
Penulis:
– Dhaniel Rahmadi
– Ilham Bashori Alwi
– Much. As’ad Arifin
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945
Surabaya, JurnalPost.com (23/4) – Dalam upaya untuk memahami persepsi masyarakat terhadap kenaikan harga beras yang baru-baru ini terjadi, sebuah survei telah dilakukan melalui Google Forms. Survei ini berhasil mengumpulkan tanggapan dari 34 responden, yang sebagian besar adalah pengguna aktif media sosial.
Hasil survei menunjukkan bahwa *66,7% responden tidak setuju* dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga beras. Mereka merasa bahwa kenaikan ini memberikan beban tambahan pada anggaran rumah tangga mereka. Seorang responden menulis, “Kenaikan harga beras benar-benar mempengaruhi anggaran bulanan kami. Harus lebih hemat lagi nih.”
Namun, ada juga sejumlah responden yang mendukung kebijakan ini. *21,2% responden setuju* dengan kenaikan harga, sementara *12,1% sangat setuju*. Beberapa dari mereka melihat ini sebagai kesempatan untuk petani beras mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Seorang responden menulis, “Semoga kenaikan harga ini berarti petani kita mendapatkan bayaran yang lebih adil untuk kerja keras mereka.”
Secara keseluruhan, hasil survei ini mencerminkan berbagai persepsi dan pandangan yang berbeda tentang kenaikan harga beras. Ini menunjukkan bagaimana media sosial dan platform lainnya dapat digunakan untuk memahami pendapat publik tentang isu-isu penting seperti ini. Meskipun ada banyak perbedaan pendapat, satu hal yang jelas adalah bahwa kenaikan harga beras ini telah menarik perhatian banyak orang dan memicu diskusi yang penting tentang isu pangan di Indonesia.