
Kabupaten Semarang, JurnalPost — Pondok Pesantren Nurul Islam Tengaran terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Capacity Building Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dilaksanakan pada 22 Desember 2025.
Kegiatan ini bertempat di Gedung Quran Center SDIT Nurul Islam Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dari Direktorat Pendidikan serta Direktorat Dakwah dan Sosial Yayasan Sabilul Khoirot Tengaran hadir sebagai peserta dalam kegiatan strategis ini. Dan pada kegiatan ini dihadirkan trainer nasional yang juga seorang leadership Coach, Dr. H. Jumadi Subur, SE, MM, CPHR dari Tatakelola Consulting, Bogor.
Capacity building ini tidak sekadar menjadi agenda pelatihan rutin, tetapi dirancang sebagai ruang refleksi dan penguatan makna pengabdian. Pesantren ingin memastikan bahwa setiap individu yang terlibat di dalamnya memiliki semangat belajar, berkembang, dan berkontribusi secara optimal bagi kemajuan lembaga.
Selain meningkatkan kompetensi dan motivasi kerja, kegiatan ini juga bertujuan membangun komitmen spiritual, bahwa seluruh aktivitas di pesantren—baik mendidik, melayani, maupun mengelola—adalah bagian dari jalan ibadah dan sarana meraih keberkahan serta ridha Allah SWT.
Dalam sesi utama, Coach Dr. Jumadi Subur menekankan pentingnya membangun motivasi internal yang kuat sebagai fondasi kinerja dan loyalitas. Ia memperkenalkan konsep 4 ON, sebuah rumus sederhana namun mendalam untuk menumbuhkan SDM yang tangguh dan berorientasi pada nilai.
Elemen pertama adalah Vision (Visi). Menurutnya, setiap individu di lembaga pendidikan harus memiliki visi yang jelas, bukan hanya memahami visi institusi, tetapi juga memaknai perannya di dalam visi besar tersebut. Visi yang kuat akan menjadi kompas arah, menjaga konsistensi langkah meskipun menghadapi tantangan. Visi seorang pejuang peradaban harus meliputi visi akhirat dan visi dunia secara integratif.
Elemen kedua adalah Action (Aksi Nyata). Visi tanpa aksi hanya akan menjadi wacana. Oleh karena itu, setiap pegawai dituntut untuk menerjemahkan visi ke dalam tindakan konkret sehari-hari, mulai dari disiplin, pelayanan yang tulus, hingga kesungguhan dalam menjalankan amanah pekerjaan.
Selanjutnya adalah Passion (Semangat yang Terus Menyala). Coach Dr. Jumadi Subur menekankan bahwa passion adalah bahan bakar utama agar seseorang tidak mudah lelah, jenuh, atau kehilangan makna dalam bekerja. Passion yang terawat akan menjadikan pekerjaan bukan sekadar rutinitas, tetapi ladang kontribusi dan pengabdian.
Elemen keempat adalah Collaboration (Kerja Sama dan Berjamaah). Dalam konteks pesantren, keberhasilan tidak bisa dicapai secara individual. Budaya kerja berjamaah, saling mendukung, saling menguatkan, dan bergerak bersama menjadi kunci utama dalam membangun lembaga yang kuat dan berkelanjutan.
Untuk memperkaya pemahaman peserta, materi disampaikan dengan mengambil pelajaran dari kisah kepemimpinan Muhammad Al-Fatih dalam mewujudkan cita-cita besar penaklukan Konstantinopel. Kisah ini menjadi refleksi bahwa visi besar memerlukan keteguhan iman, strategi, aksi nyata, dan kolaborasi yang solid.
Pelatihan berlangsung dalam suasana yang hidup dan menyenangkan. Metode penyampaian yang interaktif, diselingi diskusi dan refleksi, menjadikan kegiatan ini tidak hanya fun tetapi juga menyentuh sisi batin peserta, sehingga pesan yang disampaikan lebih membekas.
Dalam sambutannya, Ustadz Muhammad As’ad Mahmud, Lc, selaku Sekretaris Majelis Pertimbangan Pesantren (MPP), menegaskan komitmen yayasan untuk terus meningkatkan kapasitas seluruh pegawai. Ia menilai penguatan SDM adalah kunci utama dalam menjaga mutu pendidikan dan layanan pesantren di masa depan.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Coach Dr. H. Jumadi Subur, yang sekaligus merupakan wali santri, memberikan nilai tambah tersendiri. Kedekatan emosional dan pemahaman konteks pesantren menjadikan materi yang disampaikan lebih relevan, bermakna, dan membumi bagi para peserta.
Salah seorang peserta, Ustadzah Ayu, mengungkapkan bahwa materi pelatihan sangat menginspirasi dan menyentuh hatinya. Ia merasa mendapatkan energi baru untuk bekerja dengan lebih ikhlas, penuh semangat, dan kesadaran bahwa perannya di pesantren memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
Sementara itu, Ustadz Mashudi dari bagian SDM sebagai penyelenggara menyampaikan bahwa meskipun Coach Dr. Jumadi Subur telah beberapa kali mengisi pelatihan di Pesantren Nurul Islam Tengaran, selalu ada perspektif baru yang diperoleh. Setiap sesi selalu menghadirkan semangat baru untuk terus bertumbuh dan menjadi lebih baik.
Melalui kegiatan capacity building ini, Pesantren Nurul Islam Tengaran kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak SDM unggul, profesional, dan berakhlak, sebagai fondasi utama dalam membangun lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, berdampak, dan berkelanjutan, dan lebih penting lagi menjadikan aktivitas di pondok pesantren ini sebagai jalan menuju surga. []