Sapriya Zahara Larosa , IKM 1 semester 1, fakultas kesehatan masyarakat ,prodi kesehatan masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
JurnalPost.com – Delegasi diplomat Indonesia yakni duta besar Republik Indonesia memilih Jepang guna untuk memperkuat kebudayaan dan pendidikan. Sekaligus menandai peningkatan hubungan pendidikan dan budaya antar Indonesia dan Jepang. Dengan merangkap Federasi Mikronesia, Heri Akhmadi didampingi atase pendidikan dan kebudayaan (Atdikbud) KBRI Tokyo , Yusli Wardiatno mengunjungi Universitas Waserda yang di jepang pada Hari Rabu (15/11).
Kabar baiknya, kunjungan tersebut diterima dengan baik oleh Dekan sekolah ilmu sosial, Osamu Soda, Wakil Direktur bidang Administrasi , Tomoaki Wakamatsu, dan sejumlah dosen, termasuk ilmuwan Diaspora Indonesia Riela Provi Drianda.
Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperkuat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Jepang khususnya dalam ilmu politik, sosial budaya dan teknik. Agenda kunjungan ini mencakup diskusi tentang rencana penyelenggaraan pameran sejarah Majapahit dan pementasan budaya Indonesia di kampus Universitas Waserda, yang dijadwalkan pada kuartal pertama tahun 2024 mendatang.
Hal tersebut merupakan kelanjutan dari pemeran sejarah Sriwijaya yang akan berlangsung pada Desember 2023, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Kemendikbudristek).
Dalam hal kerja sama antar pendidikan tinggi , Atdikbud Yusli Wardiatno juga berkesempatan mengenalkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka(MBKM) Indonesia dan program Indonesia Internasional Student Mobility Award (IISMA) yang merupakan bagian dari program Merdeka Belajar yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).Kunjungan yang telah dilaksanakan dapat membuka lebih banyak peluang bagi kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan pertukaran ilmiah antara Indonesia dan Jepang.