Sukma Hadisti Nasution, Semester 1, Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarkat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
JurnalPost.com – Gibran Rakabuming Raka, B.Sc. (lahir 1 Oktober 1987) adalah seorang pengusaha dan politisi Indonesia yang menjabat sebagai Wali Kota Surakarta yang dilantik pada 26 Februari 2021. Juga merupakan putra sulung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Gibran merintis bisnisnya dengan membuka usaha katering yang diberi nama Chilli Pari. Ia juga merupakan pendiri perusahaan kuliner martabak yang disebut Markobar.
Selain ia menjadi wali kota, saat ini dia mendaftarkan dirinya menjadi cawapres sebagai pendamping Prabowo Subianto, dan mereka saat ini terdaftar menjadi pasangan calon no.2. Namun, disini banyak sekali pro dan kontra tentang majunya Gibran sebagai cawapres.
Majunya Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 tidak membuat semua orang senang. Bahkan, meski sudah diumumkan mendampingi Prabowo Subianto, pencalonan Gibran masih terus diperdebatkan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sampai ikut buka suara mengenai pencalonan Gibran. Termasuk respon masyarakat soal pasangan itu, ada yang optimis namun banyak juga yang melihatnya dengan keraguan. Menurut Luhut pro kontra soal Gubran itu biasa saja dan lumrah dalam negara demokrasi, seperti Indonesia.
Keraguan banyak orang pada keputusan pemilihan Gibran menjadi cawapres Prabowo disebutnya sebagai wajar. Namun dia mengingat keputusan keduanya punya niat untuk memajukan Indonesia. Sementara itu, dia menyatakan melihat pasangan Prabowo dan Gibran punya semangat persatuan dan kolaborasi. Kedua hal ini telah ada dalam sejarah Indonesia.
Disisi lain ada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang tidak setuju naiknya Gibran menjadi cawapres 2024. Menurutnya, Wali Kota Solo tersebut belum memiliki pengalaman yang cukup, Ahok menilai bahwa Gibran belum cukup teruji. “Gibran belum berpengalaman, Jadi Wali Kota saja baru dua atau tiga tahun, Dia belum teruji,” ucap Ahok kepada wartawan, Jumat (20/10/2023)
.
Kendati demikian, Ahok tidak bermaksud untuk meremehkan Gibran dan pemuda lain. Ia mengatakan bahwa sosok pemimpin yang berpengalaman dan teruji diperlukan untuk memimpin Indonesia.