Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Pigmen Karotenoid pada Tomat sebagai Pewarna Alami dan Antioksidan

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 11 Desember 2025
Sumber : https://www.otamotfoods.com/blogs/health-tips/how-4-carotenoids-in-tomatoes-are-saving-you

JurnalPost.com – Tahukah kamu bahwa warna merah cerah pada tomat bukan hanya penarik selera, tetapi juga tanda adanya pigmen alami yang sangat bermanfaat bagi tubuh? Pigmen itu disebut karotenoid. Menurut pendapat Styawan et al. (2019), Karotenoid merupakan pigmen yang berwarna kuning hingga pada berbagai buah dan sayuran seperti wortel, labu, paprika, dan tomat. Selain memberi warna, karotenoid juga berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dalam tomat, karotenoid yang paling dominan adalah likopen (lycopene). Senyawa inilah yang membuat tomat matang berubah dari hijau menjadi merah. Pada saat tomat masih muda, kandungan klorofil membuatnya tampak hijau. Namun, ketika proses pematangan terjadi, klorofil mulai terurai, lalu digantikan oleh likopen, β-karoten, lutein, dan pigmen karotenoid lainnya. Semakin merah warna tomat, semakin tinggi kandungan likopennya.

Keistimewaan likopen terletak pada sifatnya sebagai antioksidan kuat. Yuyun et al. (2016), Menyatakan bahwa likopen mampu melawan radikal bebas zat berbahaya yang dapat merusak sel tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung, hingga penuaan dini. Orang yang rutin mengonsumsi makanan kaya likopen memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat dan tekanan darah tinggi. Uniknya, tidak seperti vitamin yang mudah hilang saat dipanaskan, likopen justru lebih mudah diserap tubuh setelah diproses. Itulah sebabnya produk olahan seperti saus tomat, pasta tomat, atau jus tomat matang sering memiliki kandungan likopen yang lebih mudah diserap tubuh dibandingkan tomat segar. Penyerapan likopen akan lebih optimal jika dikonsumsi bersama minyak, karena pigmen ini larut dalam lemak. Misalnya pada saus pasta tomat dengan minyak zaitun.

Selain bermanfaat bagi tubuh, karotenoid juga memiliki nilai dalam industri pangan. Banyak produsen kini menggunakan ekstrak tomat sebagai pewarna alami karena dianggap lebih aman dibanding pewarna sintetis. Tren makanan sehat dan label bebas bahan kimia membuat pigmen alami seperti likopen semakin diminati. Namun, penting untuk mengonsumsi tomat secara bijak. Pemanasan yang terlalu lama dan suhu terlalu tinggi bisa merusak sebagian pigmen karotenoid. Oleh karena itu, cara terbaik menikmati tomat adalah dengan pengolahan ringan atau memasaknya bersama sedikit minyak. Singkatnya, pigmen karotenoid pada tomat bukan sekadar pemberi warna, tetapi juga pelindung tubuh. Warna merahnya membawa pesan bahwa di dalamnya terdapat nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Dengan mengonsumsi tomat secara rutin, baik dalam bentuk segar maupun olahan, kita tidak hanya menambah rasa pada makanan, tetapi juga memberi perlindungan alami bagi tubuh.

Daftar Pustaka
Styawan, A. A., Hidayati, N., dan Susanti, P. 2019. Penetapan kadar β-karoten pada wortel (Daucus carota, L) mentah dan wortel rebus dengan spektrofotometri visibel. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, Vol. 5(1): 7-13
Yuyun, Y., Seprililianti, S., dan Yusriadi, Y. 2016. Pemanfaatan Likopen Tomat (Lycopersicum esculentum MILL) Dalam Sediaan Soft Candy Sebagai Suplemen Antioksidan. Jurnal Pharmascience, Vol. 3(2)

Nama Penulis: Nisa Jessika Sidabutar
E-mail : [email protected]
No. Telp: 082167365880
Asal Instansi : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jurusan Teknologi Pangan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/pigmen-karotenoid-pada-tomat-sebagai-pewarna-alami-dan-antioksidan/21539/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 11:32.