
JurnalPost – Mahasiswa PMM kelompok 1 gelombang 6 UMM melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dengan memberikan edukasi cara pengelolahan dan perawatan tanaman hidroponik bersama anak-anak panti asuhan al firdaus di Desa sumbersari Kota Malang. Di lakukan pada hari sabtu (20/08/2021) yang di bimbing oleh DPL Ibu dian fitri nur aini,M.PD.
Hilirisasi merupakan hal yang sangat penting dalam kekuatan industri maupun tanaman, karena hilirisasi dapat memenuhi pasokan dalam negeri.
Pada daerah panti asuhan Al firdaus memiliki kondisi tanah yang berbeda-beda dan tidak semuanya berpotensi untuk dijadikan sebagai lahan bercocok tanam. Tanah yang kering sering menjadi salah satu kendala tersendiri karena tanaman susah untuk tumbuh.
Oleh karena itu, Kelompok Mahasiswa PMM kelompok 1 UMM pun berinisiatif mengenalkan dan mengajak anak panti asuhan al firdaus melakukan cocok tanam secara hidroponik. Metode hidroponik sendiri merupakan metode budi daya tanaman yang dilakukan dengan menggunakan media air.
Perwakilan dari Pengabdian Masyarakat Oleh mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri kelomok 1 gelombang 6 Universitas Muhammadiyah Malang, risky fajar terlebih dahulu menjelaskan apa itu hidroponik, bagaimana cara pemilihan benih yang bagus serta cara penyemaian benih pada media tanamnya.

Kemudian menjelaskan apa itu rockwool, Rockwool adalah media tanam hidroponik yang terbuat dari bahan bebatuan, umumnya bebatuan yang digunakan ialah jenis bebatuan basalt, batu kapur, dan batu bara. Kegunaan rockwool dalam menggunakan media / sistem hidroponik ialah sebagai tempat tanaman hidup, melekat akar, serta peran rockwool ialah menggantikan tanah.
Selanjutnya langsung mempraktekkan bagaimana cara memotong, mengukur rockwool yang benar, cara memasukkan benihnya, cara penyemaian tanaman hidroponik hingga pengaplikasian tanaman pada instalasi hidroponik sampai cara perawatannya.
Benih sayuran selada air dijadikan sebagai sampel saat melakukan praktik penanaman karena daya tahan tanamannya lebih bagus dibandingkan benih tanaman lainnya. Dan juga proses pertumbuhannya yang lebih cepat panen. Setelah ini, anak-anak panti dapat menanam beraneka jenis sayuran lainnya sebagai stok bahan pangan nantinya.
“Kegiatan edukasi penanaman hidroponik ini merupakan program kerja utama kita yang dipilih untuk memberikan wawasan kepada anak-anak panti asuhan agar bisa memanfaatkan halaman dengan cara menanam sayuran secara hidroponik.” Ujar fajar
Sambungnya, anak anak panti asuhan sangat antusias, karena dengan ini mereka bisa lebih mandiri dalam menghasilkan bahan pangan seperti sayuran hidroponik, serta bisa memenuhi kebutuhan kesehariannya.
Penulis: Rizky fajar ritonga