuangan menghadapi antrean kendaraan yang panjang.

Meski demikian, proyek PAM tetap memiliki tujuan penting. Peremajaan jaringan air bersih dilakukan untuk meningkatkan kualitas distribusi, mengurangi kebocoran pipa, dan memperluas akses air bersih bagi masyarakat. Infrastruktur air minum, termasuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), memang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat layanan dasar perkotaan.
Permasalahan muncul ketika manfaat jangka panjang itu harus dibayar dengan ketidaknyamanan jangka pendek. Banyak warga berharap pelaksanaan proyek disertai pengaturan lalu lintas yang lebih baik, percepatan pengerjaan, serta informasi yang jelas mengenai lokasi dan durasi pekerjaan.

Di kota sebesar Jakarta, pembangunan infrastruktur memang tidak dapat dihindari. Namun, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya pemasangan pipa, melainkan juga dari kemampuan meminimalkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Bagi warga Pesanggrahan, proyek PAM adalah pengingat bahwa pembangunan selalu memiliki dua sisi. Di satu sisi, ia menjanjikan akses air bersih yang lebih baik. Di sisi lain, ia menguji kesabaran warga yang setiap hari harus menghadapi kemacetan di jalan yang sama. Pada akhirnya, masyarakat berharap manfaat yang diterima nanti benar-benar sebanding dengan waktu yang telah mereka korbankan di tengah padatnya lalu lintas.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/proyek-pam-membuat-kemacetan-diwilayah-pesanggrahan/26044/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026 18:51.