
JurnalPost.com – Pada hari Jumat, 28 Juli 2025 bertempat di SMA Negeri 65 Jakarta, Jl. Panjang Arteri Klp. Dua Raya No.3 3, RT.3/RW.1, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530, telah dilaksanakan kegiatan penerjunan dan pelaksanaan program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) yang melibatkan 6 (Enam) mahasiswa terdiri dari 2 mahasiswa pendidikan ekonomi, 2 mahasiswa pendidikan matematika, dan 2 mahasiswa sejarah. Selama pelaksanaan, calon pendidik (mahasiswa) mendapatkan bimbingan langsung dari guru-guru berpengalaman untuk mengembangkan kemampuan mengajar, mengelola kelas, dan memahami dinamika pendidikan di sekolah.
Kepala SMAN 65 Jakarta menyambut baik pelaksanaan program ini dan menekankan pentingnya pengalaman praktis bagi calon pendidik. Sekolah berkomitmen untuk memberikan lingkungan belajar yang kondusif bagi mahasiswa agar dapat mengobservasi, berpartisipasi, dan mempraktikkan teori-teori pendidikan yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. Adapun struktur anggota PLP diantaranya Rangga Abdie Dzikrillah (Sejarah) selaku Ketua Kelompok, Helena Puspita (Matematika) selaku Sekretaris 1, Nailil Muna Meiliya (Ekonomi) selaku Sekretaris 2, Laura Monica (Ekonomi) selaku Bendahara, Maulida Azkiya Afifah (Matematika) selaku HPD 1, dan Elan Satria Fajar (Sejarah) selaku HPD 2
Rangkaian kegiatan program PLP:
1. Observasi proses pembelajaran di kelas
Mahasiswa mengamati secara langsung bagaimana guru mengelola kelas, menyampaikan materi, berinteraksi dengan siswa, dan menangani berbagai situasi pembelajaran. Kegiatan observasi ini memberikan gambaran nyata tentang dinamika kelas dan strategi pembelajaran yang efektif.
2. Praktik mengajar terbimbing dan mandiri
Setelah melakukan observasi, mahasiswa mendapat kesempatan untuk praktik mengajar di bawah supervisi guru pembimbing. Dimulai dengan praktik terbimbing, kemudian secara bertahap mahasiswa diberi kesempatan untuk mengajar secara mandiri dengan tetap mendapat pendampingan.
3. Pengelolaan administrasi kelas
Mahasiswa belajar tentang berbagai aspek administrasi yang harus dikuasai guru, termasuk pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), penilaian, dokumentasi kegiatan pembelajaran, dan administrasi lainnya yang menjadi tanggung jawab guru.
4. Evaluasi dan refleksi pembelajaran
Setiap akhir kegiatan, mahasiswa melakukan evaluasi bersama guru pembimbing untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu diperbaiki. Proses refleksi ini penting untuk pengembangan kompetensi pedagogik mahasiswa secara berkelanjutan.
Setiap kegiatan dirancang dengan tujuan spesifik untuk mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan oleh seorang guru profesional. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu mengajar dengan baik, tetapi juga memahami berbagai aspek lain yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran, seperti perencanaan pembelajaran yang matang, pengelolaan waktu yang efektif, penggunaan media pembelajaran yang tepat, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai karakteristik siswa.

Program ini juga memberikan dampak positif bagi siswa SMAN 65 Jakarta. Kehadiran mahasiswa sebagai calon pendidik membawa suasana baru dan metode pembelajaran yang segar. Siswa dapat belajar dengan pendekatan yang lebih variatif dan interaktif, sementara para calon guru mendapat umpan balik langsung untuk perbaikan kualitas mengajar mereka.
Beberapa siswa memberikan tanggapan positif mengenai kehadiran mahasiswa PLP di SMAN 65:
“kakak-kakaknya seru dan cara ngajarnya mudah dimengerti. Materinya jadi lebih gampang dipahami, apalagi pas dikasih contoh yang dekat sama kehidupan sehari hari” – Sulthan Andrew Khairullah XI-5
“aku jadi lebih semangat belajar karena suasananya lebih santai tapi tetap jelas. Kakaknya juga sabar banget jelasin materi yang belum aku pahami” – Filda Actmanagara X-5
“metode yang dipakai kakak PLP sangat interaktif. Ada games, diskusi, dan latihan soal yang bikin pelajaran nggak bosenin” – Syafira Wulan Ramadhina XII-1
Testimoni ini menunjukkan bahwa mahasiswa PLP bukan hanya berlatih menjadi pendidik, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang mengesankan bagi siswa SMAN 65 Jakarta.
SMAN 65 Jakarta berharap dapat terus menjadi sekolah mitra dalam program-program peningkatan kompetensi calon pendidik. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah ini diharapkan mampu menghasilkan guru-guru berkualitas yang siap menghadapi tantangan pendidikan abad 21.