JurnalPost.com – Pengelolaan sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang serius di Indonesia. Masalah sampah telah menjadi perhatian utama di Surabaya. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya menghadapi tantangan besar dalam mengelola sampahnya. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan dampak negatif yang semakin memburuk dari waktu ke waktu bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya untuk menciptakan program-program yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap masalah sampah menjadi kunci penting dalam upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Untuk mencapai tujuan ini, Program Kampung Zero Waste (KZW) DLH Surabaya bekerja sama dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Program KZW adalah sebuah inisiatif dari DLH Surabya yang bertujuan untuk menciptakan kampung-kampung yang bebas dari sampah. Program KZW juga berdampak positif terhadap kualitas lingkungan. Dengan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dan memastikan bahwa sampah-sampah tersebut dikelola dengan benar. Program ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat dan juga melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam MBKM DLH Kepedulian Mahasiswa terhadap Sampah (KMATE).
Di tengah perkembangan teknologi dan kehidupan yang semakin modern, masih ada individu yang mempertahankan kecintaan mereka terhadap alam dan lingkungan. Salah satunya adalah seorang lansia yang tinggal di RT 4 No. 14 Sukolilo Baru RW 5. ]
Meskipun usianya sudah lanjut, ia tetap aktif dalam mengurus tamanan obat-obatan dan tanaman lainnya. Untuk mengoptimalkan penggunaan limbah dapur Ibu X juga memiliki kebiasaan yang sangat baik dalam mengelola limbah dapur, lansia ini juga memanfaatkan limbah dapur untuk membuat komposter. Ia menyadari pentingnya daur ulang limbah organik dan mengubahnya menjadi pupuk yang berguna untuk tanaman. Dengan demikian, ia dapat mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan memanfaatkannya untuk kebaikan lingkungan.
Setiap hari, lansia ini dengan tekun mengumpulkan limbah dapur seperti sisa makanan, kulit buah, dan daun kering. Ia meletakkannya di tempat khusus yang disiapkannya di halaman rumahnya. Dengan proses pengumpulan ini, ia memastikan bahwa limbah dapur tidak tercampur dengan sampah lainnya.
Dengan memanfaatkan limbah dapur untuk komposter, lansia ini dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Hal ini membantu mengurangi beban pembuangan sampah dan meminimalkan dampak negatifnya terhadap lingkungan.
Aktivitas di tamanan dan dalam membuat komposter juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental lansia ini. Merawat tanaman dan bekerja di kebun dapat menjadi bentuk latihan fisik yang menyenangkan. Selain itu, berkebun juga diketahui memiliki manfaat dalam meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sampah, pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat tercapai. Masyarakat akan lebih peduli terhadap cara memilah dan mengelola sampah dengan benar. Selain itu, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali sampah juga akan menjadi prioritas. Dengan demikian, jumlah sampah yang dihasilkan dapat dikurangi secara signifikan.
Nama penerbit 1 : Apriliya Fintiyah
Nama penerbit 2 : Hasan Ismail, S.AP., M.AP
Prodi : Administrasi Negara
Fakultas : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Intansi : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya