
JurnalPost.com – Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PMM) merupakan salah satu komponen yang harus diikuti oleh setiap Mahasiswa yang belajar di Universitas Muhammadiyah Malang. Seperti halnya kegiatan Progam Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang umumnya ada di perguruan tinggi lainnya, tujuan dari adanya kegiatan ini adalah untuk memberikan pelayanan pada masyarakat dan menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai ragam kegiatan positif. Kegiatan PMM dilaksanakan dengan menyusun beberapa progam.
Kelompok 104 Gelombang 9 yang dibimbing Oleh Ibu Nikmatur Rosidah, S.Ft., M.Sc.PT Selaku Dosen Pembimbing (DPL) yang beranggotakan 5 orang, Dhivania (Koordinator), Anggy (Bendahara), Yusril (Humas), Fazza (Perlengkapan) dan Rafli (Dokumentasi/PDD), yang berasal dari program studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang. Melaksanakan kegiatan PMM di Jl. Ledok Dowo, Krajan, Pakisjajar, Kec. Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dilakukan berkolaborasi dengan masyarakat beserta karang taruna yang berada di sekitar lingkungan kantor desa Pakisjajar.
Dalam progam ini ada berbagai kegiatan diantaranya, Langkah awal Kelompok 104 melakukan survei lokasi tempat pelaksaan progam, selanjutnya mengurus perizinan kepada pihak desa dan melakukan diskusi terkait kegiatan yang akan dilaksanakan. Pembuatan poster (benner), adanya progam pemilahan sampah. Adanya pemilihan sampah dan bagaimana cara mengolah sampah rumah tangga yang baik dan benar.
Mahasiswa dengan masyarakat beserta karang taruna saling berkolaborasi dalam hal kebersihan lingkungan, gotong royong mahasiswa dan karang taruna desa pakisjajar guna melaksanakan capaian program yang telat disusun oleh kelompok kami salah satunya membersihkan lingkungan sekitar. Pelayanan di Desa Pakisjajar yang sangat responsif dan transparansi membuat kelompok 104 melaksanakan PMM di desa ini dengan nyaman ditambah dengan masyarakatnya yang ramah. Dalam kegiatan kerja bakti gotong royong untuk meenjaga kebersihan lingkungan ini Mahasiswa PMM kelompok 104 juga memberikan tempat sampah ke masyarakat yang masih minim akan adanya tempat sampah. Bahaya Sampah yang dibiarkan menumpuk? Selain Pencemaran lingkungan sampah juga menimbulkan penyakit.

Kelompok 104 berharap dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Desa Pakisjajar dan akan selalu sadar atas kebersihan lingkungan yang harus tetap dijaga kelestariannya agar terhindar dari berbagai wabah penyakit. Dengan adanya lingkungan yang bersih dapat juga menciptakan masyarakat yang sehat, sedikit edukasi dari kelompok kami semoga dapat menciptakan perubahan dikit demi sedikit di Desa Pakisjajar. Dengan berkembangnya teknologi berharap suatu desa semakin maju dan akan selalu menjaga kelestarian lingkungan. Dengan adanya program ini karena kita paham betul bahaya akan sampah yang dibiarkan terus menumpuk dan terutama pada lingkungan yang kumuh.
Didesa Pakisjajar sendiri sudah banyak masyarakat modern yang paham akan bahaya sampah tetapi disamping hal itu masih ada beberapa masyarakat yang mengabaikan atau bahkan tidak peduli akan bahaya sampah yang terus dubiarkan berserakan selain menimbulkan wabah penyakit sampah yang berserakan juga dapat menimbulkan lingkungan bersih menjadi tercemar ditambah lagi jika sampah sampai hanyut ke sungai-sungai air bersihpun juga dapat tercemar. Dengan adanya program ini juga menambah pengetahuan bagi kami sebagai mahasiswa dan tentunya juga menambah wawasan bagi masyarakat sekitar. Tak lupa ucapan terima kasih kepada petugas-petugas kantor desa pakisjajar dan juga masyarakat beserta karang taruna yang sudah memberikan dukungan, perizinan beserta konstribusi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini.