Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

PPU Catatkan Deflasi -0,20% di Awal Februari 2026, TPID Waspadai Kenaikan Harga Cabai

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 10 Februari 2026

PENAJAM, JurnalPost.com – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan tren ekonomi yang positif pada pembukaan bulan kedua tahun 2026. Berdasarkan data Laman Informasi Ekonomi Komoditas Kaltim (LAMINETAM), Kabupaten PPU mencatatkan deflasi sebesar -0,20% (mtm) pada Minggu I Februari 2026.

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi pada Januari 2026 yang sempat menyentuh angka 0,05% (mtm). Meski secara umum harga melandai, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap memberikan catatan khusus terhadap sejumlah komoditas yang mengalami lonjakan harga akibat kendala pasokan dan cuaca.

Faktor Cuaca Hambat Pasokan Ikan dan Cabai

Laporan monitoring terhadap 41 komoditas inflasi menunjukkan adanya kenaikan signifikan pada empat komoditas utama, yaitu Ikan Layang, Cabai Rawit, Daging Ayam, dan Beras.

Kenaikan harga Ikan Layang dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak kondusif di perairan, sehingga jumlah nelayan yang melaut berkurang. Sementara itu, Cabai Rawit mengalami penurunan pasokan dari daerah sentra di Jawa dan Sulawesi akibat terbatasnya stok di tengah tingginya permintaan pasar.

“Komoditas hortikultura, terutama cabai rawit, menjadi perhatian serius. Curah hujan yang tinggi diprediksi masih akan berlanjut dan berpotensi memengaruhi volume serta biaya produksi.

Daftar Komoditas Penyeimbang (Deflasi)

Di sisi lain, terdapat enam komoditas utama yang menjadi penyelamat daya beli masyarakat dengan penurunan harga terdalam, antara lain:

  • Cabai Merah
  • Ikan Tongkol
  • Bawang Merah & Bawang Putih
  • Telur Ayam
  • Tomat

Langkah Strategis TPID PPU

Menyikapi kondisi tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten PPU diminta untuk memperkuat sinergi melalui delapan langkah strategis. Beberapa poin krusial di antaranya adalah pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk intervensi harga serta optimalisasi peran BUMD Pangan dalam menjaga rantai distribusi.

Pemerintah juga menyoroti pentingnya mitigasi dampak operasionalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). TPID diharapkan mendorong kerja sama antara kelompok tani dan nelayan lokal dengan pengelola SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) agar peningkatan permintaan bahan pangan untuk program tersebut tidak mengganggu stabilitas harga di pasar umum.

Optimisme di Tengah Musim Hujan

Secara umum, Kabupaten PPU diprakirakan tetap berpotensi mengalami deflasi sepanjang Februari 2026. Namun, pengawasan harian terhadap komoditas yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) akan terus diperketat guna memastikan stok tersedia dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat di tengah puncak musim hujan awal tahun ini.

Kontribusi Dinas Pertanian Selaku Bagian Tim TPID PPU   

Berdasarkan data terbaru, Dinas Pertanian PPU mencatatkan keberhasilan besar dalam produksi aneka cabai. Upaya intensif melalui pendampingan petani dan optimalisasi lahan membuahkan hasil yang melampaui target konsumsi daerah:

  • Cabai Merah Keriting: Mencatatkan surplus sebesar 3.315,90 ton atau setara dengan 69,68%.
  • Cabai Rawit: Mengikuti tren positif dengan surplus 5.149,70 ton atau melonjak 55,65%.

Angka ini menunjukkan bahwa PPU tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi menjadi penyangga (supplier) bagi wilayah sekitar, termasuk mendukung kebutuhan pangan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Surplus yang masif ini menjadi “senjata” utama TPID dalam menekan laju inflasi yang seringkali dipicu oleh fluktuasi harga cabai.

Namun, tantangan muncul pada komoditas tomat. Berbeda dengan cabai, produksi tomat di tahun 2025 mengalami sedikit koreksi dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat terjadi defisit sebesar -123,52 ton (-2,31%) jika disandingkan dengan performa tahun 2024.

Meskipun persentase penurunan ini tergolong kecil, Dinas Pertanian memberikan perhatian serius agar defisit ini tidak melebar. Penurunan tipis ini menjadi indikator bagi TPID untuk segera melakukan langkah mitigasi, mulai dari evaluasi pola tanam hingga penguatan distribusi dari daerah produsen mitra.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/ppu-catatkan-deflasi-020-di-awal-februari-2026-tpid-waspadai-kenaikan-harga-cabai/23865/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 21:26.