
JurnalPost.com – Desa Lemahireng, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah hal yang tidak bisa diabaikan dalam setiap aktivitas industri, termasuk dalam proses pengelasan. Melalui proyek kuliah kerja nyata di Desa Lemahireng, Diontius Nainggolan, seorang mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan, telah menerapkan prinsip-prinsip K3 dalam bengkel las Pak Sukad. Inisiatif ini memiliki tujuan untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan pengelasan dilakukan dengan aman dan terhindar dari risiko.
Pengelasan adalah aktivitas yang melibatkan risiko tinggi, seperti paparan panas, sinar ultraviolet, dan bahaya asap dan partikel logam yang terkait dengan proses tersebut. Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan K3, Diontius berfokus pada penerapan langkah-langkah yang tepat untuk melindungi pekerja dan lingkungan sekitar selama proses pengelasan.
Diontius Nainggolan memulai inisiatifnya dengan melakukan analisis risiko dan identifikasi bahaya di bengkel las Pak Sukad. Dia bekerja sama dengan pekerja di bengkel untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang mungkin muncul selama proses pengelasan, seperti risiko kebakaran, ledakan, dan paparan zat berbahaya.
Salah satu langkah penting dalam prinsip K3 adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Diontius memastikan bahwa semua pekerja di bengkel las dilengkapi dengan APD yang sesuai, termasuk helm pelindung, kacamata las, sarung tangan tahan panas, dan perlengkapan pelindung pernapasan.

Selain penerapan APD, Diontius juga memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada pekerja di bengkel tentang prinsip-prinsip K3 yang perlu diikuti selama pengelasan. Dia menjelaskan mengenai penggunaan alat-alat pelindung, teknik pengelasan yang aman, serta tindakan darurat dalam kasus keadaan tidak terduga.
Diontius juga merancang Standard Operasional Prosedur (SOP) untuk proses pengelasan yang mengikuti prinsip K3. SOP ini memastikan bahwa setiap pekerjaan pengelasan dilakukan dengan langkah-langkah yang aman dan terkoordinasi.
Upaya Diontius dalam menerapkan prinsip K3 dalam bengkel las Pak Sukad telah memberikan dampak positif. Pekerja di bengkel kini memiliki pengetahuan lebih mendalam tentang keselamatan selama proses pengelasan dan telah merasa lebih dilindungi dalam melaksanakan pekerjaan mereka.
Inisiatif Diontius Nainggolan adalah contoh nyata bagaimana pengetahuan teknik perkapalan dapat digunakan untuk membangun lingkungan kerja yang aman dan produktif. Kesadaran akan K3 adalah langkah awal dalam memastikan kesejahteraan pekerja dan meminimalkan risiko bahaya di tempat kerja.
Inisiatif ini mengingatkan kita bahwa investasi dalam keselamatan di tempat kerja adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik. Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.