Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Polres Gresik Gelar Penyuluhan Kontra Radikalisme: “Terorisme Musuh Kita Bersama”

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 13 November 2025
Foto by Penulis.

Oleh: Octavia Putri Nim 1152200467. – Mahasiswa Magang Prodi Ilmu Komunikasi, Humas Polres Gresik

GRESIK, JurnalPost.com– Dalam upaya memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya radikalisme dan terorisme, Tim Subsatgas Banops Humas Polri menggelar kegiatan penyuluhan kontra radikal bertema “Terorisme Musuh Kita Bersama”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rupatama SAR Sarja Arya Racana Polres Gresik, Kamis (28/8/2025).

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombespol Erdi A. Chaniago, Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro, serta perwakilan tokoh agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, FKUB, hingga pengasuh pondok pesantren di wilayah Gresik.

Yang membuat forum ini istimewa adalah kehadiran Wildan, S.Kom, mantan narapidana terorisme asal Pasuruan yang kini aktif sebagai pegiat kontra radikal. Ia datang bukan hanya untuk berbicara, tetapi juga bersaksi mengenai pengalaman kelamnya agar menjadi pelajaran bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Kompol Danu Anindhito menekankan pentingnya kewaspadaan sejak dini terhadap penyebaran paham radikal, terutama melalui media sosial.

“Radikalisme adalah ancaman nyata yang dapat merusak Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus memanfaatkan teknologi informasi untuk deteksi dini,” tegasnya.

Sementara itu, Kombespol Erdi A. Chaniago mengingatkan bahwa kaum muda menjadi sasaran empuk kelompok radikal.

“Aksi radikal sangat berbahaya bagi ketertiban masyarakat. Generasi muda, terutama para santri, harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada akun-akun palsu atau konten provokatif yang berpotensi menimbulkan kebencian.

Dan narasumber  Wildan yang menjadi Mantan Teroris adalah sesi paling menarik datang dari Cerita beliau, yang menceritakan bagaimana dirinya terjerumus dalam lingkaran radikalisme sejak 2010. Pada 2013, ia bahkan sempat bergabung dengan kelompok teroris di Mosul, Irak, sebagai penembak jitu dan perakit bom.

“Saya dulu mengira itu perjuangan, tapi ternyata jalan kematian yang dibungkus janji surga,” ungkapnya.

Pada tahun 2014, Wildan memilih pulang ke Indonesia dan meninggalkan dunia ekstremisme. Ia menyadari bahwa banyak anak muda yang mudah direkrut karena faktor keluarga, kesepian, dan haus pengakuan.

Kini, Wildan menjalani kehidupan baru sebagai barista, penulis buku, dan dosen tamu di beberapa kampus. Ia aktif berkeliling memberi penyuluhan agar generasi muda tidak mengalami hal serupa.

Kegiatan ini ditutup dengan pesan bahwa melawan radikalisme bukan hanya tugas apparat saja, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Indonesia.Kisah Wildan menjadi pengingat bahwa siapa pun bisa tersesat dalam paham radikal, tetapi juga siapa pun bisa bangkit untuk menebar perdamaian.
 
 

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/polres-gresik-gelar-penyuluhan-kontra-radikalisme-terorisme-musuh-kita-bersama/20813/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 22:03.