
Oleh : Alda Putriana
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
JurnalPost.com โ Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah yang digunakan untuk keperluan transfusi darah. Donor darah sangat bermanfaat bagi penduduk yang mengalami kondisi seperti kecelakaan, transplantasi organ, kanker, anemia, thalasemia, hingga kanker darah. Donor darah secara rutin terbukti memberikan manfaat dan menyehatkan tubuh pendonor.
Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum bersedia untuk menjadi pendonor. Mereka belum termotivasi karena belum mengetahui manfaat donor bagi kesehatan. Bila kebutuhan darah telah tercukupi, tidak akan terjadi pasien yang mengalami penundaan operasinya atau meminimalisasi adanya kegagalan operasi sehingga jiwa pasien menjadi tertolong dan meningkatkan nilai-nilai kesetiakawanan dan kepedulian sosial di masyarakat serta memberikan pendidikan nilai-nilai kemanusiaan, moral, dan etika berkehidupan sosial yang saling bantu dan menolong sesama.
Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan
Melakukan donor darah secara rutin terbukti bisa memberikan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Adapun berbagai manfaat donor darah adalah sebagai berikut :
1. Mengurangi Kadar Kolesterol
Salah satu manfaat donor darah adalah bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah. Jika kadar kolesterol terkontrol, maka risiko penumpukan plak lemak di pembuluh darah arteri (aterosklerosis) akan berkurang, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Donor darah secara rutin dapat membuat jantung berdetak lebih stabil dan teratur. Apabila sirkulasi darah lancar, maka organ tubuh juga akan berfungsi dengan baik. Di samping itu, rutin mendonorkan darah juga dapat menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan kanker. Bahkan, kadar zat besi dalam darah bisa lebih stabil dengan rutin mendonorkan darah.
3. Meningkatkan Produksi Eritrosit Baru
Manfaat berikutnya dari donor darah adalah meningkatkan produksi eritrosit (sel darah merah) baru. Sel darah merah baru dapat mengangkut oksigen dengan lebih efektif ke seluruh organ tubuh, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat. Manfaat ini bisa diperoleh karena selama menjalani donor darah, sel darah merah dalam tubuh akan berkurang. Lalu, untuk mengganti sel darah merah yang hilang tersebut, sumsum tulang akan memproduksi eritrosit dan hemoglobin baru yang lebih sehat.
4. Deteksi Dini Penyakit
Sebelum melakukan donor darah, setiap pendonor dapat menjalani pemeriksaan kesehatan secara gratis. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebagai upaya untuk mendeteksi beberapa penyakit menular serius, seperti malaria, sifilis, hepatitis B dan C, hingga HIV. Tujuan pemeriksaan kesehatan sebelum donor darah adalah untuk memastikan bahwa pendonor dalam kondisi sehat. Namun, jika selama pemeriksaan ditemukan adanya penyakit, maka deteksi dini ini akan membantu penderita mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin.
5. Membantu Menjaga Kesehatan Mental
Tidak hanya memelihara kesehatan tubuh secara fisik, rutin melakukan donor darah juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental. Pasalnya, pendonor akan merasa termotivasi untuk menjalani hidup yang lebih sehat sekaligus membantu orang lain, mengingat bahwa setiap tetesan darah sangat berarti bagi orang yang membutuhkan. Sering melakukan kegiatan atau hal yang positif juga bisa membuat kondisi mental menjadi lebih sehat.
Donor darah memiliki peran krusial dalam menjaga ketersediaan stok darah di indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar, kebutuhan akan darah juga meningkat. Donor darah juga penting untuk indonesia karena dapat menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi darah. Donor darah secara rutin diperlukan untuk menjaga stok darah yang memadai di rumah sakit, terutama dalam situasi darurat atau bencana. Partisifasi aktif masyarakat dalam donor darah dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut dan mendukung sistem kesehatan secara keseluruhan.
Donor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang memerlukan tambahan darah, seperti penderita trauma berat yang kehilangan banyak darah, anemia, talasemia, hemofilia, hingga leukemia. Tujuan donor darah adalah untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan. Prosedur ini berada di bawah pengawasan Palang Merah Indonesia (PMI) dan telah dijamin keamanannya dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Yang isinya : (1) Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat bertanggung jawab atas penyelenggaraan upaya kesehatan. (2) Penyelenggaraan upaya kesehatan harus memperhatikan fungsi sosial, nilai, dan norma agama, sosial budaya, moral, dan etika profesi.
Golongan Orang yang Tidak Boleh Donor Darah
Meskipun memiliki sejuta manfaat, namun ada syarat-syarat yang perlu dipenuhi bagi sang pendonor. Dilansir dari laman PMI, berikut syarat bagi yang ingin donor darah :
1) Sehat jasmani dan rohani
2) Berusia 17 sampai dengan 60 tahun dan sampai 65 tahun untuk pendonor darah yang sudah rutin mendonorkan darahnya sampai akhirnya berhenti atas pertimbangan dokter
3) Berat badan minimal 45 Kg
4) Tekanan darah normal (Sistole 100 โ 180 dan Diastole 70 โ 100)
5) Kadar haemoglobin 12,5-17,0 gr/dL%
6) Demi keamanan dan keselamatan pendonor sesuai dengan PERMENKES 91 Tahun 2015, interval waktu sejak donor darah terakhir minimal 2 bulan.
Oleh karena itu, tidak semua orang dapat melakukan donor darah terutama yang memiliki kondisi tertentu.