Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

PMM UMM Kelompok 56 Gelombang 2 Pentingnya Menghitung BEP (Break Event Point) pada UMKM di sekitar Desa Semen

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 4 September 2024

JurnalPost.com – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 56 Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah melaksanakan program pengabdian. Dengan tema “ Pentingnya Menghitung BEP pada UMKM sekitar desa” program ini bertujuan untuk membantu UMKM sekitar desa dalam menghitung profit yang didapatkan dalam sehari-hari. Melalui kegiatan ini kami harapkan UMKM sekitar desa dapat menghitung untung atau ruginya dari hasil penjualannya.

Tim PMM UMM Bhaktiku Negeri gelombang 2 kelompok 56 yang beranggotakan Achmad Faizzuhdien Busyro, Ardiyansyah, Atvia Fadila Putri, Adeliya Belva Zurenahera didampingi oleh dosen pembimbing lapang (DPL)Widianto, ST., MT berhasil melangsungkan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada 18 Juli sampai 31 Agustus 2024 di SD Negeri Semen 2, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Tim PMM UMM gelombang 2 kelompok 56 mengusung sub tema kegiatan di bidang pendidikan dan Manajemen

UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Pada dasarnya, UMKM adalah arti usaha atau bisnis yang dilakukan oleh individu, kelompok, badan usaha kecil, maupun rumah tangga. Indonesia sebagai negara berkembang menjadikan UMKM sebagai pondasi utama sektor perekonomian masyarakat, hal ini dilakukan untuk mendorong kemampuan kemandirian dalam berkembang pada masyarakat khsusunya dalam sektor ekonomi.

Break-Even Point (BEP) sangat penting dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karena membantu pelaku usaha mengetahui titik di mana pendapatan yang diperoleh sama dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan memahami BEP, UMKM dapat menentukan kapan usaha mereka mulai menghasilkan keuntungan, sehingga memungkinkan perencanaan keuangan yang lebih efektif dan pengambilan keputusan yang lebih bijaksana. BEP juga membantu mengidentifikasi biaya tetap dan variabel, serta memudahkan dalam mengatur strategi penjualan untuk mencapai keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Dalam mengajarkan metode BEP kepada seluruh UMKM sekitar desa kami memiliki beberapa halangan salah satunya adalah beberapa UMKM yang kami kunjungi tidak menerima metode yang kami tawarkan sehingga kami hanya bisa mengajarkan metode ini di beberapa UMKM sekitar desa.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/pmm-umm-kelompok-56-gelombang-2-pentingnya-menghitung-bep-break-event-point-pada-umkm-di-sekitar-desa-semen/16869/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026 07:44.